dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Wednesday, 20 February 2013

Travel Note: Madinah City Tour

Melanjutkan travel note umroh saya dan suami yang telah berjalan lancar dari 27 Januari sampai dengan 5 Februari 2013. Sepertinya memang perlu diulang-ulang ya informasi waktu umroh kami, supaya teman-teman yang baru berkunjung pada tidak menyangka bahwa sekarang saya sedang di Madinah hehehe.

Oiya, di postingan kemarin Kang Asep meminta saya untuk membahas tentang paspor buat umroh. Oke deh, sudah saya bahas di blog wordpress saya yah kang: Dokumen yang Perlu Disiapkan Sebelum Umroh. Silakan dicekidot :)

Oke, hari kedua di Madinah, saya dan rombongan terjadwal untuk City Tour: ke Masjid Quba, Ziarah Jabal Uhud, belanja di Toko Kurma dan Cokelat, dan Mengunjungi Percetakan AlQur'an. 

Bagian dalam Masjid Quba, area shalat akhwat

Pagi-pagi selepas shalat subuh dan sarapan, para peserta sudah bersiap-siap di lobby hotel. Oiya, saya belum cerita tentang makanan dan waktu makan di Madinah. Harusnya diceritakan sejak kemarin hihi.

Selama di Madinah, kami makan 3 kali sehari. Sarapan, selepas sholat subuh sampai pukul 07.30, makan siang, selepas dzuhur sampai 13.30, dan makan malam, selepas Isya sampai pukul 21.30. Kenapa dikasih batas waktu begitu? Karena, kalo ke ruang makannya keawalan, makananya belum siap. Kalo lewat batas waktu, makanannya sudah dikemasi oleh tim cateringnya. 

Makan apa selama di sana? Makanan arab kah? Sama sekali bukan, teman-teman. 

Cateringnya, seperti yang sudah saya ceritakan di post Menuju Umroh Hari 3, disiapkan oleh catering bernama Mr. Sate. Jadi, makanan yang kami makan selama di Saudi, ya makanan Indonesia. Khawatirnya, kalo disiapin makanan Saudi, nanti tak sesuai dengan selera para jama'ah. Jadinya gak makan, lemes, gimana dong nanti ibadahnya? Makanan yang disiapkan oleh catering dimasak dan disiapkan oleh orang Indonesia juga.

Kalau ingin nyicip makanan khas Saudi, tinggal beli saja. Ada banyak gerai makanan di sepanjang jalan menuju Masjid Nabawi. Selama di Madinah, saya dan teman-teman sempat mencoba nyicip chicken kebab. Penasaran juga dengan rasa kebab di tanah arab.

Tempat Daging Ayamnya dipanggang

Rasanya? Saya lebih suka kebab yang dijual di Pontianak. Tuh, baru kebab aja lidahnya udah beda selera huehuehehe.

Well then. Sarapan di hotel memang lebih mengenyangkan. Sayang sekali, dari hari pertama sarapan sampai hari terakhir, saya sama sekali tidak mendokumentasikan makanan yang kami makan. Pertama, ga enak mau foto-foto karena yang ngantri lumayan ruame. Kedua, saya sering lupa bawa kamera kalo ke ruang makan :( Btw, panjang juga ya ini OOTnya. Kan tadi mau cerita City Tour hahaha.

Oke, selepas sarapan, sekitar pukul 08.00, kami berkumpul di lobby hotel sembari menanti bis tiba. Foto-foto dulu aah di lobby hotel.

Siap berangkaaat
Bis akhirnya datang, dan saya buru-buru ambil kursi depan supaya tak terhalang kalo mau foto-foto pemandangan di luar.

Bis yang mengantar kami selama di Saudi

Tujuan pertama kami adalah Masjid Quba.

Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam. pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Mengunjungi Masjid Quba memiliki keutamaan yang luar biasa. Pahala bagi orang yang berkunjung dan shalat dua rakaat di masjid ini sama seperti pahala bagi orang yang umrah.

Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang bersuci dari rumahnya, kemudian datang ke Masjid Quba, lalu shalat dua rakaat, maka baginya pahala sebagaimana ganjaran umrah.” (HR Tirmidzi)

Para Jama'ah pria di Masjid Quba

Masjid ini memiliki 56 kubah kecil berdiameter 6 meter. Pembangunan masjid ini terekam dalam Alquran surah At-Taubah ayat 108. Masjid Quba disebut dalam kitab suci AlQuran sebagai masjid yang dibangun atas dasar takwa.

‘’... Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.’’ (QS At Taubah: 108)

Di luar Masjid Quba, banyak pedagang kaki lima yang berjualan. Yang buka toko juga banyak. Sembari menanti yang lain selesai shalat, beberapa ibu-ibu melihat-lihat barang yang dijual.


Aksesoris dagangan
Tasbih dan lain lain
Ciluk Baaa.. pedagangnya muncul hahaha

Berhubung masih ada beberapa jamaah yang belum kembali ke bis, saya juga mengajak supir kami berfoto bersama. Supir kami ini asal Mesir, namanya Ashraf.

Yang gede pake topi, itu Ashraf

Akhirnya, setelah menanti beberapa menit, semua jama'ah berkumpul juga. Kami pun melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan, seperti biasa, kami disuguhi dengan sebotol air mineral dan sepotong roti cokelat yang enak.

Kalo teh susunya itu saya beli sendiri. Segelas SR 2

Perjalanan dilanjutkan dengan ziarah Jabal Uhud. Jabal Uhud, atau gunung Uhud ini sungguh istimewa dan sangat bernilai historis. Teman-teman yang pernah belajar SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) tentulah tau betul bahwa Jabal Uhud ini merupakan bukit tempat terjadinya peperangan antara pasukan Muslim dengan kaum musyrikin Kota Mekkah. Peperangan ini dipimpin langsung oleh Baginda Rasulullah.

Area Sekitar Jabal Uhud

Area Sekitar Jabal Uhud

Area Sekitar Jabal Uhud

Bukit ini, kelak di syurga juga akan bisa kita lihat, teman-teman. Kata Pak Hamid, mutawif kami, jabal uhud ini adalah satu-satunya bukit di dunia yang berada di syurga. Di kawasan Uhud itu, terjadi pertempuran spiritual dan politik dalam arti sebenarnya memang terjadi. Ketika itu, pasukan diberi pilihan antara kesetiaan pada agama dan kecintaan pada harta. Terbayangkan betapa sulitnya medan perang yang ditempuh Baginda Rasulullah dan para sahabat :(

Saya sebetulnya ingin sekali melihat lebih dekat Jabal Uhud tersebut. Tapi berhubung waktu terbatas, mutawif kami menganjurkan untuk melihat-lihat dari jauh saja. Baiklah. Mudah-mudahan saya dan suami diberikan rezeki lagi untuk mengunjungi Jabal Uhud :)


Suami saya, entah kenapa posenya begitu :p

Dari Jabal Uhud, perjalanan dilanjutkan menuju Toko Kurma. Di sebelah toko kurma, ada kebun kurmanya. Sekilas, pohon kurma itu mirip sama pohon sawit.

Kebun Kurma
Para jama'ah belanja kurma untuk oleh-oleh
Di toko ini, menerima uang rupiah juga loh untuk transaksi

Saya dan suami juga belanja kurma, kacang, kismis, dan cokelat untuk oleh-oleh. Ayo yang kemaren minta oleh-oleh, sini baris yang rapi :p

Terakhir, setelah belanja di toko kurma, kami diajak untuk mengunjungi percetakan mushaf AlQur'an. Catet ya, Percetakan MUSHAF. Bukan Percetakan AlQur'an.

Komplek Percetakan Mushaf di Madinah

Selama ini, sepertinya kita seringkali salah kaprah dengan menyebut Mushaf dengan AlQur'an. Termasuk saya. Ini saya sadari ketika shalat di Masjid Nabawi, seorang ibu entah dari Saudi atau dari Turki meminta tolong kepada jama'ah lain yang duduk tak jauh dari tempat mushaf disimpan. "Ukhti, ukhti, mushaf", begitu ujar si ibu. Kebetulan yang dimintai tolong sepertinya orang Indonesia. Dan tampaknya sempat kebingungan. Setelah si ibu meminta tolong sembari menunjuk mushaf AlQur'an, barulah mushafnya diserahkan.

Dan saya pun langsung tersadar, bahwa selama ini ternyata kita sering keliru dengan menyebut "mushaf'"dengan "AlQur'an". Kalau AlQur'an, secara bahasa kan berarti bacaan, atau sesuatu yang berulang-ulang. AlQur'an itu firman Allah yang tiada tandingannya, yang jika kita umat Islam membacanya, di akhirat nanti akan menjadi syafa'at. Jadi, AlQur'an merujuk pada kitab, bukan mushaf. Sedangkan mushaf, adalah halaman-halaman tempat ayat-ayat AlQur'an tersebut ditulis. Begitu. Mengerti kan maksudnya? Hehehe.

Nah, hari itu kami diajak ke Percetakan Mushaf di Madinah. Sayangnya, yang bisa masuk ke area tempat mushaf dicetak hanya para pria. Yang wanita tak diperbolehkan. Ketika saya tanya pada Pak Hamid kenapa yang wanita tak diperbolehkan masuk, kata Pak Hamid, dengan pertimbangan khawatir yang wanita sedang berada pada masa haid.

Jadinya saya hanya bisa melaporkan keadaan di komplek percetakan mushaf lewat hasil jepretan suami deh.

Bagian dalam gedung percetakan mushaf

Ratusan ribu mushaf dicetak setiap harinya

Beberapa mushaf yang dipajang

Saya pesan untuk minta mushaf yang ukuran kecil :D

Seorang teman saya *sebut saja namanya Tukangphoto Biase Jak* yang berangkat umroh pada Ramadhan 2011 lalu bercerita kepada saya, ketika beliau mengunjungi Percetakan Mushaf di Madinah, di antara sekian banyak pengunjung, hanya beliau seorang yang dalam rombongan dipeluk sembari dibisiki sesuatu dalam Bahasa Arab oleh orang yang paling tua di sana. Sayangnya, teman saya tak mengerti pesan apa yang disampaikan oleh orang tua yang memeluknya. Maasya Allah..

Kalau suami saya, di antara sekian banyak pengunjung yang pulang dengan mushaf ukuran besar dan sedang dari sana, sepertinya hanya dia seorang yang pulang membawa mushaf ukuran kecil hihihi. Itu karena saya yang pesan, supaya mushaf yang kami gunakan untuk tilawah jadi seragam, gitu.

Usai sudah City Tour kami di Kota Madinah. Kami pun kembali ke hotel karena sudah akan masuk waktu dzuhur.

Dalam perjalanan menuju hotel, kami melewati barak pelatihan militer di Madinah.

Di balik pagar itu, ada tempat pelatihan militer

Yang di sini juga

Duh, there's a lot of stories yang tak sempat terekam kamera. That's why actually our own eyes are the best camera ever.

Cerita-cerita lain selama di Madinah dilanjut lagi di postingan berikutnya yaa Insya Allah..


66 comments:

  1. *Siap antri untuk pembagian oleh-oleh* #eh... :P

    kebab dalam negeri lebih enak ya mbak Din :D
    #sampe bawah malah lupa mau komen apa. Masih kurang panjaaaaaang :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyiiik dah anggota KPK belum ada yang sempat beli pertamax LOL

      Delete
    2. Mudah-mudahan nanti sama-sama melihat jabal uhud di syurga ya. Aamiin. Tapi sebelumnya melihat yang ada di dunia dulu, Aamiin... aamiin...

      Delete
    3. Yang gambar paling bawah itu Fahri kah? wah sudah kayak syuting film Ayat Ayat CInta ke 9 nih hiehiehiehiee. Horeeeeee dapat ole ole horeeee. Saya sudah duduk paling depan sambil bawa panci

      Delete
    4. @Bang Uzay, hahahaha.. iya bang, lidah pribumi ya gini, makanan dalam negeri teteup lebih enak hihi.. btw, selamat yaa jadi pertamax :D

      aamiin ya rabb, semoga melihat jabal uhud di JannahNya :)

      @kang Asep, bukan fahri kang, azam :p

      oke, antrian nomor 2 ya. yg pertama bang uzay..

      Delete
    5. yang paling bawah gambar pager kang!!

      tumben bang uzay pertama, pasti nginep di tempat Mbak dini nih..
      ayo pulang
      #sambil bawa sapu lidi

      Delete
    6. Hahaha nggak kok cuma ngintip dijendela sambil bawa-bawa kresek buat nampung oleh-oleh :P

      *nyiapin kandang juga kalau kebagian onta satu.

      Delete
    7. #bisik-bisik
      bagi-bagi ya Bang...

      Delete
    8. *sodirin sekantung oleh2 1-1*

      Delete
    9. wah ada penambahan futu futu kah? Seingat saya saat BW ke sini itu Foto AZAM yang ada. Belum ada pagernya. Hieiehiee. Huaaaaaaaaa apa sayanya yang nda SCROLLING ke bawah ya. Hiehiheiheiheihee. Auk ah gelap

      Delete
    10. Kalau ada rekaman Videonya dan diunggah di Youtube dan dibagikan URL atau Sharenya di sini wah senang sekali, Bisa lihat gambar bergerak

      Delete
    11. kang asepnya ga scrolling kang hehe..

      sayang sekaliii, selama di sana tak ada 1 pun saya merekam video :(

      Delete
  2. asyik benar warta liputannya tentang perjalanan ke tanah suci, sayang ya accesories di tanah suci kebanyakan made in china,...,
    ah melihat pose sang suami, mengingatkanku yang juga suka berpose dengan tangan terbentang lebar..seperti ingin menghirup udara tanah suci sepuas-puasnya....subhanallah alhamdulillah :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. NAH, iya bener banget. Yang made in Indonesia aja ada. Yang asli KSA (Kingdom of Saudi Arabia) itu biasanya parfume. Kalo kayak baju, kaos, dsb biasanya dari India, kalo gak ya dari Indonesia.

      Hehehe, mungkin itu kali ya maksud suami saya..

      Delete
    2. Lah itu si Sopir Ashraf bukannya lakinya BE CE EL (Bunga Citra Lestari) Oalaaaaaaa nda nyangka nyambi jadi Sopir di Arab rupanya. oooooooooooo baru tau sayah

      Delete
  3. wah, senang sekali ya mbak melakukan perjalanan spiritual sambil menambah pengalaman baru :)
    Kadang emang ada toko ya mbak yang masih nerima rupiah disana, mengingat jamaah dari Indonesia cukup besar jumlahnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillaah :)

      nah emang bener.. rata-rata yang belanja emang orang Indonesia. Yaah, karena tokonya juga sudah kerjasama dengan travel Haji Umroh Indonesia sih :)

      Delete
    2. Kalau belinya hutang dulu boleh nda ya. Nanti setelah ditanah air baru dibayar lewat transfer. Hieiheiheiheee. Kebiasaan suka ngutang jadi kebawa

      Delete
    3. hihihihi disuruh merawat pohon kurma ntar kang kalo ndak mau bayar.

      Delete
  4. Jadi makin menggebu-gebu kalau mampir kesini lihat photo2nya! Saya mau kesana segeraaaa (>,<)/

    ReplyDelete
  5. bismillah semoga bisa kesana amiiin

    ReplyDelete
  6. Replies
    1. lah, postingan yang lagi kamu komenin ini apa? :)

      Delete
    2. namanya travel note :p

      Delete
  7. nakutin juga tuh yang cilukba dibalik dagangan. apalagi kalo dia sambil bawa pistol-pistolan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pistol air warna ijo yang tempat amunisinya bulet lonjong.

      Delete
    2. terong donk kalau bulet lonjong..!!

      Delete
    3. @pak zach, huwakakakak dia ramah banget pak, ciyus deh..

      @bang uzay + bli stiawan, jangan maen pistol di sini!

      *kokang AK47*

      Delete
  8. weh, asik beud ya jalan jalan di sono, doain saya juga ya mba, biar bisa kesono :D
    di tunggu lanjutannya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. jalan-jalan ya? yuk kita rame-rame jalan-jalan kesana.

      Delete
    2. @bang stumon, aamiin ya rabb.. udah publish bang :D

      @bli, yuuuk

      Delete
  9. Serasa belanja menjadi salah satu agenda i-BADAH. sambil UMROH. Pernak pernik di tanah suci sunngguuhhh menggoda dan sering kali berasal dari NKRI. By the way, Jenis VISA apa mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe ga bisa kak belanja sambil umroh, belanja itu diagendakan diluar umroh ^^v

      visa umroh kak, diurus oleh travelnya :)

      Delete
  10. Miss, jana masih nggk ngerti bedanya mushaf.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mushaf itu yang kita pake untuk membaca AlQur'an, gitu jana :)

      Delete
  11. masih bersambung ya mbak?

    kalau masih bersambung, saya nunggu sambunganya ya..hehe
    cuma dipamerin kurma. tapi gak dikasih..huhuhu

    ReplyDelete
  12. mbak tolong tar komenku diangkat dari kotak stram ya.

    kayaknya komenku masuk kotak ajaib nih..huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti saya carikan pentungan dulu. Kayaknya saya taruh di depan kok ilang ya. Apa dibawa Gendruwo ya

      Delete
    2. @bli, baiklaaah blii..

      @kang asep, huehehe

      Delete
  13. wishlist juga pengen pergi ke baitullah, insyAllah mampir ke sana

    ReplyDelete
  14. esensi dari ziarah ini adalah ibadah,, semoga bernilai pahala dariNya.

    ReplyDelete
  15. mengasikkan dan seru >_
    bismillah... semoga bisa nyusul...

    hmm.. mushaf itu bagian cover alqur'an kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin..

      mushaf itu lembaran2 tempat kita membaca alqur'an.. covernya mungkin masuk juga rif :)

      Delete
  16. Boleh nih oleh-olehnya.. Boleh kali paketin kebabnya ke rumah.. :9

    ReplyDelete
  17. Tujuan saya kelak ya ini...
    Rumah tuhan semesta alam :')

    ReplyDelete
  18. Yaaah salah baca judul, kirAin Manchester City Tour :(

    ReplyDelete
  19. Subhanallah Madinah... Selamat ya kak sudah berkunjung ke Madinah, ditunggu cerita-cerita lainnya, ini update di madinah toh?

    ReplyDelete
  20. Ehem. Ini satu dari resolusi saya. Doakan bisa menyusul mbak Dini ke sana ya :))

    ReplyDelete
  21. ya allah aku pengen banget kesana, hhmm
    kapan ya??
    ya diarab emang banyak org jual makanan indonesia. udah bnyak yg bilang itu, :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga segera ya va :)

      hihihi iya.

      Delete
  22. seru banget ya..mba, bisa napak tilas perjuangan Rasulullah.
    saya cukup lama memandangi foto masjid Quba, membayangkan inilah masjid pertama yang ada dibumi.
    dan lama saya terhenti di area Jabal Uhud.

    ya ALLAH SWT, berilah kami kesempatan untuk kesana...aaaamiiiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah kang :')

      aamiin ya rabb, Insya Allah one day you will kang..

      Delete

Because sharing is caring