dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Tuesday, 26 March 2013

Jika Restu Ortu Tak Didapat

Peringatan: Tulisan ini bakalan panjang banget. Jadi, jika tak ingin membaca, langsung ke kolom komen juga boleh :p

[5 Februari 2011]

Sejak menikah, nyaris tak pernah saya 'berbagi galau' dengan teman-teman di friendlist facebook saya. Pertama, saya berusaha mengazamkan pada diri sendiri agar semaksimal mungkin memanfaatkan akun-akun yang saya miliki di dunia maya untuk berbagi yang baik-baik, yang bisa membuat orang lain ikut bahagia dan terinspirasi. Kedua, galau macam apa yang bisa saya tuliskan di facebook sedangkan suami lebih asik untuk diajak menghilangkan kegalauan. Sahabat-sahabat pun banyak yang mau mendengarkan saya bercerita, baik cerita yang mengandung galau ataupun yang bukan.

Kalau Allah jelas selalu nomor 1. Nothing to compare Him to.



Berbeda dengan Ahad malam kemarin. Status facebook saya agak anti mainstream dengan status-status saya yang biasanya. It sounded like this:

Survey: Apa yang akan anda lakukan jika ada seorang *katakanlah* teman, di friendlist facebook anda, mengupdate status yg isinya mengarah pada menghina ibu kandung anda? Contoh kasus: berlandaskan naluri seorang ibu, ibu anda tak ridho dengan hubungan dia dgn adik anda karena tak suka dengan kepribadiannya,­ lalu sejak saat itu, isi statusnya masih saja menyinggung ketidaksetujuan­ ibu anda *yang juga ibu adik anda, of course*, sedangkan anda sudah berusaha ajak bicara dari hati ke hati, bicarakan baik-baik di ruang privat, namun tidak ada perubahan. Dinantikan komentar teman-teman loh. Thanks in advance. *Nb: Anggap saja status ini adalah survey sekaligus bahan tulisan saya berikutnya di blog :)

Saya cukup yakin, siapapun yang mengenal saya, akan segera menyimpulkan bahwa apa yang saya tulis di status malam itu bukan sekedar survey, melainkan benar-benar terjadi. Bahkan terjadi pada saya. Well, bagi yang ingin menganggap begitu, saya persilakan. I have no power to control people's mind, no? :p

Oke. Karena saya sudah berniat menjadikan intisari dari status tersebut sebagai bahan menulis di blog, mari kita langsung masuk ke pokok persoalan. *berasa mau bikin materi buat presentasi ke sponsor loh ini hahaha*

  • Problem Pertama: Hubungan yang tak direstui oleh ortu salah satu pihak.
  • Problem Kedua: Reaksi terhadap keputusan ortu yang tak restu.
  • Problem Ketiga: Habluminannaas, atau hubungan horizontal, atau hubungan sosial, terutama yang dijalin di dunia nyata serta dunia maya dengan pihak yang terkait.


1. Hubungan tak direstui orang tua

Contoh kasus di status facebook saya adalah, orang tua tak restu karena tak suka dengan kepribadiannya. 

Perjalanan/safar akan menguliti seseorang, demikian kata hikmah yang disampaikan oleh sahabat Rasul Shalallahu 'Alaihi wa Sallam, Umar bin Khattab Radiyallhu Anhu. 

"Jangan engkau merasa bahwa engkau telah mengenal saudaramu dengan baik, jika engkau belum pernah melakukan safar/perjalanan bersama saudaramu tersebut, atau sebelum engkau pernah bermalam bersama saudaramu. Perjalanan panjang/safar, akan memiliki banyak hikmah dalam ukhuwah dan kehidupan. Di sini kita bisa menguji, siapa diri kita sebenarnya, dan siapa dan bagaimana saudara kita yang sebenarnya."

Nah. Anggap saja orang tua yang tak restu, mengetahui pribadinya melalui safar atau perjalanan yang pernah dilalui bersama. Ditambah dengan naluri seorang ibu, rasa-rasanya bukan saja sekedar HAK, bahkan sudah menjadi TUGAS dan KEWAJIBAN orang tua untuk ikut memberikan pertimbangan pada anak-anaknya tentang pilihan yang diambil oleh anak. Apalagi, pilihan yang berkaitan dengan masa depan, berkaitan dengan setengah ad-dien pula. Tak perlu lah rasanya saya paparkan panjang lebar bahwa Ridho Allah itu Tergantung pada Ridho Orang Tua

Masa iya sih kita bisa tenang menjalani pernikahan yang tak diridhoi orang tua, tak diridhoi Allah pula...

Contoh kasus lainnya adalah, sudahlah restu orang tua tak didapat, ngotot pula menganggap bahwa 'sang kekasih' masih cinta hanya karena 1 dan 2 perlakuan. Padahal fakta dan realitanya adalah: ah, sudahlah. Simpulkan saja sendiri :p Duh, benar-benar kasihan kan. 

So, to the girl, read this: No, we don't hate you. We don't have time to hate you because we are busy loving people who love us. We just poor you. Poor you a lot. Hihi ^^v

2. Reaksi terhadap keputusan ortu yang tak restu.

Lalu, bagaimana jika hubungan tak direstui orang tua? 

  • Pastikan dulu dengan sebenar-benarnya bahwa orang yang kita anggap kekasih itu juga masih menganggap kita kekasih. Kalo sudah tak dianggap, yah ngapain dipertahankan. Sesekali, kesampingkan perasaan, gunakan akal. Logislah. Seperti yang pernah saya tuliskan di tulisan tentang Cuek dan Dicuekin itu loh :D
  • Jika poin 1 checked, maka yang kedua, berbesar hatilah. Face the fact and the reality. Hafal Rukun Iman yang 6 kan? Kalo lupa diingetin lagi nih. Rukun Iman ada 6: Iman kepada Allah, Iman kepada malaikat Allah, Iman kepada kitab-kitab Allah, Iman kepada Rasul-Rasul Allah, Iman kepada Hari Kiamat, dan Iman kepada Qada dan Qadar. Percaya kan sama Rukun Iman yang keenam? Baguuusss. Yakinlah, kalo jodoh gak bakalan ketuker. Kalo jodoh pastilah ke KUA. Jadi, jangan takut gak dapet jodoh muehuehuehe.
  • Andai kata kita menganggap alasan orang tua sang kekasih tak logis dan tak masuk akal, buktikanlah. Prove them that we deserve to be the one! Kalo bisanya cuman misuh-misuh gak jelas di facebook sih percuma saja. Yang ada malah semakin menurunkan kualitas diri sendiri di mata orang lain.

3 aja deh. Kalo ada yang mau nambah, boleh di kolom komen hehe.

3. Habluminannaas, atau hubungan horizontal, atau hubungan sosial, terutama yang dijalin di dunia nyata serta dunia maya dengan pihak yang terkait.

Poin ketiga inilah yang menarik. Jadi, berdasarkan status tersebut, situasinya adalah, teman-teman mengenal bahkan menjalin pertemanan dengan si dia yang tak direstui ini, di dunia nyata serta dunia maya. Dunia mayanya adalah facebook. Agak miris *sekaligus kasihan* sih sebenarnya ketika melihat orang lain dengan entengnya mengumbar-umbar galau ke khalayak ramai. Tapi rasa kasihan itu bisa berubah menjadi murka ketika galau yang diumbar-umbar melibatkan orang yang kita kenal. Plus, orang yang kita kenal itu adalah ibu kandung kita. Agak semacam tak tau malu dan tak kenal etika kan ya. Apa gak mikir ya gimana kalo statusnya dibaca anaknya? 

Maka, saya mau copy paste komentar-komentar yang muncul di status yang saya update kemarin yak:

Hye Rin:

kalau udah di ajak ngomong baik2 gak bisa...coba dikerasin dikit, bukan juga dibentak2 sih hanya diberi penegasan, bahkan kalau perlu langsung temui orangnya, dan bicara face to face heart to heart dengan kepala dingin, jangan sampai kita terpancing esmosi hehe...kalau masih gak bisa, keluarin dalil2 (hahahaa, bukan maksud menggrui dia atau sotoy atau sok alim gitu, cuma mungkin kali aja dia bisa tersentuh dengan diingatkan melalui ayat2 Allah), inisiatif lain minta temennya untuk memperingtkan dia, kalau dia tak seharusnya melakukan apa yang telah dia lakukan , mungkin melalui teman lebih kena ke hatinya, karena mungkin temannya lebih mengerti bagaimana sifatnya, moodnya, yah situasinya gitu lah...hehehhe, saran dr pacarnya Shinici Kudo sih cuma itu aja kak...Ttd Rinaranmouri

Renna Mardita:

Simpel jak, Din.. Ajarkan care move on kilat utk ybs :p

Dini Wahyuningsih


Kalo kamex jadi si kakak:
1. Ajak ngomong si adek, klo die ngeyel kluarkan jurus jitu, "pilih emak yg 9bln 10hr betaroh nyawe mengandung, melahirkan, dan membesarkan dsb atau tu orang yg jelas-jelas kelakuan nye gitu. Meskupin hanya status tapi klo dah menghina jangankan ibu kite, menghina org lain jak tak berhak die.
2. Klo tadak gak diindahkan dg alasan adek kite cinte, kasi tau tuu org tercintenye baek2 sekali lagi, mo berubah jd lbh baik dan mintak maap ndak? Klo ndak dahlaah mang tak baek.
3. Kenalkan adek kite dengan orang laen. Satu-satu nye jalan yee itu. 
4. Blok saja itu orang dari dunia maya dan nyata kite. Ndak perlu dibace dan dikenal. Bukan nye mutos silaturahim tapi, sape dari pd buat dose dan kite saket hati tak berkesudahan.
Gitu siih, adek yang baek pasti nurut kate kakak dan kate emak. Ape lagi dalam hal kebaikan buat die. ^^
Sok bijak e kamex :p


Caranya kasih dy baca buku "perempuan suci" din disitu ada kisah yg sm persis n cara penyelesaiannya ;)

Ninkz Saje Laa:


mengumbar 'nafsu' di fb.....
Ndak skalian djadikan tembok ratapan jaa tu pesbuk nx....
Hehehee...
Mudah"n laaa insap...
Seharusnx die paham.......Ini lah sebabnx...Ngape mak si budak tu tak like ngan die....Lom jd menantu jak aib di pajang.....
Cammane nnti....
Tak sadar kali die....Tu laaa cerminan diri die...
Tp apepon laaa mahluk itu.....Semoge laaa die bekace dengan ngeliat bayang dirinx yang sarat kekurangan....Bukan bekace dg melihat bayang kekurngan orang lain...
Sekian..

Hihihi itu murni saya copy paste gak pake edit.

Jadi intinya, saran yang muncul untuk menyikapi seorang yang dengan entengnya membawa-bawa keluarga  (misal: ayah, ibu, adik, kakak, tante, dll) dalam kegalauan dan mengumbarnya ke khalayak ramai, adalah:
  1. Ditegur dengan keras dan tegas, kalo perlu sertakan dalil (ayat AlQur'an dan Hadits)
  2. Minta tolong orang ketiga, misal: teman dekatnya.
  3. Memberi tips dan trik agar cepat move on
  4. Block akun facebooknya
  5. Kasih pinjem buku yang sesuai tema
  6. Memintanya untuk berkaca pada kekurangannya sendiri, bukan melihat bayangan kekurangan orang lain.

Ada 6. Saran yang oke dokeh semuanya d^.^b

Bagaimana dengan teman-teman, kira-kira akan ambil langkah yang mana nih? :)



95 comments:

  1. ini menarik. Insya Allah nanti saya pasti baca. cuma ini keburu mau rapat. yang pasti kalo restu, bagi saya sangat absolut.

    lain kasus dengan orang tua pacar yang nggak merestui hubungan saya dengan anaknya, nggak ada urusan, restu itu harus saya dapat pada finalnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. baik pak..

      selamat bapak pertamax.. hadiah ambil ke kang asep.

      Delete
    2. @Zachflazz : Seperti biasa komentarnya normatif karena tidak mau berterus terang kalau berbahagia karena bisa PERTAMAXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX hiehiheiheiehiheiehiehiee

      Delete
    3. Nah kan sekarang di serobot bang zach duluan, pasti ini alibi biar nggak mau repot saya pinta hadiah nih mbak din.

      Delete
    4. yaahhh.... kalah cepet :(

      Delete
    5. kang @zachfkasz : alasan ni ye..

      Delete
    6. jangan lupa sari rapatnya diminum dulu
      biar greng...

      Delete
    7. baca komen2 nya lebih seru nih,

      Delete
    8. kenapa bawa2 sari rapet ._.

      Delete
    9. Pokoknya komen komen yang mengarah ke "itu" ya rujukannya mas Rawins. Spesialis komen "seru" membahana

      Delete
  2. baik pak..

    selamat bapak pertamax.. hadiah ambil ke kang asep.

    ReplyDelete
    Replies
    1. salah kolom wakakak :p

      Delete
    2. Wah wah bisa salah kolom nih hiehiehiehiee. Hadiah Pertamax sudah bisa diambil kapan saja. Stok hadiah selama persediaan masih ada. Tanpa diundang, dan tanpa mengandung bahan pengawet. Semuanya disajikan secara hangat, dan bergizi. Nah bingung khan? Saya aja bingung sendiri

      Delete
    3. kemasan kaleng atau plastik kang?

      Delete
    4. saya juga bingung kang....

      #mari kita bingung berjamaah........

      Delete
    5. wkwkkwwkk admin salah kolom.

      Delete
    6. kalo mau kencing jangan di kamar tidur woooi...

      *kamar mayat kosong noh..

      Delete
    7. duuuh jadi rame wkwkwk

      Delete
  3. hehe aku ikut aliran yang ke 4 ajah.. alayer dan curhater perlu dibasmi di dunia perbuk.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ikut aliran KPK ya langsung aja OOT hiehiheihee.

      Delete
    2. Aliran Jurus Kodok nahan Nafsu bagaimana kang? :D

      Delete
    3. Itu jurus wajib buat saya

      Delete
    4. aku alirn sesat aja daaah...

      *biar pak asep ada temen

      Delete
    5. mbak uswah, hahaha saya gak tega mau ngeblock, kecuali kalo dia yg ngblock..

      kang asep mas indra mas raw, bersatulah dalam 1 aliran biar seiring sejalan...

      Delete
    6. Nah nah saya ada kawan sekarang. Aliran SESAT dan MENYESATKAN. Apa nanti jadi komunitas IBLIZ atau SETHANZZ. Bahasanya di gaulin sedikit. Soalnya tidak mau digauli sama Bang Zachflazz

      Delete
  4. mantap info dan tips nya mbak.... Mang bacanya baru setengah nanti siang dilanjut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya setelah siang nanti, saya makan lagi. Makan cemilan bubur ayam. Setelah kenyang baru deh Sholat, lalu kerja lagi sampai jam pulang sore. Lah saya kapan baca artikelnya nih hiehiehiheihee

      Delete
    2. mang sekarang sudah selesai bacanya sekalian numpang internet kantor heheh lumayan gratis, ternyata restu orang tua adalah perpanjangan jalan ridho Allah SWT.
      Mas asep Nanti saya bacain lagi deh heheeh

      Delete
  5. Waaaaah pernah saya buat cerpennya tentang ini mbak din, hihi...

    Bagaimanapun restu orang tua adalah perpanjangan jalan ridho Allah SWT.

    Mudah-mudahan ada pemahaman yang baik untuk hal ini buat yang bersangkutan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh ya? sip sip.. tampaknya perlu dibikinin novel juga bang uzay :p

      iya, saya harap yang punya kasus begini baca dengan seksama tulisan ini :)

      Delete
  6. Semoga bermanfaat buat khalyak ramai ya kak...Setuju sama semua sarannya deh...

    ReplyDelete
  7. baru setengah baca Mbak.....
    aku pengen baca sampe habis...

    tapi aku cukup nangkep sih walau ga ada setengah,
    intinya dalam aplikasiku aku berusaha untuk meyakinkan orangtua pacarku kalau aku akan menjaga anaknya dan mencintai anaknya dengan sepenuh hati,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. kembarr setengah baca &_&

      Delete
    2. aku sih pengennya udah tau sebelum baca

      Delete
    3. mas indra, sip lah mas.. kalo sama mbak alvionita, udah direstui orang tuanya kaa? *winkwink*

      miztia, hihihi

      masraw, manteeep.. ilmunya dalam.

      Delete
    4. Lebih keren lagi saya donk. Sambil MEREM aja sudah bisa baca. Nah bingung khan? Saya aja bingung sendiri. Masa sih mau bingung aja ngajak ngajak.

      Delete
  8. Mnarik skali artikel ini
    Mmang benar, bgaimana Alloh mau meridhoi kalo ortu sndiri tdk merestui ??
    Bgaimna jadiNy sbuah hubungan atau katakanlah bisa smpe mahligai perkawinan jk dari awalNy sja sdh tdk dibarokahi dgn ridho ortu??
    Tpi org2 yg sdng d'mabuk cinta' sering mnyepelekan alasan2 itu krna merasa bahwa yg mnjalani adalah diri mreka, bukan ortu..
    Hadeehh..

    ReplyDelete
  9. restu ortu penting dan utama
    ahaha.. langsng ke kolom komen ajadeh ya.. baaca judul langsung komenggg.

    baca separoo tok hoho.. satuju sama *Ridho Allah itu Tergantung pada Ridho Orang Tua* :) .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo Ridho Rhoma tergantung pada Bang Haji Rhoma Irama

      Delete
    2. begitulah miz tia :D

      nah iya, karena bang haji kan bapaknya hehe

      Delete
  10. Yang terpenting adalah restu ortu. Cara 1 & 4 kayaknya oke

    ReplyDelete
  11. saya tak komen tapi sedikit melenceng dari tema,
    membaca tulisan ini malah saya dapat ilmu baru lagi bahwa perjalanan/safar akan menguliti kepribadian seseorang. Itu betul sekali menurut pengalaman saya.
    salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillaah :D

      salam kenal juga

      Delete
  12. setro mukaku yang manis bentar ih mba, diartikel Jika restu ortu tak didapat..modemku ngadat, ini via warnet curi waktu ninggalin posko..
    salam sehat selalu yah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setro apaan..?
      maksudnya katro ya..

      *baru ngeh kalo mang lembu mukanya katro...

      Delete
    2. wakakakak..

      salam sehat selalu juga kang

      Delete
  13. memang sih dah kelewatan mengumbar kata2 yg membawa keluarha terlebih orang tua. Udah merajalela di dunia FB ttg kegalauan. bahkan hujatan kepada orang tuapun sering saya baca. Naudzubillah

    ReplyDelete
    Replies
    1. lupa... padahal dlm buku yg pernah sy baca jika Orang tua mengijinkan maka Allah merestui juga

      Delete
    2. itulah kenapa pesbuk pake istilah wall
      karena disitu berfungsi sebagai dinding ratapan juga

      *berasa di jerusalem...

      Delete
    3. nah iya banget tuh mas rawin.. saya sih terserah aja kalo mau ngeluh, menggalau dsb di facebook. cuman ya itu, kalo udah bawa2 orang tua kita, kan namanya ngajak berantem.

      Delete
  14. komen ini pendek banget
    kalo ga berkenan langsung jawab aja...



    egp...

    ReplyDelete
    Replies
    1. lagi jongkok nih pasti temen saya yang satu ini

      Delete
  15. Saya coba serius, walau tulisan panjang sekilas saya dapat ini dari artikelnya..
    1. Sabar..
    2. Pilih ortu dari pasangan.. kecuali ortu di sudut yang salah dari pandangan syare'at bukan pandangan pribadi...
    3. Balas dengan kebaikkan, nanti pasti gak enak sendiri.

    ReplyDelete
  16. menyimak saja sob,panjang.yang terpenting restu orangb tua perlu diperhatikan,selama tidak melenceng dari agama.

    ReplyDelete
  17. belum niat menikah dan gak ada pasangan jadi belum ada minta restu,,hhe jadi saya belum merasakan, tapi benar juga, kalau menyangkut keluarga lebih baik tidak di buat distatus fb atau lainnya :D

    ReplyDelete
  18. Hmm...udah deh aku gak mau banyak kometar soal ini, ijin langsung share di twitter dan di FB ya, Gan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ketahuaaan, hayoo, pasti belum bacaa

      Delete
  19. menikah tanpa drestui orang tua tentunya tidak akan tenang dlm menjalannya..
    tapi kadang anak lebih menyukai pacarnya drpd orang tuanya....masya alloh

    ReplyDelete
    Replies
    1. subhanallaah.

      #baca tulisan Mbak Dini yang lain, hehe

      Delete
    2. mbak iis, iya mbak..

      pak zach, ahahaha

      Delete
  20. Replies
    1. nyong melu rika bae lah....absen dulu

      Delete
    2. sama dan sebangun nih dua kawan di atas.

      Delete
  21. wow, jadi ngerti toh aku mba... :D

    ReplyDelete
  22. Seru kok bacanya, gak kerasa aja udah selesai.. hoho. Kalau saya bisa berubah 180 derajat Mba semenjak berubah (satria baja hitam?) :D ., seiring perubahan jadi mengerti bahwa tidak baik mengumbar emosi ke khalayak ramai, apalagi dengan person yang tidak jelas macam FB. Jadi sekarang alhamdulillah FB cuma terisi tausyah aja, heu.

    Adik saya masih seperti itu, tapi susahnya dibilangin minta ampun. Hmmm, jadi saya berpikir seiring pendewasaan diri akan berubah juga cara2 dia menumpahkan emosinya. Ditunggu saja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, kalo yang ini saya yakin, pasti bacaa

      Delete
    2. wah, makasih udah baca sampe selesai mbak hehehe.. mantep lah fb buat ngasih tausiyah ke teman2 ya mbak ^^ kalo adek saya di fb buat share hobi2nya maen one cak mbak hihi

      pak zach, saya juga yakin yg ngomen juga baca komennya mbak genki tuh :p

      Delete
  23. masih 19 tahun mbak, belum ngerti apa-apa hehehe...

    kalo mengenai pacar, memang saya tidak pernah setuju yang namanya pacaran mbak. COba kasih buku ust. Felix Shaw, "Udah, putusin aja"

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagoooeeessss d^.^b

      hihihi semoga dia punya buku itu deh, biar bisa cepat move on..

      Delete
  24. bocil ikutin ke6 saran diatas aja yah umi. Toh kalau semua saran itu gak mempan bocil cuma bisa bantu doa. Agar adik bocil itu di sadarkan Allah ^^, *loh gak nyambun cil*

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahihihi untungnya bukan adik umi yg kayak gitu cil, kalo adik kandung udah tak slepet tangannya xixixi

      Delete
  25. kalo Hani hubungan yang tak direstui oleh orang tua baik pihak kita atau pihak laki-laki/pasangan Hani sendiri tak akan memaksakan atau ngotot jika sudah dicoba tetap tak ada jalan keluar dan ortu masih tak merestui. Bagi Hani sendiri baik buruknya orang tua kita hanya punya satu orang tua dan tak akan ada yang bisa menggantikannya.

    jadi kalo dari pihak Hani ortu nggak setuju Hani akan langsung bilang dan jika yang terjadi sebaliknya Hani akan mundur dari rencana pernikahan dengan orang yang hani cintai tersebut

    *curhat apa komen*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe... sama kak hani, dini juga gitu kalo semisal ortu pasangan ndak restu.. daripade nanti kehidupan yg akan datang menyesakkan jiwa raga kan, mendingan mundur teratur..

      Delete
  26. kalo aku sih kalo gak dapat restu dari ortu mending pilih yang lain. maih banyak ilihan sialnya. lagian jalannya juga maih panjang. masih duduk di bangku sekolah sih... heheheh

    ReplyDelete
  27. berat ini gan... klo orang tua sudah begitu,,, sungguh berat... T_T

    ReplyDelete
  28. dukun bertindak, *eh #sesat
    cari yang lain,
    kalau belum berhasil, berdoa kepada Tuhan YME agar dibukakan pintu hati restu orang tua

    ReplyDelete
    Replies
    1. ciyeeeh pengalaman ciyeeeh *nuduh*

      Delete
  29. kita sama deh mbak..saya jga krang suka mngumbar ke galauan di dumay..bukan mau jaim,tapi ya malas aja.mlah org mkir saya itu baik2 saja tnpa ada msalah,padahal bnyak jga..krn krg trekpos aja..hehe

    ReplyDelete

Because sharing is caring