dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Wednesday 31 October 2012

KEy Smart Travelling Day 3 Part 1

Ahad, 21 Oktober 2012

Dini hari saya sudah bangun. Bangun di ABC Hostel, Hamilton Road, Singapore. Dingin sekali. Dingin karena AC sih sepertinya. Saya melihat jadwal shalat yang kemarin sudah saya unduh. Subuh di Singapore pukul 05.29. Saya wudhu, lalu shalat, kemudian membangunkan peserta yang masih belum bangun. Setelah itu, kami bersiapsiap.

Hari ini, kami semua menggunakan batik, pakaian kebanggaan Indonesia. 1 hari ini saja-lah kami akan berkesempatan 'keliling' Singapura, mengunjungi beberapa tempat yang sudah direncanakan oleh Ms. Xithee untuk dikunjungi.

Ms. Xithee akan menjemput kami sekitar pukul 9.30. Sebelum dijemput, sembari nungguin peserta lainnya pada turun, saya sama Sussi menyusuri jalanan sekitar dulu. Jalanan kecil, tapi bersihnya asik. 

Beneran jalan
Semua peserta sudah kumpul, kami pun briefing sejenak. One person in charge to another one. Saling bertanggung jawab dengan teman masing-masing supaya tidak menghilang dan nyasar kemanamana. 

Pengarahan
Oke, tak lama kemudian, Ms. Xithee datang menjemput kami. Rute hari ini rencananya adalah: Sentosa Island, MEMA (Maritim Experiental Museum and Aquarium) yang juga berada di Sentosa Island, Chinatown, dan Arab Street. Let's gooo.

Kami langsung berjalan menuju stasiun MRT. Aaah saya kok ya gak nyatat nama stasiunnya ya *tepokjidat*. Kalo dari foto sih, tampaknya kami naik MRT dengan tujuan akhir Pasir Ris atau Joo Koon. Tapi kami tidak turun di Interchange tersebut. Turunnya dimana, nah itu saya ga inget *tepokjidatlagi*.


Yang saya ingat adalah, kami masuk ke Sentosa Island melalui VivoCity. Kawasan perbelanjaan yang ramenya ruarrr biasa. Dari situ, barulah kami masuk ke gate Sentosa Island. Ternyata, Sentosa sedang ada event Sentosa Spooktacular. Dalam rangka Helloween kali yaa.



Dan tiba-lah kami di dalam area outdoor Sentosa Island. Yang pertama kali bikin saya agak gimanaaaaa gitu sama Sentosa Island ini adalaaaaah:

Kenapa harus kupukupuuuuu

Hihihihihi.

Yah sudah. Ga usah lama-lama memandangi direction board dengan warna ungu dan berbentuk kupu-kupu tersebut. Ntar pengen dibawa balik lagi :p

Mari terus melanjutkan perjalanan menuju MEMA, tempat kami akan mempraktekkan Bahasa Inggris kami dengan lebih teratur + berisi ilmu pengatahuan baru.

Dan dalam perjalanan menuju ke sana, berjumpalah kami dengan gate Universal Studio yang sayang banget kalo moment di situ tidak diabadikan. Mari kita foto-foto lagi.

Berbatik di depan Universal Studio :)
Some members
Complete members :)
Saya sama Sussi minta difotokan dengan latar fountain
Kelakuan orang dewasa :p
Akhirnya, tiba juga kami di Historic Museum, MEMA. Ternyata masih ada 2 peserta yang ketinggalan! Maasya Allah.. Nyangkut foto-foto di spot mana nih 2 orang hihihi. Sembari menanti, saya dan Sussi pun tak mau menyia-nyiakan waktu yang ada buat foto-foto (lagi).

Mau berenang, bu? :p
Selamat pagi, Bujang Dare!
Wokeh. Peserta yang hilang telah ditemukan. Kami pun kemudian membeli tiket untuk masuk ke museum seharga $3. Kami juga diberikan pilihan mau masuk ke Typhoon Theater atau tidak. Kami memilih mau, dan menambah $3 lagi. And here we start to gain the knowledge.

Dengan dibimbing oleh Ms. Xithee Ami yang adalah guide di museum tersebut, sangat banyak ilmu baru yang kami dapatkan. Masuk ke museum tersebut seakan-akan kami keliling dunia aja hehehe. Satu per satu, Ms. Xithee menjelaskan tentang barang-barang bersejarah, tokoh-tokoh, makanan khas, dan ragam budaya dari berbagai negara di masing-masing stand yang ada di MEMA. Ujar Ms. Xithee sebelum membawa kami berkeliling, nanti tiap member diminta untuk menjadi guide, menjelaskan hal-hal yang sudah dipaparkannya. Wow, what a challenging experience to do!

Serius Nyimak
Awas, pecah ganti :p
Indonesia :D
Tiba di bagian Indonesia, Ms. Xithee tidak mau banyak menjelaskan karena merasa kami yang dari Indonesia ini pastilah lebih tau dari dia. Padahal belom tentu kan ya hihihi. Sehingga, di stand Indonesia, Ms. Xithee menunjukkan 1 booth yang menarik, yaitu foto beberapa macam tarian dari Indonesia, trus wajah penarinya bisa diganti sama wajah kita. Melihat hasilnya, saya pun dengan riang gembira maju untuk jadi volunteer hihihi. 

Jadi bisa nari :p

Oke, ceritanya belom selesai. Besok Insya Allah saya lanjutkan. Yang minta oleh-oleh, udah 4 tulisan ini oleh-olehnya loooh :p

Tuesday 30 October 2012

KEy Smart Travelling Day 2 part 2

Jadi kemarin ceritanya sudah masuk pesawat ya? 

Air Asia AK6675

Oke dokeh. Kami naik Air Asia destinasi Singapura dengan nomor penerbangan AK6675. Di pesawat, kami mengisi form imigrasi yang nanti akan diserahkan di loket imigrasi setibanya kami di Changi Airport nanti. 

Foto pinjam dari kakipegel.wordpress.com

Di halaman depan form itu saya membaca 1 tulisan yang sempat bikin saya sesek dengan keputusan yang baru-baru ini diambil oleh Bapak Presiden Indonesia. Intinya, death penalty to bring drugs to Singapore. Hukuman mati bagi yang menyelundupkan narkoba ke Singapura. Langsung teringat deh tentang pengedar narkoba yang beberapa waktu lalu diberikan grasi sehingga bebas dari hukuman mati. Belom nyampe Singapore aja udah pediiiih dengan perbandingan hukumnya yang sedemikian rupa. Huhuhuhu.

Form tersebut kami isi untuk kami serahkan setibanya di Terminal 1 Changi International Airport. Sekitar 1 jam 20 menit, kami akhirnya tiba di airport.

Ini adalah pengalaman pertama saya ke luar negeri. And WOW, Changi International Airport is such a great airport! Ga heran deh kalau baru-baru ini Changi Airport memenangkan penghargaan Airport of the Year 2006 oleh Skytrax. Bandara ini berhasil mengalahkan saingan ketatnya, Bandara Internasional Hong Kong, yang memenangkan penghargaan tersebut sebanyak 5 kali berturut-turut, dari tahun 2001-2005, dimana saat itu Bandara Changi Singapura hanya berhasil menjadi runner-up.

Kalo gitu kita foto-foto dulu ya di Changi Airport :p

Travelator Gate C13
With Lastri and Titis
Terminal 1 Arrival Immigration, tempat cek paspor dan nyerahin form
Sudah selesai periksa paspor
Have the luggage
Beres periksa paspor dan ambil tas di bagasi, rupanya diluar kami sudah dinanti oleh Ms. Xithee Ami yang baik hati. Ms. Xithee adalah temannya Kak Siti Hajaroh  *salah satu person in charge program KEy Smart Travelling ini*, mereka saling kenal karena sama-sama ikut program SSEAYP (Ship for South East Asian Youth Programme). Sama-sama Siti tapi beda spelling ya hehe.

Selama di Singapore, Ms. Xithee-lah yang membawa kami kemana-mana, menjadi guide yang luarbiasa keren deh pokoknya. Dan guide dimulai dari sini.

Begitu keluar dari pintu kedatangan, setelah salaman, berkenalan, dan dikasi Singapore map, hal berikutnya yang saya tanyakan ke Ms. Xithee adalah di mana saya bisa beli SIM Card. Penting banget iniiih. Kalo pake SIM Card Indonesia bisa bangkrut sayanya. Dan Ms. Xithee pun membawa kami ke stand penjualan SIM Card di Changi Airport.

ealah malah foto2 :p
Dari foto di atas, ketebak kan bagaimana ramahnya si mbak-mbak yang melayani kami? Ramah benerrr.  Yang melayani saya temannya yang 1 lagi. Bahasa Inggrisnya cepettt, saya sampai harus pardon me pardon me saat ngobrol dengan dia hahaha.

Saya langsung memilih SIM Card Sing Tel sekaligus minta diaktifkan paket Blackberry. Ada 2 pilihan harga yang ditawarkan ke saya: Yang $15 dan yang $28. Berhubung saya akan berada di Singapore dari hari Sabtu sampai dengan Senin, maka saya pun dianjurkan untuk beli paket yang $28. Kalo dirupiahkan jadinya sekitar Rp. 222.000 (kurs $1 = Rp. 7910). Errr, kalo di Indonesia bisa buat paket Blackberry 2 bulan ya. Tapi nominal segitu worthed enough dengan sinyal dan koneksinya yang kencang pisan euy. Komunikasi dengan orang-orang tersayang yang berada nun jauh di seberang sana pun lancar jadinya :)

Detail paket Blackberry SingTel bisa dilihat sendiri di sini.

Oke, paketnya sudah aktif, gadgetnya udah ada pulsa, bisa nelpon ke Indonesia deh.

Berikutnya, kami diajak Ms. Xithee untuk jalan menuju hostel tempat kami akan menginap. Dari Changi Airport, kami naik Sky Train. Pertama kalinya bagi saya naik Sky Train juga, udah kayak orang udik aja huahaha. But that's a must, kalo menurut saya. Namanya juga pengalaman pertama. Ga keren kalo ga katro ah :p

Aih, ada penampakan :o
Trus gitu, baru deh nyambung naik MRT (Mass Rapid Transit). Sebelumnya, kami beli EZ Link Card dulu di counter penjualan dekat stasiun sekaligus tempat scan kartunya. Harga EZ Link Card yaitu $12, atau sekitar Rp. 95.000.

Nurjanah, siswi saya di MAN 2 pose di salah 1 stasiun MRT
Foto pinjam dari ezlink.com

EZ Link Card ini tidak cuma dipake buat naik MRT saja, tapi juga ketika kita naek bis. Selama di Singapore, kami hanya 1 kali top up alias isi ulang kartu. Itu pun ketika akan pulang, kami refund lagi kartunya :)

Oke deh. Setelah semuanya pada punya EZ Link Card, kami berbondong-bondong naek MRT. Di stasiun mana saja kami singgah, saya sudah lupaaa hehehe saking capek dan masih amazed sama suasana Singapore.


Finally, kami pun tiba di stasiun tujuan. Dengan beragam barang yang kami bawa, kami berjalan menyusuri jalanan Singapore yang bersih dan rapi jali. No wonder, rite? Yes, not because Singapore is a Fine City, it's more because Singapore has so-called discipline citizen. Wajarlah kalau negara kecil ini demikian bersihnya.

Singapore sedang hujan deras malam itu. Sebelum ke hostel, kami diajak Ms. Xithee untuk makan malam dulu. Pilihan jatuh ke fast food restaurant bernama Wendy's. Setelah itu, baru deh kami lanjutkan perjalanan menuju hostel.

Then here we were, at Hamilton Road, Pillow Talk, Backpacker's Hostel. Hostelnya sih namanya ABC Hostel. Letaknya di lantai atas gedung ini:

Pillow Talk, Bantal Berbicara :p
Murah lagi Meriah

Untuk penginapan, per orang dikenai biaya $22/malam. Fasilitas yang kami dapat: sharing room mirip dormitory, bapak host yang bisa Bahasa Indonesia yang baik hati lagi ramah tamah, free breakfast, dan yang paling penting adalaaaah wifi dengan kecepatan yang ajiib benerrr.

So, there we were. Sampai sudah di hostel. 2 days in a row! Dari Pontianak - Kuching - Singapore ga pake mandi, tapi tak 1 pun yang keringetan karena masuk ke ruangan berAC terus hahaha. Somehow, lecek juga itu 2 hari, capeknya luar biasa. Niat dari Indonesia, malam hari begitu nyampe Singapore pengen jalan-jalan, tapi ternyata tenaga sudah tidak memungkinkan. Kami pun memilih mandi, mempersiapkan souvenir untuk teman-teman di Singapore, lalu tidur.

Souvenir untuk teman-teman di Singapore. Photo by: Maddy

Sentosa Island, China Town, and Merlion, see you tomorrow!

Monday 29 October 2012

KEy Smart Travelling Day 2

Hari pertama rangkaian KEy Smart Travelling kami habiskan dalam bis. Berhubung hari Jumat itu sebagian besar peserta telah menguras tenaga seharian, menyelesaikan urusan dan pekerjaan yang akan ditinggalkan sampai dengan hari Selasa, maka di dalam bis kami lebih banyak tidur hihihi.

Baeklah, mari kita masuk ke Hari Kedua... 

Sabtu, 20 Oktober 2012

Sekitar pukul 01.00 WIB, rombongan kami tiba di Rumah Makan Roda Minang, di Sosok, Kabupaten Sanggau. Dengan mata berat dan sangat mengantuk, sebagian peserta memilih untuk turun, mengeluarkan isi perut yang telah diobok-obok oleh hancur leburnya jalanan yang tak juga dibenerin sama pemerintah provinsi Kalbar. Menyedihkan yah.

Sebagian memilih tetap di bis, melanjutkan tidur. Saya turun sebentar. Numpang toilet aja. Di bis ada toilet sih, tapi mana tahan pakai toilet dalam bis. Alasannya ya itu tadi, jalanan hancur lebur berantakan. Bisnya goyang-goyang, ntar yang ada malah mabok di toilet hahaha.

Setelah selesai beristirahat sejenak di RM Roda Minang, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Kuching. Alhamdulillah, pukul 04.00 subuh, bis berhenti mengikuti antrean kendaraan lain yang menunggu gerbang perbatasan Entikong - Kuching dibuka. Tepat sekali adzan subuh berkumandang, dan bis Eva yang kami naiki berhentinya dekat dengan mushalla di daerah Entikong. Kami pun turun dari bis untuk melaksanakan shalat subuh.

Setelah itu perjalanan dilanjutkan karena pintu gerbang perbatasan sudah dibuka. Para penumpang bis turun (lagi). Kali ini, kami turun untuk mendapatkan cap di paspor, izin imigrasi dulu. Ngantrinya lumayan panjang kakaa. Sayanya sampai sebel dan pengen ngambek aja. Tapi rugi dong kalo ngambek, ntar ga jadi ke Singapur :p

Wajah-wajah lelah, pas difoto tetep aja senyum


Beres deh cap paspornya. Kami kemudian berjalan kaki untuk cap paspor (lagi). Kali ini di imigrasi Malaysia. Nyampe di Malaysia jamnya udah nambah 1 jam aja mamen. Yang di Malaysia lebih lama dari di Indonesia ngantrinya. Entah apa deh yang ditanyain sama petugasnya. Tapi Alhamdulillah selesai juga proses panjang tersebut. Kalo gak selesai ya gak bisa ke Singapur *halah* :p

Izoel dan Bang Aan dalam barisan antrean, mau cap paspor


Tidak ada saya di situ hihihi
Sudah beres urusan paspor di loket imigrasi kedua negara, kami naik bis lagi, melanjutkan perjalanan ke terminal bis yang ada di Kuching Sentral. Nyampai di Kuching Sentral sekitar pukul 09.00 Waktu Kuching. Kuching Sentral ini kan salah 1 mal di Kuching yes pemirsa, dan jam segitu malnya belom buka. Ada sih beberapa shop yang udah buka, tapi ya mana bisa dipake buat nongkrong. Akhirnya, berhubung terbang ke Singapore-nya dijadwal pukul 3 sore sedangkan waktu masih pagi, maka kami yang saat itu pada kelaparan pun menunggu di depan Kuching Sentral Food Court and Bistro. Nungguin food courtnya buka huahaha.

Kata Sussi (tengah), mirip wallpaper hihi

Dan akhirnya, food court pun buka. Tapi, walaupun food court sudah buka, kami kesulitan menemukan makanan halal di situ. Ada sih 2 stand tempat makan yang ingin saya cobain: Makanan khas Melayu *tetep*, sama makanan khas India. Halalan thoyyibah tuh dua-duanya. Namun sayang disayang, pas kami masuk ke food court, 2-2nya belom buka. Huwaaaa T.T

Tapi kami tunggu sampai buka! Mana bisa makan tenang kalo ga yakin makanan yang dimakan halal atau tidak. Ya toh?

Alhamdulillah, akhirnya pukul 10 lewat sekian, stand makanan khas India dibuka! Yeay! Saya pun mencoba nasi briyani dan ayam bumbu entahlah apa namanya.

Nasi Briyani + Ayam Bumbu Entahapakahnamanya

Nasi Briyani + ayam totalnya RM6. Kalo dirupiahin sekitar Rp.19.000 (pake kurs RM 1 = Rp. 3.150). Worthed enough lah. Nasinya wuenak, porsinya banyak, ayamnya lembut pula. Sedangkan minumnya, saya ga pesen soalnya air botolan yang dibawa dari Pontianak masih berbotol-botol hehehe.

Mamamnya cudah kenyang, kakaa. Kami kemudian menunggu waktu dzuhur sekaligus meregangkan otot-otot yang lelah di mushalla Kuching Sentral. Tidak seperti mushalla yang saya temukan di mal-mal Pontianak, di Kuching, mushallanya dipisahkan yang pria dan wanita. Jadi, yang mau benerin jilbab, bisa bebas dan leluasa ngebenerin tanpa khawatir terlihat yang bukan mahrom. 

And time to go! Selesai sudah shalat dzuhurnya. Saatnya cari taksi, dan cuss ke Kuching International Airport!

Sudah kenyang, jadinya ceria :p
Naik taksi dari Kuching Sentral ke Airport kedapetan yang mahal ih. 1 taksi berisi 4 orang, kami membayar RM 20. Katanya sih mestinya bisa ditawar, tapi waktu itu kami pikir dari Kuching Sentral ke airport itu jauh pisan. Eh rupanya deket benerr, malah ga nyampe 5 menit untuk mencapai airport. Sungguh mamang taksi yang tega nian. Ckckck.

Yah sudahlah ikhlaskan saja. Lagian kalo jalan kaki juga bisa-bisa ketinggalan pesawat, trus ga jadi ke Singapore deh *halahhhh* :p

Sekitar pukul 01.00, kami sampai di Kuching International Airport. Gaya-gayaan foto dulu ya bentar.

3 bersaudara beda semua mukanya
Oke, mari masuk ke bandara. 

Masih ada waktu sekitar 2 jam sampai dengan boarding time pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan AK6675 ke Singapore. Tapi kami memilih untuk segera check-in. Jadi, yang mau lanjut foto-foto dan jalan-jalan, bisa lebih ringan bawaanya, begitu.

Titis, contoh yang masih mau lanjut foto-foto ^^v

And here we come, the boarding time is coming! 

Seat kami di pesawat beda-beda. ada yang dapet nomor 8, ada yang 9, dan banyak yang dapat seat 22 dan 23 abcdef. 

Yang ngisi kursi tengah mundur ke belakang,
karena masih banyak kursi kosong. 

Kak Siti dan Ucu, kebagian seat depan
Huwaaah, udah panjang. Masih ada setengah hari perjalanan lagi untuk edisi KEy Smart Travelling Day 2. Belom nyampe Singapore ya ini hehe.

Kalo gitu, yang di Singapore saya lanjutkan besok ya :D

Friday 26 October 2012

KEy Smart Travelling Day 1

Tulisan ini adalah realisasi dari janji yang telah saya tuliskan di halaman kemarin :)

Just for your information, dalam program KEy Smart Travelling, Sussi Nurvianti, Kak Siti Hajaroh dan saya adalah 3 orang yang sok-sokan sibuk dan in-charge dengan segala tetek-bengek urusan perjalanan. Sussi dan Kak Siti dari awal mengurus tiket, akomodasi, souvenir untuk teman-teman di Singapura, mengumpulkan uang para peserta, dan mengurus banyak hal lain untuk memperlancar perjalanan kami.

Yang sok-sokan sibuk sih sebenarnya saya :p Udah diujung-ujung hari, baru bisa bantuin. Akibat jarak yang memisahkan. Maka, pada Kamis, 19 Oktober 2012, saya menawarkan diri untuk menukarkan uang para peserta ke money changer. Ditukarkan ke nominal SG$ dan RM. Dari kegiatan tukar menukar uang itulah, muncul tulisan Jangan Sepelekan.

Perjalanan pun dimulai di sini...

Jum'at, 19 Oktober 2012

Pukul 19.00 Waktu Indonesia bagian Barat, saya, kedua adik saya *yang salah 1nya sudah menjadi KEy member dan yang 1nya lagi akan segera menjadi KEy member* beserta ibu saya *yang (katanya) belum berani melepas adik saya sendirian* berangkat ke terminal bis EVA. Iya, nama bisnya EVA. Bis EVA ini adalah bis yang membawa kami ke Kuching, Malaysia.

Pukul 20.00 - 21.00 member lainnya berdatangan 1 per 1. Hujan malam itu sama sekali tidak menyurutkan semangat mereka untuk berangkat. Yaiyalah, tiket pesawat + bis roundtrip udah dibeli, rugi bo' kalo ga dateng :p

Oh iya, biaya untuk perjalanan Pontianak - Kuching - Singapore - Kuching - Pontianak adalah Rp. 3.000.000/orang. Murah? Yes, it is! Nominal itu bukan hanya untuk tiket pesawat dan bis saja, tapi juga sudah termasuk biaya akomodasi, transportasi, konsumsi, dan belanja oleh2 selama di Singapore dan Kuching!

Maka, saat para peserta 1 per 1 mulai berdatangan, saya pun membagikan 'jatah' SG$ dan RM yang telah saya tukarkan. Well done.

Pukul 21.00, kami pun menaiki bis EVA dengan hati riang gembira.


Oh! Tak lupa pula, setelah saya selesai bagi-bagi ringgit dan dolar, bang Aan membagikan pin KEy Smart Travelling untuk ke-16 peserta.


Kami semua pun menggunakan pin tersebut selama perjalanan. 

Hari pertama, 19 Oktober 2012 kami lewati di dalam bis. Hari keduanya kita lanjut lagi nanti ya :) See yaa..

Wednesday 24 October 2012

KEy Smart Travelling 2012

Alhamdulillaah, saya bersama peserta KEy Smart Travelling 2012 sudah pulang dengan selamat dan penuh semangat dari Kuching, Malaysia, dan Singapore.

We were at Merlion Park, Singapore

Loh, ada apa ini, tiba-tiba udah pulang aja? Hihihi.

Jadi ceritanya, dalam rangka mewujudkan slogannya KEy: A Bridge to The World, sejak sekitar 2 tahun yang lalu, KEy members telah merencanakan 1 program yang bisa mengakomodir slogan tersebut. Maka, dibuatlah program bernama: KEy Smart Travelling. 

KEy Smart Travelling hanyalah 1 dari sekian banyak program yang dijalankan oleh KEy. KEy punya program-program lain seperti: Key On Vacation, Watching Movie, Vocabulary Hunt, Debate, Drama, Song Analysis, EFT (English Flash Tutoring) dan lain sebagainya. Semua program tersebut tentunya dirancang dengan seeemenyenangkan mungkin, sembari tetap menyediakan wadah bagi para members untuk membangun percaya diri saat berbahasa Inggris. Bagi yang sudah punya kepercayaan diri yang tinggi, KEy menjadi tempat yang sangat tepat untuk melancarkan dan mempertahankan speaking :)

Okay, so what's going on with the Smart Travelling? Many things have been going on, going on very well and fun. Perjalanan ke Singapura ini adalah hadiah yang membahagiakan bagi kami, KEy Members, di usia KEy yang kini 4 tahun sudah. Perjalanan yang melelahkan, tapi sangat membahagiakan. It expands and strengthen our togetherness to still be with KEy!

Baeklah, hari ini mau ngasi tau ini dulu. Cerita komplit perjalanan dari hari pertama sampai dengan pulang, Insya Allah akan disajikan di postingan-postingan berikutnya. Jadi ceritanya, postingan tentang KEy Smart Travelling 2012 ini akan menggunakan alur maju-mundur gitu *padahal bukan cerpen apalagi novel :p*

See you again, then!

Tuesday 23 October 2012

Happy Anniversary Pontianak



Jarak dan waktu tak pernah mengurangi kecintaanku padamu, Pontianakku. Di mana pun saya menjejakkan kaki, di negeri manapun diri ini bermukim, Pontianak senantiasa tertulis sebagai kota kelahiranku. Selamat Hari Jadi yang ke 241.

Monday 22 October 2012

Jangan Sepelekan yang Kecil

Sebagian besar *atau kecil* orang biasanya suka bener ngeremehin yang kecil-kecil. Ngeremehin orang kecil-lah, ngeremehin anak kecil-lah, ngeremehin gaji yang kecil-lah, atau ngeremehin duit receh yang nominalnya kecil-kecil.

Uang rupiah, misalnya.

Rp. 100 itu kecil. Jaman sekarang duit Rp. 100 buat bayar parkir juga tidak cukup. Sehingga kadang kala sebagian orang memilih untuk membiarkan uang Rp. 100 bertaburan dimanamana di dalam kamarnya. Ini bukan sebagian orang sih, ini saya sebenarnya yang sering begitu hehehehehe. *kemudian diamuk massa*

Rp. 25, apalagi. Sudah amat sangat jarang saya nemu recehan Rp. 25. Padahal dulu waktu saya masih duduk di bangku MINT Bawamai Pontianak (setara SD), duit Rp. 25 bisa dapet permen 1.

Dan setelah beberapa hari lalu saya bersama suami menukarkan rupiah ke money changer, betapa angka Rp. 100 bahkan Rp. 25, bahkan Rp. 10 sekalipun, sangat kami perhitungkan dan sangat kami hargai hohoho. Soalnya, Rp. 10 kalo dikalikan  2500 misalnya, kan lumayan itu. Bisa ditukar sama 7 ringgit, atau S$ 3, atau HK$ 20, atau US$ 2. 

Uang segitu, dengan nominalnya pada masing-masing mata uang, bisa dipake buat beli apa saja juga saya belom tau hehe. Anyway, uang Rp. 25.000 itu bisa buat makan 2 kali. Cihuy.


Nah, maka dari itulah. Mulai dari sekarang, marilah kita membiasakan diri untuk tidak menyepelekan yang kecil-kecil. Seperti kata peribahasa, kecil-kecil lama-lama menjadi bukit. *eh, salah ya?

Friday 19 October 2012

KEy, Khatulistiwa English Community

Today, October 19th, 2012 is the 4th Anniversary of KEy, Khatulistiwa English Community. You still have no idea what KEy is? You may go to the blog then.


Mau tau dari saya aja? Baeklah kalo begitu. Diceritakan pake Bahasa Indonesia saja ya. Yang English Version nanti di blognya KEy aja.

KEy, adalah singkatan dari Khatulistiwa English Community. Komunitas pencinta Bahasa Inggris yang pertama di Kota Pontianak. Founding father-nya adalah Septian Adinegara, a.k.a Bang Aan. Bersama beberapa rekan lainnya, Bang Aan berinisiatif membentuk komunitas ini, mengumpulkan 1 per 1 orang-orang yang ingin mengembangkan rasa percaya dirinya dalam melatih Bahasa Inggris, terutama speaking.

Kisah komplitnya bisa dibaca sendiri di KEy History, di blognya KEy :)

19 Oktober 2008, dan akhirnya sampailah ke tahun 2012, 4 tahun sudah usia KEy.

Saya sendiri bergabung dengan KEy di awal 2010. Sekitar Februari - Maret gitu kalo gak salah. Awal bergabung dengan KEy adalah sebuah ketidaksengajaan. Saya sekedar mengantarkan Elisa, sahabat saya, ke tempat pertemuan KEy yang kebetulan hari itu diadakan di rumah Linda, sahabat saya juga. Berhubung kegiatannya hari itu di rumah Linda, maka saya pun mampir. Toh komunitasnya juga komunitas Bahasa Inggris. Mereka ngomongin apa, Insya Allah dikit-dikit saya bakalan ngerti lah.

Ternyata, setelah mingle alias ikutan duduk di pertemuan itu, saya agak sedikit terheran-heran. Kenapa orang-orang ini menertawakan sesuatu yang menurut saya ga ada lucu-lucunya sih?

Tapi di pertemuan berikutnya, saya malah datang lagi. Dengan alasan: melatih speaking saya. Dan ternyata pemirsah, dari pekan 1 ke pekan berikutnya, saya akhirnya bisa juga ikut tertawa *dengan ikhlas dan riang gembira* dengan sesuatu yang awalnya menurut saya tak lucu tadi. Hihihi.

And the core of all is these two things: chemistry and togetherness. When you come there then you have the chemistry, it means you can build a very great togetherness with the other members. As simple as that :)

Sangat banyak kenangan, pelajaran, kebahagiaan, ilmu, persahabatan, dan lain sebagainya yang saya dapatkan sejak bergabung dengan KEy. Sebagiannya saya tuliskan juga di blog ini:


Baru-baru ini, lewat KEy, saya kembali disadarkan betapa luarbiasa tinggi kepercayaan suami saya terhadap saya. Awalnya saya kira, setelah menikah, saya akan agak susah untuk ikutan program-program KEy. Ternyata, sama sekali tidak. Suami saya memberikan kepercayaan penuh pada saya untuk tetap mengembangkan minat saya bersama KEy members. Alhamdulillaah. Suami saya emang keren :p

And today, the 4th Anniversary of KEy, much much happy to still be able to be the part of KEy, to still join to some program annually, even when I am far away from Pontianak. Then again, it proves that distance really doesn't matter :')

Happy Anniversary, KEy!

Thursday 18 October 2012

Tegaslah!



Jika orang lain tidak bisa tegas menentukan suatu keputusan yang berhubungan dengan diri dan masa depan kita hingga membuat kita lelah, maka artinya itulah saatnya kita yang harus tegas dengan diri kita sendiri. 

Begitu...

Kalimat di atas boleh dibayangkan dalam konteks situasi pilihan masing-masing loh ya :p

Boleh dimaknai sesuai kebutuhan teman-teman juga ^^v

I once did that, grab my firm. What about you? :)

Wednesday 17 October 2012

Munafik Itu...

"Jangan munafik lah, gaji segitu mana cukup untuk menutupi kebutuhan hidup jaman sekarang"

"Saya gak mau munafik ya. Kalo memang saya perlu sex toys itu, ya saya pake"

Itu contoh penggunaan kata 'munafik' yang baru-baru ini saya dengar. Dari kalimat itu,  munafik tentulah dimaknai sebagai: lain di mulut lain di sikap. Ya toh?



Yup, memang salah 1 ciri-ciri munafik adalah bila bicara ia dusta. Which means, kalo ada seseorang ngomong tapi tidak sesuai dengan perilakunya, cukuplah itu disebut dusta. Tapi, ciri-ciri munafik bukan 1 itu saja.

Ciri-Ciri Orang Munafik
Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, maka Allah membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa`: 142)

Dari Abdullah bin Amr radhiallahu anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

“Empat hal bila ada pada seseorang maka dia adalah seorang munafiq tulen, dan barangsiapa yang terdapat pada dirinya satu sifat dari empat hal tersebut maka pada dirinya terdapat sifat nifaq hingga dia meninggalkannya. Yaitu, jika diberi amanat dia khianat, jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika berseteru dia berbuat kefajiran”. (HR. Al-Bukhari no. 89 dan Muslim no. 58)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)


Naaah, begitu tuh ciri-ciri munafik berdasarkan dalil. Jadi, menurut saya, tidak oke sekali kalo menggunakan MUNAFIK sebagai justifikasi untuk melakukan sebuah kesalahan.

Misal, mentang-mentang gaji untuk sebuah profesi nominalnya kecil dan tidak cukup untuk biayai hidup, bukan berarti lantas KORUPSI itu boleh dan menjadikan pelakunya tidak munafik. Ya toh?

Atau, supaya tidak munafik, dengan alasan untuk menghindari zina lalu menggunakan sex toys sebagai pemuas kebutuhan seksual, lah dalaaah, menghindari dosa dengan membuat kesalahan baru deh tuh. Kan sudah diajarkan dalam Islam, untuk menekan hawa nafsu, kalo belum mampu menikah, ya berpuasa-lah kamu. Gitu..

Maka dari itu, berhati-hatilah bilamana kita menggunakan kata MUNAFIK. Apalagi saat akan menuduh seseorang munafik. Sudah tepat sasaran-kah tuduhan itu?