dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Wednesday, 22 May 2013

Erdoğan

Selalu kangen dengan baitullah, beserta kisah-kisah yang kami bawa selama menjalani umroh di awal tahun kemarin. Jadi, saya ingin berbagi nostalgia tentang perjumpaan dengan beberapa saudara seaqidah yang saya jumpai.


Hari ini, mau berbagi cerita tentang perjumpaan dengan ibu baik hati yang ada di foto atas ini. Saya berjumpa beliau ketika berada di Masjidil Haram. 

Jika biasanya saya dan suami menuju masjid bersama teman-teman sekamar, hari itu saya dan suami memilih berjalan berdua saja. Suami menuju shaf shalat pria, saya ke bagian wanita. Sembari menanti masuk waktu shalat, saya tilawah. Sesekali berhenti sejenak untuk shalat sunnah, melantunkan doa-doa untuk diri sendiri maupun doa titipan para kerabat, sembari memandangi Ka'bah, dan menyeka air mata yang bisa-bisanya keluar begitu saja.

Sungguh, kita akan menangis tanpa rasa malu ketika memandang Ka'bah.  

Melihat saya menangis Ibu yang berada di foto tersebut, yang duduk di sebelah saya, menepuk pelan pundak saya sembari mengatakan kalimat yang di telinga saya terdengar begini: "In Syaa Allah, ijabah. Ijabah" Saya mengerti maksud beliau adalah, doa-doa saya In Sya Allah akan terkabul. Kira-kira begitu.

Saya pun tersenyum, lalu mengajak beliau berkenalan, dengan Bahasa Inggris, karena Bahasa Arab saya sangat payah sekali. 

Pertanyaan standar para jamaah umroh yang belum saling mengenal adalah: "Where are you from?"

Yap, beliau berasal dari Turki.

Hal yang pertama kali terlintas dalam pikiran saya saat mendengar negara Turki adalah Perdana Menteri Turki, Erdogan. Selama ini, saya selalu melafalkan nama Erdogan sebagaimana namanya tertulis. Ternyata, cara bacanya bukan begitu hehehe. Ke mana aja buuuk :p

Ketika saya menyebut "Erdogan" di depan beliau, beberapa detik beliau sempat bingung, lalu mengoreksi cara pelafalan nama Erdogan yang benar: Erdoğan (dibaca: Erdoan). Saya pun manggut-manggut.

There's a lot of things yang sebetulnya ingiiin sekali saya tanyakan pada beliau mengenai Turki, juga tentang diri beliau. Sayang, beliau tidak bisa berbahasa Inggris, dan saya tidak bisa berbahasa Arab, apalagi bahasa Turki :(

Anyway, meski tidak mengerti bahasa satu sama lain, kami tetap berkomunikasi, beliau melanjutkan bicara dengan bahasanya, saya menyimak dengan seksama, berusaha memahami kata-kata yang bisa saya terka, dan menyalami dan berpelukan dengan beliau, menyertakan ukhuwah yang kami punya :')

19 comments:

  1. untungnya tidak salah sebut jadi mendoan ya,
    perjalanan ke baitullah selalu menghadirkan beraneka sensasi kerinduan... yang intinya selalu ingin lebih dekat dalam pelukan Sang Khaliq....salam :-)

    ReplyDelete
  2. pake bahasa tubuh hehehe

    ReplyDelete
  3. asyiik banget ya bisa ketemu orang yang satu visi dalam hidup. indahnya kebayang, pasti on top of the world banget deh Mbak. selamat. salam buat ibu Turkinya (ehh kapan ketemu laginya)

    ReplyDelete
    Replies
    1. visi menuju JannahNya :')

      Delete
  4. Tidak bawa translate yah mbak? biar bisa gampang komunikasinya. Tapi salut deh dengan mbak soalnya bisa ngerti bahasa Turki :)

    ReplyDelete
  5. bahasa ternyata tidak membuat hati dan cinta menjadi berjauhan ya...
    sebuah keindahan yang saya pengenin
    bisa meneteskan air mata di depan Ka'bah...kapan, dan layakkah itu bagiku??

    ReplyDelete
    Replies
    1. layak laah, pengusaha ubi madu, bisa berangkatin sekampung. yakin sayaa..

      Delete
  6. keren sekali mbak..aku juga pingin bisa ke rumah Alloh, one day... ( selalu komen yang sama soal ini..hehehe)

    ReplyDelete
  7. berkunjung saja mba,mudah-mudahan mbak bisa bertemu lagi dengan beliau.aamiiin.

    ReplyDelete
  8. ketika disana kita bisa bertemu mereka saudara kita seagama dari belahan bumi manapun. sungguh baik jika kita bisa merajut silaturrahmi bersama mereka.

    ReplyDelete
  9. Erdogan...mmm jadi ingat sama temen saya mbak. februari lalu istri beliau melahirkan seorang anak perempuan cantik...karena beliau kagum banget sama Pak Recep Tayyip Erdogan, maka anaknya dikasih nama Erdogana...

    ReplyDelete
  10. Hayoo miss jadi inspirasi buat belajar bahasa Arab lagi... he he

    ReplyDelete

Because sharing is caring