dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Monday, 6 October 2014

Bertamu lalu berjodoh



Topik jodoh ini bisa menjadi topik yang sangat menarik sekaligus topik sensitif. Bisa juga jadi topik yang membosankan. Kalo diibaratkan bisnis, topik jodoh ini macam bisnis makanan. Akan selalu berputar. Lebih mendekati lagi sih bisnis wedding organizer. Setelah lebaran haji kayak gini mesti pada sibuk ngurusi yang berjodoh.

Kalo jodoh tiada kemana. Ke KUA pula akhirnya. Bersanding di pelaminan jua berdua. Kalo gak jodoh, ya ikhlas saja cuma jadi tamu. Itu juga kalo diundang. Tapi mending undang aja deh :p

Di antara banyaknya tamu undangan yang kelak hadir di sebuah acara resepsi pernikahan, kita tak pernah tau loh wanita dan pria mana yang kelak akan menyusul ke pelaminan. Bahkan, bisa jadi 1 dari ratusan atau ribuan tamu itu, rupanya kelak malah berjodoh (lagi) dengan yang resepsinya didatangi. Jadinya, tamuku jodohku deh.  Oh yes, it happened :D

Jelas kita berharap jodoh dunia akhirat kita cukup dia seorang saja. Tapi garis takdir siapa yang tau. Lauhul mahfudz akan selalu menjadi rahasia bagi para insan manusia. Dan jodoh hanyalah selembar misteri yang kita pinta bagian terbaiknya. 

Bertamu lalu berjodoh ini beneran terjadi di Kalbar. Keduanya pernah saling suka, tapi kemudian rasa suka lenyap seiring jarak dan komunikasi yang kala itu sulit dibangun. Waktu dulu mana ada whatsapp bbm line dll kayak sekarang haha. Akhirnya masing-masing mereka menikah, lalu Allah pisahkan mereka dengan pasangan masing-masing lewat maut. Allah jumpakan lagi mereka di sebuah acara resepsi, and there it goes the memory. Bermula dari resepsi orang menjadi resepsi sendiri. Jodoh siapa yang tau kan :D

Bagi kita yang saat ini sudah berjodoh dan belum Allah pisahkan di dunia,mari berdoa agar dia yang setiap hari mencintai kita dan cintanya sah tertulis di catatan sipil KUA kelak menjadi jodoh kita di akhirat jua. Sisanya kita pasrahkan pada Allah. Sedangkan buat yang belum ketahuan jodohnya siapa, lihat-lihat lagi daftar nama undangan. Jangan khawatir, jodoh gak akan ketuker kan :p

Tuesday, 9 September 2014

Demi Birrul Walidain

Surat pernyataan dengan materai Rp 6000 yang menyatakan bahwa tidak mengajukan pindah/mutasi kerja dengan alasan apapun sebelum bertugas selama minimal 20 (dua puluh) tahun (contoh format terlampir).
Itu salah satu persyaratan yang tertulis di website yang belakangan banyak dikunjungi para pencari kerja. Dan persyaratan di atas berlaku untuk area Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Mungkin tidak semua orang tau bahwa cita-cita saya bukanlah menjadi Pegawai Negeri Sipil. Tapi kedua orang tua saya sangat ingin saya menjadi PNS. Barangkali karena bapak dan ibu saya sudah merasakan manfaat menjadi PNS, sesuai dengan passion mereka, dan ternyata rezeki yang Allah berikan melalui profesi PNS bisa digunakan untuk membiayai anak-anaknya hingga kuliah dan sudah menikahkan 1 orang anak perempuan yang malah belum juga mau menjadi PNS.

Monday, 8 September 2014

Jera Belanja di Rakuten.co.id

Belanja online sudah menjadi hal yang tak asing lagi bagi sebagian orang. Tidak perlu capek-capek keluar rumah, cukup mantengin laptop atau smartphone, pesan barang atau add to cart, bayar, dan nunggu barang dikirim deh. Kalau belanja di online shop yang oke, transfer siang, sore barang udah bisa dikirim. Paling lama besok pagi pun udah bisa dikirim. 

Tapi tidak di Rakuten. 

Promonya sih luar biasa. Free ongkir. Diskon 70%. Super Sale. And so bla bla bla.

Proses pemesanan sampai dengan pengiriman, duh, lebih lama daripada belanja muterin mal seharian! Itu saya alami sendiri setelah beberapa kali belanja di Rakuten. Awalnya sih tertarik belanja di Rakuten karena promo dan diskon gede. 

Proses belanja di rakuten sungguh melelahkan. Pertama, kita ATC (Add to cart) barang yang akan dipesan. Lalu, setelah membayar, kita harus konfirmasi pembayaran dengan mengisi form yang dikirim rakuten ke email. Setelah itu, menunggu rakuten memverifikasi pembayaran kita, dan menunggu mereka mengirim email pembayaran sudah diterima. Belum selesai tuh, karena kita masih harus menunggu email lagi bahwa barang sudah dikirim untuk mendapat nomor resi agar barang kiriman bisa dilacak. Pengalaman saya, proses dari ATC sampai dengan nerima email pembayaran diterima, memakan waktu selama 3 hari. Kalo belanja di olshop lain barangnya udah bisa dipake :)))

Dan pengalaman terbaru yang bikin saya jera belanja di rakuten adalah pembatalan pesanan padahal saya sudah melakukan pembayaran serta sudah konfirmasi. Harga barang yang dipesan sih tak seberapa. Cuma Rp. 65.000 *Rp. 65 ribu lumayan itu, bisa buat beli khimar 1 hihihi*. Tapi coba teman-teman bayangkan, kalau ada 10 orang yang belanjaannya 60.000 lalu pembelian dibatalkan, dapat 600.000 tanpa ngapa-ngapain tuh mereka. Rampok banget gak sih!

Sudah coba komplain ke customer service? Udah bosan. Makanya sampai muncul tulisan ini.

Komplain pertama, saya diminta untuk melakukan order ulang oleh admin rakuten yang bernama Nurul Fatimah (nama asli, biarin!). Saya pun order ulang, dan melakukan langkah-langkah selanjutnya yang disarankan oleh si admin. Katanya sih akan segera difollow up untuk segera dikonfirmasi pembayarannya. Apa daya. Sampai tenggat waktu pembayaran selesai, orderan ulang saya akhirnya dibatalkan oleh sistem rakuten. Sampai sekarang, komplain saya untuk refund belum juga ditanggapi. 

Saya coba googling tentang rakuten, dan rupanya saya bukan orang pertama yang jera belanja di Rakuten. Ada customer lain yang juga menyarankan supaya tidak lagi belanja di rakuten, atau mikir-mikir dulu kalo mau belanja di rakuten

Anyway, meskipun saya jera belanja di rakuten, tetap harus diakui ada juga kelebihan rakuten:
1. Kalo belanja kita dapat poin, yang poinnya bisa dipake untuk belanja lagi. Yaah, meskipun poinnya berbatas waktu siih. Daripada poin hangus, kemarin saya pakai poinnya untuk beli pulsa sama kabel data hahahaha.

2. Ternyata kelebihan yang saya rasakan cuma 1 =)))

Ya udah, itu aja. Besok-besok beneran mikir berkali-kali deh kalo mau belanja di rakuten. Jangan gampang termakan promo. Bye rakuten!