dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Wednesday, 13 February 2013

Jika Belum Menguasai Media Massa, Minimal Kuasai Media Sosial

Travel Note umrohnya dipending dulu ya manteman. Sudah dekat dengan Hari Menutup Aurat Internasional nih. Masih pada ingat kan sama #GEMAR alias Gerakan Menutup Aurat yang bulan lalu saya publish? Siip deh kalo masih ingat :)


Weitsah, siapa gerangan itu? Itu adalah foto saya waktu di TRW Cibubur. Difoto oleh suami, lalu saya kirim ke team Kampanye Menutup Aurat Internasional via e-mail, trus dipajang deh di facebook page GEMAR :D


Sejak pertama kali menulis tentang Gerakan Menutup Aurat, agar tak salah tulis, saya cek ricek dulu dengan cara googling. Dan hasil yang keluar bisa dilihat di halaman google ini. See? Media massa yang memuat berita tentang Gerakan Menutup Aurat: Republika, MuslimDaily, dakwatuna, voa-islam, kompasiana, globalkhilafah, muslimpeduli, hidayatullah, dan portal berita sejenis *baca: portal berita Islam dan netizen journalism*. Tak ada satupun berita tentang aksi ini dimuat di portal berita lain. Tanya kenapa?

Husnudzon saya, mungkin kurang promonya, mungkin humasnya belum cukup cakap untuk melobi pemilik media besar seperti TV nasional, portal-portal berita dengan traffic tinggi, radio-radio ternama, untuk meliput kegiatan mereka. Berpikir positif tidak merugikan kok :)

Anyway, tak ada salahnya kalau kurang boomingnya kegiatan ini juga terjadi karena kita-lah yang belum menguasai media massa. Jika mau menguasai dunia, kuasailah media massa. Bagaimana tidak? Opini masyarakat bisa dengan mudah digiring melalui media massa. Yang benar bisa tampak salah, yang salah bisa ditampakkan seolah benar.

Sadar atau tidak, sebagian dari kita mungkin sudah menjadi 'korbannya'. 'Berkat' pengaruh beberapa media massa, pemeluk Islam sendiri menjelek-jelekkan Islam. Menganggap orang yang berpenampilan sesuai syar'i seperti berjenggot, berjilbab lebar dan bercadar, atau yang mempunyai buku tentang jihad, bahkan yang menyimpan AlQur'an di dalam rumahnya, dianggap sebagai TERORIS.

Sekarang kita belum menguasai media. But one day, WE WILL, Biidznillah.

Maka dari itu, saudara-saudara yang kucintai karena Allah, berhubung kita belum menguasai media massa, minimal kuasailah media-media sosial. Jangan malu untuk belajar dengan yang lebih muda jika mereka memang lebih lihai dari kita. Ayo, bersama-sama kita tumpahkan ide-ide yang kita punya, ide cemerlang yang tak mau ditampung oleh media massa.


42 comments:

  1. Replies
    1. kalian semua kakak2 saya hiks hiks

      *lah nape jadi terharu

      Delete
  2. seringnya kalah sama berita2 politik ya sob.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama berita infotainment apalagi.. :)

      Delete
    2. kalo infotainment mending, banyak anggota KPK ada disana

      Delete
    3. aiiih.. anggota kpk macam apa muncul di infotainment.

      Delete
  3. knp kita selalu ingin menguasai..?!?! knp..?!?! hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. supaya ga terus2an dibohongi, barangkali?

      menguasai photoshop kan penting juga, supaya gak melulu bayar designer :p

      Delete
  4. gerak terus mencerahkan bangsa, tak ada akar, rotan pun jadi , tak ada media massa, socmed pun jadi :D. gerak terus bagai gelombang . Insyallah ada jalan

    ReplyDelete
  5. mari kita nge blog untuk memberi manfaat, gunakan waktu sebaik-baiknya untuk hal-hal yang baik.

    ReplyDelete
  6. kenapa ya sesama muslim saling menjelekan. yang ini yang itu, belum tentu dirinya benar..hohoho

    mari kita ambil hikmanya aja. tapi keren tuh foto, sapa nyangka kalau foto itu adalah mbak Diniehz..:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. tak disangke tak diduge.. :D

      Delete
    2. @bli stiawan, jangankan menjelekkan bli, yg mengkafirkan sesama muslim aja ada gara2 muslim lainnya terlibat demokrasi :(

      @bli + bang andi, huehuehue tampak sholihat yah :p

      Delete
    3. huhuhu... melas banget yo.. ko' ada orang seperti itu

      Delete
  7. karena terkadang yang menyimak media massa kurang menggunakan akal logika, mereka hanya melihat dengan emosi, jadi yang benar malah jadi salah.. :)

    bagus juga foto'nya tuh mbak.. hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan media massanya juga sih, bisa pake wani piro hehe..

      waah, makasiih..

      Delete
  8. bagaimana mungkin ingat dengan "gerakan menutup aurat" kitakan baru kenalan...
    #salaman ala muslim.
    kebawahnya...setuju banget dengan Husnuzdon nya m'ba.

    kira-kira mirip dengan -kuasai informasi maka dunia dalam gengamanmu-...asieik

    ReplyDelete
    Replies
    1. kang cilembu lagi bener

      Delete
    2. takaran obatnya hari ini kebetulan PAS kang...hehehe

      Delete
    3. @Kang Hadi, iyaya kang, kita baru kenal beberapa pekan hehehe..

      @pak zach, nah itu, obatnya lagi pas ;p

      Delete
  9. lihatlah media massa di negara astina itu. dikuasai dursasana, sengkuni, sama karna. jadilah remuk redam lalu lintas warta yang diterima masyarakat. ada satu televisi, malah rajin banget bikin liputan dugem malem2 itu. ampuun, mau dibawa kemana coba. saya yakin astina lama2 remuk gara2 media.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mari selamatkan negara astina!

      *kencangkan ikat kepala*

      Delete
    2. saya pake topi m'ba....;o)

      Delete
    3. saya pake jilbab + ikat kepala

      Delete
  10. Ada banyak kepentingan di Media dan itu benar terjadi. Ini karena ada media partner atau relasi perusahaan yang bermitra dengan media setempat. Jadi jika ada keluhan, kritikan, atau mungkin protes dari Para pembaca yang ditujukan kepada mereka, dan mereka itu adalah RELASI BISNIS, Mitra Kerja, atau Media Partner media yang bersangkutan, bisa dipastikan surat pembaca itu diCEKAL.

    Sebagai contoh jika ada keluhan dari pembaca dengan mengirim surat pembaca ke media, dan ternyata keluhan tersebut mengenai pelayanan yang diberikan Bank ***SENSOR*** ternyata Bank itu Relasi Media ybs, bisa dipastikan tidak akan tayang. DICEKAL.

    Dengan Media Sosial semacam FB, Twitter atau Facebook kita lah yang menjadi salah satu jalan keluarnya. Itulah salah satu makna CITIZEN JOURNALISM bahwa masyarakat awam seperti kita bisa berbagi dan menyuarakan aspirasi kepada masyarakat tanpa takut di CEKAL atau di SENSOR

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, orang media nih yg ngomong, lebih terpercaya :D

      Delete
  11. Kuasai media sosial, juga ada batas-batasan tertantu yang tidak boleh dilanggar, dengan kata lain, harus menjadi manusia yang bertanggung jawab, dalam mengelola apa yang disekitar termasuk media sosial :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Andy L saya sepakat dengan mas Andy. Walaupun kita dengan mudahnya mempublikasikan aspirasi dan suara kita melalui jejaring sosial media, tentu ada rambu rambu atau PAKEM yang harus dipatuhi oleh para pengguna jejaring sosial. Misalnya tidak mempublish konten SARA, Kekerasan, Pornografi, Penipuan, mendeskreditkan pihak lain dan menebarkan kebencian.

      Delete
    2. @mas andy, setujuuu

      @kang asep, yoi kang.. setuju juga :)

      Delete
  12. Mereka hanya belum tergerak hatinya untuk ikut membantu *ikut husnudzon.. hehe

    ya minimal dibantu dengan blog-blog yang bermanfaat, yang peduli dengan nilai positip :)
    mari ngebloooooog...........

    ReplyDelete
    Replies
    1. tossss dari jauhhh :D

      Delete
    2. TOSS biar nggak sebelah tangan :D

      Delete
    3. hehehehe buat judul lagu: toss ku melayang sebelah tangaaan..

      Delete
  13. idenya WowW banget kaka'

    menguasai medsos berarti harus punya banyak pengikut kan? boleh dong ikuti aku @azimahmad biar akunya bisa menguasai medsos twitter :D *promo

    ReplyDelete
  14. Betul kata pakde @pkspiyungan, blog ini mangtapks! Keyen...comentnya jg ok2. Salute...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin hehehe.. jazaka/killah :)

      Delete

Because sharing is caring