dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Thursday, 28 February 2013

Raudhah yang Tak Pernah Sepi

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi Shallahu 'Alaihi Wasallam. bersabda, “Di antara rumahku dengan mimbarku terletak sebuah raudhah (taman) dari taman-taman surga. Mimbarku itu ada di atas telagaku.” (HR. Bukhari no. 1196)










Jamaah haji dan umroh tentulah akan menggunakan kesempatan selama berada di Madinah untuk berdoa di Raudhah. Raudhah, tempat yang selalu ramai, sama sekali tak pernah sepi. 

Di postingan Menuju Umroh Hari ke 3, Jeng Una sempat bertanya: 

"Ke Raudhah aku gak suka mbak. Desek-desekan gitu T.T
Aku masih nggak ngerti aja mbak. Aku nggak bisa nerima kok katanya doa di sana makbul. Apa beda sama doa di tempat lain T.T
Mohon ditanggapi mbak."

Iya, memang untuk menuju Raudhah itu berdesak-desakan luar biasa. Berbeda dengan jamaah pria yang bebas ke Raudhah 24 jam, jamaah perempuan tak bisa kapan saja. Kenapa? Ya karena Raudhah ini letaknya di area shalat pria. Jadi, kalau yang perempuan mau ke sana, harus menunggu petugas membuka batas shalat. Biasanya, jadwal untuk perempuan ke Raudhah itu selepas shalat Subuh dan Isya. Dan harus mengantri.

Saya pun merasakannya. Malam itu saya berniat ke Raudhah. Teman-teman sekamar sepertinya sudah pulang duluan, sebagian memilih tidak ke Raudhah karena ada yang sudah pernah ketika melaksanakan ibadah haji tahun 2006. Karena saya tak tau kapan lagi saya akan ke Masjid Nabawi, maka saya putuskan untuk ikut mengantri di barisan jamaah dari berbagai negara: Turki, India, Pakistan, Indonesia. Tau sendiri kan postur orang Turki dan Pakistan itu gedenya gimana? I didn't care, saya tetap mengantri. Abisnya kalo bukan hari itu, kapan lagi saya bisa ke Raudhah.

Begitu pagar pembatas dibuka, bertaburanlah antrian berlari menuju Raudhah. Saya ingin ikut lari, tapi gak kuat kakaaak. Kakinya hanya mampu dipake buat berjalan. Kalo dipaksakan lari khawatir ntar ga bisa balik ke hotel muehuehuehe.

Begitu tiba di area Raudhah, Maasya Allaah jamaah ruaameee luar biasa. Mau shalat pun harus saling berjaga, membentuk lingkaran, mengulurkan tangan agar yang sedang shalat tidak terinjak oleh jamaah yang lain. 

Saya menangis sejadi-jadinya,  mengucapkan shalawat kepada Baginda Rasulullah sebanyak-banyaknya, berdoa di dalam hati, meminta pada Allah agar saya dan suami diundang lagi ke haramain untuk laksanakan ibadah haji.

Oh iya, kalo untuk jamaah perempuan, di area Raudhah dikasih hijab/pembatas untuk menutupi makam Rasulullah dan 2 makam sahabat: Abu Bakar dan Sayyidina Umar. Ziarah ke makan Rasulullah dan 2 sahabat adalah khusus untuk laki-laki. Wanita tidak dibolehkan melakukan  ziarah kubur, sebagaimana sabda Baginda Rasulullah: "Allah melaknat wanita-wanita yang berziarah kubur" (HR. Ashabus Sunan, Shahih)

Jadi, itu foto-foto yang di atas, semuanya suami saya yang capture. Suami saya cerita, selepas subuh ketika akan shalat di Raudhah, dia disediakan tempat oleh askar, sekat yang di dekat tiang langsung ditutup sehingga yang ngantri di belakang jadi tak bisa masuk, duh kinda so special ya, jadi iri dan mau ke sana lagi T_T. Saat masuk Raudhah, suami saya langsung bergegar, tak percaya bisa shalat dan berdoa di sana cukup lama. Alhamdulillaah.

Oiya, menjawab pertanyaan Una nih, sebenarnya sih udah saya jawab di post tempat Una bertanya. Tapi disalin di sini lagi gpp deh hehe.


Raudhah itu hanya 1 dari sekian banyak tempat mustajab untuk berdoa. Di Mekkah dan Madinah, ada 5 tempat yang mustajab untuk berdoa:

1. Di Multazam

Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tidak ada satu pun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan.” (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347).

2. Di bawah Pancuran/Talang Emas/Hijir Ismail

Diceritakan dalam kitab Fi Rihaabil Baitil Haram bahwa suatu hari Nabi Ismail menyampaikan keluhan kepada Allah SWT tentang panasnyakotaMekkah. Kemudian Allah swt menurunkan wahyu kepada Nabi Ismail AS, “Sekarang Aku buka Hijirmu salah satu pintu surga yang dari pintu itu keluar hawa dingin untuk kamu sampai hari kiamat nanti”.

Tempat yang terletak antara rukun Syamin dan rukun iraqi ini dipercaya menjadi salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Di sinilah Nabi Ismail as pernah tinggal bersama ibunya, Siti Hajar, dan keduanya pun di makamkan di tempat ini. Hijir Ismail dipagari oleh tembok rendah yang disebut juga dengan al-Hatim berbentuk setengah lingkaran dan merupakan bagian dari Ka’bah.

3. Di bukit Shafa dan Marwah

Diriwayatkan dari Jabir dari Abdullah bahwa Rasulullah saw pergi menuju Shafa hingga melihat Ka’bah, lalu mengucapkan kalimat tauhid, tahmid, dan takbir sebanyak tiga kali, kemudian berdoa sesuai dengan apa yang beliau kehendaki. (HR. An Nasa’i dalam Kitab Manasik al Hajj, Jilid V, hal. 241)

4. Di belakang Maqam Ibrahim

Dalam kitab Qadhaya al Mar’ah fi al Hajj wa al Umrah, Dr. ‘Ablah Muhammad al Kahlawi menuliskan bahwa “di antara keutamaan Maqam Ibrahim ialah dikabulkannya setiap doa yang dipanjatkan disana”.

5. Di Raudhah

Terdapat sebuah tempat yang merupakan bagian dari Masjidil Haram dengan julukan taman surga. Tempat ini disebut dengan ar Raudhah. Ar Raudhah adalah ruang di antara mimbar dan makam Rasulullah saw. Tentang keutamaan Raudhah tergambar dalam hadits berikut.

Rasulullah bersabda:

“Tempat antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR. Muslim)

Gitu kira-kira bedanya dengan doa di tempat lain, ya karena raudhah itu istimewa, bernilai historis, pernah 'dijejaki' Baginda Rasulullah, gitu :)


Mudah-mudahan yang belum sempat bershalawat langsung di Raudhah, suatu hari diberikan kesempatan oleh Allah, dan yang sudah, dikasih kesempatan lagi. Aamiin :)


58 comments:

  1. amiin, semoga saya bisa nyusul yah

    ReplyDelete
  2. Luar biasa Mbak,gak bisa disebutkan dengan kata-kata :)

    ReplyDelete
  3. sebenarnya semua tempat di bumi ALLAH adalah tempat mustajab untuk berdoa, namun diantara tempat-tempat itu ada yang memiliki sejarah dan riwayat yang sangat historis, terutama apabila tempat itu ternyata pernah dipakai oleh Rasulullah ataupun Nabilullah sebelum Rasullullah untuk melakukan sholat, atau kejadian2 yang sangat bersejarah yang melatarbelakanginya dan banyak lagi...olehkarena riwayat2 itulah maka hamba2 ALLAH selalu menyempatkan diri untuk beribadah dan sholat ditempat itu, tentunya dengan alasan , kalau nabi saja menyempatkan diri beribadah dan sholat di tempat itu, mengapa kita tidak melakukannya juga...,
    kemudian saya sebenarnyan sempat berpikiran, kenapa para jamaah Indonesia, yang sempat beribadah ke tanah suci, namun tidak mau ke raudah, dengan alasan sudah pernah beribadah ke tanah suci pada tahun sebelumnya,...
    padahal saat berada ditanah suci, inilah kesempatan dan nikmat yang sungguh luarbiasa untuk menyempatkan diri beribadah dan mendekatkan diri kepada ALLAH, mengunjungi tempat2 mustajab yang ada ditanah suci, karena belum tentu kita masih memiliki kesempatan tersebut di hari esok..., dan lebih baik tinggalkan urusan dunia sejenak saat berada di tanah suci, dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada ALLAH hingga hari terakhir jelang kembali ke tanah air....,
    ini tanah suci loh...tempat segala doa menjadi makbul,..salam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. postingan Mas Hary nih..
      siip Mas, keren kupasannya

      Delete
    2. bener......panjang dan jelas :D
      .

      Delete
    3. sangat sepakat sama mas heri. TOP!

      Delete
  4. baca sambil bayangin jadi merinding deh mba

    ReplyDelete
  5. Hadist yang sering saya baca, rasanya ingin ketempat raudah. semoga doanya terkabulkan. Selamat ya !

    ReplyDelete
  6. Masyaa Allah .... sungguh tempat yg luar biasa. Semoga sy berkesempatan seperti yg pernah mbak kunjungi. Amin

    ReplyDelete
  7. tapi sekarang kan sudah beda
    kalo dulu orang umroh murni ibadah
    sekarang dapat bonus bisa narsis
    hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. narsis dapat pahala dong :)

      Delete
    2. narsis. benar-benar persis.

      Delete
    3. iya.. bahaya juga ya bawa2 HP kamera dan sejenisnya pas umroh, bisa ngebelokin niat :(

      Delete
  8. smoga saya sampai jg di sana..
    amin.

    ReplyDelete
  9. menyebut nama raudhah
    saya jadi teringat,masjid dikampung saya namanya
    raudhahtussalam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang kubahnya warna perak kan Mas?

      Delete
    2. iya biasa kalo orang kampung namanya islami ^__^ ahahaha
      yang penting berkah, rzkinya lancar :D
      .

      Delete
    3. mas reo, maasya Allaah :)

      pak zach dah pernah ke sana yak?

      miz tia, anak jaman sekarang juga pada islami namanya :)

      Delete
  10. mudah-mudahan saya juga bisa menyusul mba.aamiin.

    ReplyDelete
  11. raudhah menginspirasi saya untuk bikin taman yang indah. taman surga yang ada di hati saya, maupun di pekarangan rumah saya.

    ReplyDelete
  12. Ya allah gemeteraaaaaaaaan. Insya Allah nanti langsung doa di sana Insya Allah. :)

    ReplyDelete
  13. Subhanallah, semoga kedua orang tua saya ke sana nantinya :)

    ReplyDelete
  14. merinding bacanya kakak
    hanya bisa menabung dan berdoa supaya bisa segera ke sana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin ya rabb.. cemungudh kk

      Delete
  15. selalu berdo'a, semoga kelak bsa ke sana..

    ReplyDelete
  16. cuma satu kata mbak, "Subhanalloh..."
    Saya pasti kesana, insyaAlloh...:)
    temenku bahkan udah pernah ke sana dua kali dan yang pertama waktu SMP, dan yang kedua waktu dua tahun yang lalu..
    uhm..bukan temen sih, mantan..-.- *malahcurhat

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin ya rabb..

      cikiciiiewww hihihi.. ntar ke sana sama suami ya mey :)

      Delete
  17. m'ba aku ngga baca malem ini yah...udah tengah malem dan pinggangku udah minta direbahin nih...besok disambung lagi deh...insyaallah

    salam sehat selalu untuk seluruh keluarga dirumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yahh.. encok dahh.
      #maklum

      Delete
    2. #maklum ..
      habis panen ubi tuh.

      Delete
    3. hihihi..

      mana nih kang, kok gak balik2 lagi.

      Delete
  18. ohh ternyata ada yg tanya.. terus dijwab artikel..

    saya jadi ngerti mbak.. nambah-nambah pengetahuan :D
    padahal dulunya gak paham bgt :D

    pasti orangnya gede duwur gitu ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iya.. alhamdulillaah :D

      iya, guedee

      Delete
  19. saya gak bisa komen apa2 mb Dhini soalnya saya blum pernah kesana ...
    jadi cuma berharap bisa kesana.
    Ilmu dan Ilmu luar biasa,
    smoga amal ibadah umroh mba diterima Allah aamiin.

    ReplyDelete
  20. Wow, good information lo mbak. Aku nyimak aja nih ya ..hehe

    ReplyDelete
  21. Semakin lama menyimak tulisan mba Dini selepas umroh jadi sedih terus bawaannya mau kesana... Kalau yang pernah aku lihat di TV beritanya itu ada askar yang menjaga agar sekeliling raudhah apalagi makam Rasululah dari orang-orang jahil yang suka 'kelihatan' seperti menyembah2 gtu. Takutnya malah jatuh ke arah syirik kalau berlebihan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. *pukpuk*

      NAAAH iya bener.. banyak yg salah kaprah berdoa madep makam Rasulullah, sehingga jadinya terkesan minta sama Baginda Nabi, bukan minta sama Allah. Bahkan kalo ada yg meratap2 di area raudhah *such as ngusap2 makam*, itu bisa diteriaki "Haroom haroom" sama askarnya.. masa syirik di rumah ibadah, di masjid nabi pula..

      Delete
  22. Semoga ada rezeki untuk bisa haji atau umroh. Rasanya pengen sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaamiinnn, aku juga pingin :-)

      Delete
    2. aamiin ya rabb. one day you will :)

      Delete
  23. wow *tuing*tuing... keren, itu kok boleh moto2 ya.. oiya, soal wanita yg ziarah kubur dilaknat berarti haram atau mubah atau makruh.. sepengetahuanku sih boleh

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo yg bagian lelaki gpp zim bawa kamera..

      iya, ada hadits yg turun setelah itu, membolehkan untuk ziarah.. wallahualam juga zim, barangkali khawatir banyak yg lebay kalo madep langsung makam rasulullah.

      Delete
  24. Kang Asep lagi sakit,
    beliau minta doanya agar lekas sembuh, kembali bercanda,
    dan melorotin sesuatu seperti biasa.

    ReplyDelete

Because sharing is caring