dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Thursday, 30 April 2020

Instagram Live Session for Attendance Replacement

Dear students of Kelas Miss Dini,


Bacalah deskripsi yang tertera pada form di bawah ini:

FORM akan dibuka sampai dengan Senin, 4 Mei 2020.



Thursday, 9 April 2020

Daftar Meetings Kelas Miss Dini - Genap 2020

Dear students,

Berikut daftar pertemuan mata kuliah Bahasa Inggris Kelas Miss Dini, Academic Year 2019/2020.


Silakan sesuaikan daftar meeting yang tertera dengan data Anda, yang terdiri dari:
  1. Stamp Miss Dini di DHK Bahasa Inggris masing-masing. 
  2. Email pemberitahuan score quiz/test
  3. Email salinan jawaban Anda untuk tugas dalam format writing (Writing Test - Movie Review - Video Review)

Note:
Daftar meetings untuk kelas MIPA Fisika akan dishare melalui koordinator kelas.

Thursday, 27 February 2020

Writing Test - 2020

Aspek penilaian writing test:

  1. Content and organization (sesuai format dan instruksi yang diberikan, kalimat mengalir dan rapi, setiap paragraf efektif).
  2. Punctuation, capitalization, and spelling (penggunaan tanda baca, penggunaan huruf besar, dan ejaan).
  3. Grammar and vocabulary (penggunaan grammar dan kosakata).



Meeting 13 - Writing Test.

Writing Test dikumpulkan PALING LAMBAT TANGGAL 4 April 2020. Mengumpulkan writing test = menghadiri 1 kali perkuliahan. 

Petunjuk mengerjakan writing test:

Sebanyak minimal 400 kata (atau minimal 500 karakter), buatlah tulisan dalam Bahasa Inggris yang mencakup tema:

1. Tentang diri anda. Tell about yourself, things that other people might not know about you, your hobbies, everything other people need to know about yourselves.

2. Skills atau keterampilan yang anda miliki. What skill(s) do you have? How do you get that skill? Do you get it through practice or were you born with that skill? What will you do with your skill for the future? Do you think your skill can help you to earn money?

3. Rencana Anda di masa mendatang. Tuliskan tentang mengapa Anda memilih program studi saat ini, dan hal konkrit apa yang akan Anda berikan untuk Universitas Tanjungpura serta kampung halaman atau daerah asal Anda setelah lulus nanti.

Ketik tulisan Anda dengan format:

NAMA LENGKAP
NIM
Fakultas/Prodi/Kelas


(Isi tulisan)


Jumlah kata: .... words.

Contoh terlampir.

Berikut link untuk mengumpulkan tugas writing (klik pada nama masing-masing prodi):

  1. MIPA SISFO.
  2. MIPA FISIKA.
  3. MIPA SISKOM.
  4. FEB Manajemen Pagi
  5. FEB Manajemen Sore.
  6. Teknik Sipil.


Thursday, 6 February 2020

Speaking Test Question Guidelines

Dear students of Kelas Miss Dini at Universitas Tanjungpura,

Meeting 14 - Speaking Test (Nilai speaking = nilai UAS Bahasa Inggris)


Berikut ini daftar pertanyaan untuk persiapan speaking test.


Thursday, 30 January 2020

Materi MKU Bahasa Inggris

Dear students of Universitas Tanjungpura Academic Year 2019/2020, please download, print out, and bring these learning materials for the English class.


Other materials that will have been explained by Miss Dini are also available on Instagram account @kelasmissdini.

  1. Basic patterns of tenses
  2. Noun: Concrete and Abstract Noun - Irregular nouns 
  3. Order of Adjective 


Friday, 30 March 2018

Pengen Nabung Buat Liburan, Awali Dengan Hemat Listrik di Rumah Yuk

sumber:healthvalues.org

Semakin lama tagihan listrik makin bengkak dan bikin kamu nggak bisa nabung buat beli tiket pesawat dan hotel di Traveloka.com untuk liburan nanti? Eits, jangan salahkan PLN dulu atas kenaikan harga tarif dasar listrik ini. Karena kenaikannya tentu bukan tanpa alasan. Dan kamu sebenarnya tetap bisa menghemat listrik biar jatah tabungan liburanmu nggak kekuras.

Bagaimana caranya? Coba ikuti tips menghemat listrik berikut ini:

Cabut peralatan listrik yang sudah tidak dipakai, termasuk charger!

sumber: Markus Spiske - freeforcommercialuse.net

Dari sekian banyak peralatan listrik yang ada di rumah, coba hitung berapa yang kabelnya setiap hari menancap di colokan saklar? Kadang nih, alasannya adalah karena lupa mencabut atau memang disengaja karena sering dipakai seperti charger ponsel.

Padahal nih, kabel yang terus menancap di saklar itu menyedot listrik secara tidak langsung. Meski tidak sedang kamu gunakan, listriknya tetap mengalir dan akhirnya sia-sia bukan?

Karena itu, selalu lepas peralatan listrik dari saklar begitu selesai digunakan, termasuk charger ponsel kamu. Selain bisa menghemat biaya, kamu juga menjaga biar barang-barang elektronik jadi lebih awet dipakai.

Ganti lampu dengan yang hemat energi

sumber: pexels.com

Barang elektronik lain yang tanpa sadar sudah banyak menyedot energi listrik selain kabel yang selalu dicolok adalah lampu. Walaupun token listriknya masih baru beli di Traveloka, pulsanya akan cepat habis jika lampu terus menyala. Menyenangkan memang kalau rumah kita terang benderang seperti minimarket, jadi lebih ceria rasanya. Tapi pemakaian lampu dengan watt besar, tentu menyedot energi yang besar juga. 

Jangan sedih dulu, kamu nggak perlu membuat rumah kamu jadi redup seperti café romantis biar bisa hemat listrik. Cukup ganti saja bohlamnya dengan lampu hemat listrik seperti LED. Memang sih, harga belinya lebih mahal dibandingkan dengan lampu biasa. Namun ke depannya, tagihan listrik kamu bisa berkurang banyak karena lampu jenis ini. Jadi lebih hemat kan?

Pakai rice cooker, rebus dulu airnya

Setiap hari memasak nasi di rice cooker? Biar pemakaian listriknya nggak besar, rebus dulu airnya sampai mendidih, baru kemudian masak nasinya di rice cooker. Dengan air panas, tenaga listrik yang diperlukan rice cooker buat memasak jadi jauh berkurang.

Nyalakan listrik seperlunya saja

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di malam hari. Tapi tidak perlu juga semua lampu menyala di malam hari, gunakan yang perlu saja. Selain itu sebaiknya nyalakan AC seperlunya saja, matikan ketika kamu keluar rumah. Matikan barang-barang elektronik yang sedang tidak dipergunakan dan lepas kabelnya dari steker. Dan jangan lupa matikan alat elektronik ketika kamu tidur, termasuk televisi.

Ganti dengan listrik sistem token pulsa

sumber: news.okezone.com/Arif Julianto

Selain melakukan penghematan dengan cara-cara di atas, tips lain buat menekan pengeluaran listrik adalah dengan mengganti meteran dengan sistem token pulsa. Banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan sistem token ini.

Keuntungan pertama adalah kamu tidak perlu membayar abonemen bulanan. Jumlahnya cukup lumayan loh, bisa ditabung buat liburan nanti.

Keuntungan kedua adalah kamu bisa lebih sadar dengan energi yang digunakan. Karena jumlah daya yang terpakai nampak jelas, dan kamu pun nggak perlu bingung sudah pakai apa saja selama satu bulan sehingga terkena tagihan yang banyak.

Cara beli token listrik pun mudah. Kamu bisa membelinya secara online di Traveloka.com dengan jumlah nominal sesuai yang diperlukan. Pembayaran pembelian token listrik di Traveloka.com pun bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk dengan internet banking atau transfer antar ATM.

Dengan adanya token listrik di Traveloka.com, kamu juga nggak perlu khawatir kalau kehabisan pulsa listrik di malam hari. Langsung saja buka aplikasi Traveloka.com, beli token di sana, bayar dan listrik di rumah pun kembali menyala.

Kalau biaya listrik bisa ditekan, sisa uangnya bisa dipakai buat beli tiket liburan, yakhaan? Hemat listrik yuk…

Tuesday, 20 June 2017

Rekreasi yang Bikin Geli dan Kadang Menyakitkan Hati

Tahun ini adalah tahun kedua saya menjadi pengajar honor untuk MKU (Mata Kuliah Umum) Bahasa Inggris di Universitas Tanjungpura. Seperti biasa, setiap akhir semester, setelah menginput nilai ke SIAKAD Untan, selalu ada cerita yang menarik untuk dituliskan. 

Image from 123RF

Tuesday, 14 March 2017

Hotel Aston Bandung, Solusi Penginapan Strategis di Jantung Kota



Sejumlah pengunjung me-review hotel Aston Pasteur sebagai satu rekomendasi akomodasi yang tepat,  terutama ketika berkunjung ke Bandung. Apakah Anda ingin jadi salah satunya?

Dekat dengan Jakarta, tidak heran jika Bandung menjadi salah satu destinasi liburan pada akhir pekan. Pun itu sebabnya, Anda yang ingin berkeliling Bandung saat weekend haruslah siap dengan macet yang melelahkan. Pada banyak kasus, macetnya bahkan bisa lebih parah dari Jakarta, lho!

Alih-alih banyak menghabiskan waktu di jalan protokol yang padat, ada baiknya untuk memilih penginapan di area yang tidak terlalu ramai. Nah, satu rekomendasi yang bisa Anda coba, yakni Aston Primera Pasteur, Bandung. Adapun dari pintu keluar Tol Pasteur, hotel ini dapat dengan mudah Anda temukan. Tampilannya, berupa bangunan putih besar yang dapat dikatakan “tampak baru” ketimbang hotel-hotel lain.  

Lokasi strategis, dekat dengan pusat perbelanjaan dan kuliner yang memanja lapis lidah. Tidak heran, jika  pada akhirnya hotel bintang empat ini menjadi hotel favorit banyak orang. Oh ya, pada waktu-waktu tertentu, hotel ini juga kerap kali digunakan oleh para turis maupun pelancong bisnis. Dikenal sebagai hotel di Bandung yang pertama kali punya IPTV, Aston Primera Pasteur Hotel & Convention Center ini menyediakan beragam fasilitas yang menarik, mulai dari restoran dan kolam renang outdoor, jaringan internet (wifi), hingga layanan transfer ke bandara terdekat.

Setidaknya, ada sekitar 204 kamar yang tersedia di sana. Anda, bisa menjajal beragam nuansa yang ditawarkan, seperti halnya nuansa Mediterania, Timur Tengah, klasik khas Eropa, minimalis, hingga perpaduan unsur modern dan tradisional. Adapun seluruhnya, dijamin dengan beberapa fasilitas modern, seperti penyejuk udara (AC), brankas, bar mini, TV kabel layar datar, dan furnitur penunjang seperti meja tulis dan tempat tidur nyaman. Pada kamar mandinya, dapat Anda temui shower air panas-dingin, bathtub, alat pengering rambut (hair dryer), serta perlengkapan mandi. Untuk meningkatkan kepuasan pengunjung, Aston Pasteur Bandung juga melengkapi fasilitasnya dengan layanan resepsionis selama 24 jam, jasa penitipan bagasi, serta laundry. 

TERLETAK DI JANTUNG KOTA

  
Anda dapat menjangkau Hotel Aston Primera Pasteur Hotel and Convention Center, selama sepuluh menit (kurang lebih satu kilometer) setidaknya dengan titik tolak Bandara Husein Sastranegara. Bisa dikatakan, lokasinya sendiri amat strategis, yakni dekat dengan pusat perkantoran, niaga, serta hiburan.

Berikut adalah beberapa lokasi wisata yang dapat Anda kunjungi, ketika menginap di Hotel Aston Bandung.

1. Cihampelas Walk 

Berjarak sekitar 2,2 kilometer dari hotel, Cihampelas Walk (Ciwalk) merupakan satu pusat perbelanjaan mewah di Kota Bandung. Adapun mal ini berdiri sejak tahun 2004, dan menawarkan satu sensasi belanja yang berbeda; terutama soal kebersihan dan kenyamanannya.  

2. BTC Fashion Mall

Bandung Trade Center--atau yang populer dengan singkatan BTC--menjadi salah satu surga  belanja yang berlokasi di Jalan Dr. Djunjunan No. 143 - 149. Anda dapat menjangkaunya, sekitar 500 meter, dari pintu keluar Tol Pasteur. Terdapat banyak tenant yang mengisi mal berlantai empat ini, mulai dari aksesori, kafe, fashion, wahana bermain, elektronik, pusat kecantikan, hingga sekolah musik.

3. Lactasari Mini Dairy Farm

Peternakan mini ini berada di bagian atap Mal PVJ. Secara umum, ini adalah solusi bagi Anda yang ingin berbelanja dengan nyaman, sembari membawa anak-anak. Didesain sedemikian rupa agar menyerupai peternakan, Lactasari Mini Dairy Farm terbagi ke dalam empat area, yakni area kambing, domba, sapi, dan kelinci. 

4. Paris Van Java Mall

Populer dengan nama Paris Van Java Mall, sesungguhnya pusat perbelanjaan ini bernama Paris Van Jawa Resort Lifestyle Place. Tergolong baru (diresmikan pada bulan Juli 2006),  Anda dapat menemukan konsep bangunan yang kental dengan desain Eropa; pun dengan pemandangan burung-burung hias yang terbang bebas. 

Sembari berkeliling, PVJ terbagi ke dalam beberapa area, mencakup first floor, ground floor, upper ground, serta lower ground. Masing-masing lantainya, diisi oleh beragam tenant kenamaan; serta jajaran kafe-kafe yang memanja lapis lidah. Terdapat pula, satu wahana permainan baru, yakni ice scating rink Gardenice, yang terletak di lantai satu. 

BEBERAPA CATATAN TENTANG HOTEL ASTON BANDUNG

  
Dapat dipesan langsung via Traveloka, berikut adalah beberapa catatan terkait Hotel Aston Bandung yang harus Anda ketahui. 

1. Terdapat fasilitas extra bed, yang hanya berlaku maksimal untuk satu orang (sudah termasuk sarapan pagi).
2. Anak berusia di bawah lima tahun (maksimal satu orang), dapat tidur satu kamar bersama orang tua, tanpa tambahan biaya (tidak termasuk sarapan pagi). 

Wednesday, 25 January 2017

Jurnal Miss Dini


Setiap tahun ajaran selalu punya cerita. Tahun ajaran 2016/2017 ini merupakan semester ketiga saya mengajar mata kuliah Bahasa Inggris di Universitas Tanjungpura Pontianak. Cerita di semester ini tidak jauh berbeda dari cerita semester-semester sebelumnya. Masih berputar di tema tentang attitude mahasiswa, effort mahasiswa, juga tentunya tipe kecerdasan mahasiswa yang berbeda-beda. Dari 3 semester belakangan, untuk mata kuliah Bahasa Inggris, saya menyimpulkan ada beberapa type mahasiswa: mahasiswa kece, mahasiswa oke, dan mahasiswa oke deh.

Mahasiswa kece, biasanya di kelas cukup aktif, sudah punya basic skill yang baik, either berbekal dari belajar Bahasa Inggris yang serius sejak SD hingga SMA, atau lewat kelas tambahan di lembaga kursus. Mahasiswa kece, ngumpulin tugas selalu on time. Kalo disuruh presentasi di depan kelas, selalu siap sedia. Mahasiswa kece merasa rugi kalo harus absen. Jika terpaksa absen, itu pun karena harus mewakili kampus atau mewakili bangsa ini dalam ajang lomba.

Mahasiswa oke, tak kalah keren dari mahasiswa kece. Mahasiswa oke, punya keunikan yang menarik. Walaupun skill Bahasa Inggris biasa-biasa saja, tapi punya effort yang bikin dosen jadi ga tega ngasih nilai D, apalagi E. Meskipun dirasa berat, tapi tugas tetep beres, nyaris tak pernah absen pada pertemuan di kelas, dan tidak sungkan bertanya ke teman kalau-kalau ada tugas saat kebetulan absen.

Mahasiswa oke deh, hampir sama keren dengan mahasiswa kece dan oke. Dikasih tugas, yaa oke deh. Bisa dikerjakan, bisa juga ditinggalkan begitu saja hiks. Ada yang karena sejak dikenalkan Bahasa Inggris di bangku sekolah sudah alergi sehingga tak bersahabat dengan Bahasa Inggris, ada juga yang abaikan tugas karena sibuk maen game di smartphone masing-masing atau sibuk nyari duit buat bayar semesteran. Walhasil, bila tiba masanya menginput nilai, terkadang dosen *yang seperti saya* harus agak sedikit tega terutama kalau mahasiswanya sama sekali tidak menampakkan itikad untuk menolong diri mereka sendiri sepanjang semester.

Hasil tidak pernah mengkhianati usaha, ya kan?

Seperti yang selalu saya ulang-ulang di status media sosial saya sejak tahun duaribu belum pakai belasan, sejatinya semua siswa/mahasiswa itu cerdas. Kita semua unik. Yang membedakan hanyalah jenis kecerdasan masing-masing, serta MAU dan TIDAK MAU mengembangkan kecerdasan kita. That's it. Sekali lagi, hasil tak pernah mengkhianati usaha. We always get what we deserve. So, just enjoy your score ;)

Tuesday, 2 February 2016

Bukan Pelit Nilai


Dear adek2 mahasiswa kesayangan miss dini angkatan 2015/2016. Congrats untuk yg dapat nilai A, B, maupun C. Again, nilai is just a matter of numbers and letters. Nilai bukanlah ukuran kecerdasan. But please note this: hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Kalau merasa hasil tidak sesuai dengan usaha yang sepertinya sudah maksimal, it means you need to change your perspective a lil bit. Bagi kami (saya dan rekan2 guru lainnya), memberikan nilai 80, 90, A+, B- dst adalah hal mudah. Tinggal ubah data di excel, ganti 60 menjadi 90, voila! Muncullah angka A di siakad dan transkrip kalian kelak. Pertanyaannya, apa kita layak dengan nilai itu? Apa kita yakin nilai A di transkrip/siakad tersebut bisa kita pertanggungjawabkan?

Tapi miss, teman saya yang biasa2 saja nilainya kok bisa A? UASnya kok bisa tinggi? Ada 2 kemungkinan: 1. Karena dia rajin, mengulang materi dengan sungguh2 ketika akan UAS, 2. Karena dia mencontek saat UAS. Orang rajin bisa mengalahkan orang pintar. Orang mencontek tak akan selamat di akhirat. Please do remember that. Oh, 1 kemungkinan lagi: lucky guess, alias tebak2 tapi benar.

Tapi lagi miss, saya aktif di kelas, tak pernah absen, rajin bertanya, sudah mengerjakan perbaikan dari soal di blog miss dini, tapi kenapa nilai saya C? Kemungkinan besar karena jeblok banget di UAS. FYI, ada yang nilai UASnya harus saya katrol sekian puluh poin dari nilai aslinya demi bisa minimal C, lulus, sehingga tidak perlu mengulang tahun depan. Kalau tetap ingin perbaikan supaya nilainya lebih baik, well that's your choice.

Once again, nilai is only a matter of numbers and letters, nilai hanyalah bonus. Jadilah mahasiswa yang studying-process oriented, bukan mahasiswa yang scored oriented. Berorientasi pada proses belajar dan ilmu yang didapatkan selama di kelas, jangan jadi mahasiswa yang berorientasi nilai tapi ketika ditanya "Where are you from? What do you think about education in Indonesia?" etc lantas diam melongo. Jangan gampang menuduh guru atau dosen pelit nilai, kalau sebagai mahasiswa, kita pun malas dan tidak antusias belajar, jarang hadir di perkuliahan, dan telat mengumpulkan tugas.  

Nilai yang tertera di buku rapor dan transkrip nilai yang menyertai ijazah kita kelak itu nanti hanya membantu di langkah pertama ketika akan, sebut saja, melamar kerja. Di lapangan pekerjaan, no one cares about your scores. Yang orang-orang pedulikan adalah skill, attitude, dan kinerja kita. Nilai sempurna tapi tidak punya skill, attitude nol, dan malas-malasan, then just get ready to be left behind.

Tolong bantu saya agar ringan langkah saya menuju syurga, karena tujuan utama saya pindah dari Sekadau ke Pontianak untuk kembali berkarir lewat jalan mengajar adalah agar ilmu yang Allah titipkan pada saya menjadi ilmu yang bermanfaat dan menjadi amalan yang tak terputus ketika saya meninggal kelak.

Semoga nyampe di hati dan jangan merajok yesh sama miss dini kalo nilainya ndak sesuai dengan ekspektasi. I give you what you deserve :) Dan, kalau memilih mengulang di semester depan, belajarlah dari kekeliruan di semester kemarin. Good luck, dan semoga dapat A :D

Friday, 10 April 2015

Vacation Project: A Present to My Dad

5 years ago this month, April 8, I was officially getting my S.Pd degree after accomplishing the skripsi examination. I announced the good news to my dad as a birthday present for him. Here it is, pak. Your only daughter finally finished her study.

Today, I was crying on my way to his grave, imagining how happy he would be to know that today I’ve registered for my thesis examination, my so-called Vacation Project. Insya Allah I will do the exam next week, April 17, 2015. And the process to the exam is done in the day he was born, April 10 :’) So, this is also a present for him.

Nothing along the process of doing the project will be so smooth as I experienced today without the willingness and power of Allah The Almighty. Which maybe the power is delivered because He granted my father and my mother’s prayers. Also my husband’s. And close friends’. “Then which of the Blessings of your Lord will you both (jinns and men) deny?” (ArRahman : 13).

I feel like to copy paste the acknowledgement page of my thesis for this post but I think it also won’t be enough. Nobody can reimburse their kindness to me but Allah. So, let’s just wait, I believe Allah will give them all His blessings in various ways :)

This won’t be the end of my journey in pursuing my passion. I don’t know how, but I believe there will be the next steps I will go through. Insya Allah.

Friday, 13 March 2015

To be remembered

Beberapa pekan lalu, saya mendapat kabar yang bikin shock. Salah seorang teman seangkatan saya di kampus, Hardiana, dipanggil Allah dalam usia yang masih muda. Seumuran saya. 27, atill young, no? Perantara ajalnya adalah sakit anemia aplastik dan maag kronis. Berita itu mengingatkan saya bahwa maut tak kenal usia. Kematian tak mensyaratkan kita harus tua dulu. Begitulah.

Hal pertama yang terlintas ketika mendengar kabar beliau telah tiada adalah senyum dan candanya yang khas. Meski kami teman sekelas semasa kuliah, tapi kami bukan teman akrab yang rutin berjumpa dalam kurun waktu tertentu. Tak juga rutin berkirim pesan lewat berbagai aplikasi messenger atau layanan sms. Apalagi berbagi kabar lewat panggilan telepon. Tak pernah. Namun ketika kami berjumpa di kampus, khususnya ketika tak ada lagi proses belajar mengajar rutin seperti di semester -semester awal perkuliahan, Hardiana selalu dengan hangat melontarkan canda dan berbagi tawa riangnya dengan saya. Tak akan pernah saya lupakan.

Maka ketika saya dan teman-teman mendapat kabar duka itu, saya merasa seperti kehilangan teman akrab. Sedih. Tak menyangka. Meski pastilah tak sesedih keluarga dan kawan-kawan akrabnya.

So that is how we remember her. Hardiana yang ceria. Hardiana yang sanggup membuat kami merasa seperti teman akrabnya. You will always be remembered, Hardiana :')

Kelak ketika kita tiada, seperti apakah kita akan diingat? Tak bisa dibuat-buat. Orang-orang akan mengingat kita apa adanya kita. Jadilah diri sendiri. Jadilah yang terbaik dari diri kita sendiri. Bukan semata untuk dikenang orang-orang. Tapi supaya di akhirat sana Allah berikan rahmatNya agar kita bisa berkumpul di syurga bersama mereka yang kita sayangi.

Friday, 20 February 2015

Weblogs as e-portfolio

Technology, especially the Internet, presents us with new opportunities for authentic tasks and materials, as well as access to a wealth of ready-made ELT materials (Dudeney & Hockly, 2007, p. 8). Therefore, it will not be a huge leap to jump from blog filing cabinet to blog portfolio. The traditional portfolio process is supported almost perfectly by Weblogs. First, students collect the work they might want to consider highlighting in their portfolio and then they select those that represent their best work. This can include links to videos, podcasts, presentations, and more, all of which we'll cover in later chapters. They then reflect on the choices they made something they can easily do in a blog post. Finally, they publish the result for others to see. Even more powerful is the idea that these portfolios could conceivably span many grades and many classes (Richardson, 2010, p. 39).

Wednesday, 18 February 2015

Entry Seven: Never Ending Writing

Self-enticement to delay, till the 17th day of this month which should have been Entry Seventeen of this project, is still the major factor of why ten days have been wasted for nothing. I really thank Allah that I have two great supervisors who never stop insisting me to finish this project. And now this sentence is starting to sound like 'Acknowledgement' section of a paper :lol:

Today, I pull myself to continue writing. So far I've written about 1,000 words of 13,374. I don't know whether or not this kinda project has minimum or maximum words, but I reckon what I am doing today hasn't my best yet. Then I took a break a while, checking my phones that remain silent *because I set them so*, and one SMS was unread in my primary number. I thought it must be from the cell-operator that frequently send messages to the customers. Surprisingly, it wasn't them. It was one of my supervisors, asking whether or not I have finished writing the thesis. It wasn't his first SMS asking the question. And I feel like a student who procrastinate the project for years for receiving that kinda question at that time :'( Feeling sooo guilty *again and again*

Today I really feel grateful to have the SMS. It opened my eyes and got me up, and made me aware that this vacation project denies all the delays. This project deserves to be paid myriad attention from me. I cannot have reason to keep the lazy bones growing in me. This project does have DEADLINE, and I have to make it on time!

I have 24 hours a day. And I think I am to make the half of it to accomplish the project. What about yours?

Thursday, 12 February 2015

Entry Six: Beginner Writer


Having been 'tolerant' with my very own writing schedule and confessed that I am guilty of it, I finally have to get myself up by realizing that guilty is not enough. I must follow it up with an action. Start writing. No matter how awful my writing will be. 

The extra challenging part of doing this writing is the temptation to copy-paste other researchers' sentences in their research paper. I really need to read more and read a lot. As a beginner writer, even for composing only a paragraph is a difficult thing to do for me. I felt like being knock-up when reading others' research paper, their ingenuity in arranging the sentences, the words they choose are just so sophisticated. While mine? Mine is a text-based communication style :'(

Monday, 9 February 2015

Entry Five: Vacation Project, Last Day of Online Observation

Halo!

Alhamdulillah I have finished doing the online observation, the formal one. It means, I observed plus put some notes and captured the participants' Weblogs. I think later on when I start writing the result of this project, I will re-visit their blogs.

Having done all the series of the Chapter 4 pre-writing has arisen my guilty whatsoever. I know this project has no specific deadline, that's why I deadline myself. Unfortunately, I am *oh yes AM STILL* aware that I just can deny the deadline :(((( As an example, instead of just doing the last online observation yesterday, I skipped it, and acted like Sunday is the time to chill out, no project, as if the rest of the days I seriously do have big daily project like everyone else :p

At least I feel guilty, yes? 

Saturday, 7 February 2015

Entry Four: Vacation Project, Online Observation Day 2


Isn't it wonderful that a project turns into something you enjoy? Absolutely it is. I think what I wrote on my about.me page represents the situation, that when your job is your passion, then it's very perfect combination. Or yes, just like an exquisite quote from Confucius, "Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life". Day 2 of the online observation has elevated *or re-elevated* my passion of blogging.

I almost forget that the reason I changed my blog url was to keep me blogging. Yet the quantity of the posts in this very blog has been decreasing sooo significantly: 237, 118, 19 from the last three years. Thank God that this project, in the second day of doing the online observation, I realize that blogging is maybe the only passion which can keep me 'alive'. 

Thursday, 5 February 2015

Entry Three: Vacation Project - Online Observation Day 1


It has been so long time I didn't actually do blog walking. I used to love doing it, because blog walking means a lot of things. Blog walking means learning from other people's point of view, a training to self-patience, a chance to have new friends, respecting people's choice, and so on. And this project reminisces me to those values. The difference is, when I do blog walking for merely blog walking, no strings attached as I am doing for this project*, I got a lot of bloggers visited and put comments in my posts. Aww, it was also so much string attached :p

Wednesday, 4 February 2015

Entry Two: Vacation Project

It's such a big challenge to do this project at this very moment, with so many distractors *which mostly I created myself hiks hiks*. Anyway life must go on. Then I have to force myself to continue this project, and also post this entry two.

So far, I have done with the questionnaires and interview recordings. I have printed them out for the convenience of reading them through. I am now still in progress to divide the text into segments of information, and then collapse the code into themes. Thank God my experience using blog really helps me a lot to sort the things out.

Mostly, the data are in line with the theories I provide in Chapter 2. It should be that way, for sure. Anyway I still need to explore more from Online Observation to triangulate the data. I plan to do it tomorrow.

Okay then. I think I really have to fight myself from any laziness that might provoke me to procrastinate, for last nite I had a dream that one of my lecturer asked me how far I have been doing the project :'((((

So see you tomorrow with next entry.

Monday, 2 February 2015

Entry One: Vacation Project

This should not have been entry one, because I am now in the middle of my 'Vacation Project' entitle "A Study of How Students Utilize Weblogs in Developing Writing Skill". Anyway, it just came through my mind last night when I regret the days I procrastinated doing this project. Well then, I think procrastination more won't help, that's why I decide to make this entry, and let's agree this is entry one.

The choice of the topic, I think you all know why, that beside I do not have any class to conduct a Classroom Action Research, I find it is easier to do things that meet our passion. And voila, there came the topic about blog. And Alhamdulillah I could convince my lecturers to accept my research proposal. December 19, 2014 was the day I had the seminar, and I think I am still satisfied with the result :")