dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Thursday, 6 December 2012

Lawan Cinta Bukan Benci

Lawannya cinta itu bukan benci, tetapi indifference. Cuek, tak peduli.

Ketika seseorang membencimu, ia masih sisakan 1 ruang dalam hati dan pikirannya untukmu, kau masih dianggapnya ada.

Tapi ketika seseorang sudah tak lagi peduli, dirimu tak berada dimanamana dalam kehidupannya.

Jadi, saat ada org yang membencimu, santai saja. Dia masih mikirin kamu kok.

Tapi klo orang yang dulu cintai kamu sekarang sudah tak lagi peduli, ya udah, jangan peduli juga sama dia. Gitu sih kalo menurut inyong :p

49 comments:

  1. Mengingatkan akan masa laluku, cinta menjadi tidak peduli oh cinta ! Ada tapi sudah tidak bermakna.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe.. marilah kita ambil pelajarannya, dan lupakan yg pait2 :D

      Delete
  2. "Jangan membuang waktu barang sedetikpun hanya untuk memikirkan orang yang tidak kamu sukai" gitu kira kira kutipan yang sering saya jumpai. BENCI atau SUKA adalah subyektif. Setiap orang punya alasan mengapa MEMBENCI atau mengapa MENYUKAI.

    Kita tidak mungkin membuat orang lain selalu menyukai kita, sebagaimana kita juga tidak bisa selalu bisa menyenangkan orang lain. Bagi saya tidak masala dibenci orang, tapi saya tidak membenci mereka. Sebab kalaw saya melakukan hal yang sama maka saya tidak lebih baik dari dia. Saya ingin lebih baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tau saya, Kang Asep menyukai Mbak Chantal kan?

      Delete
    2. ih jadi malu. Narik Celana

      Delete
    3. aaaaak, bapak2 ini ngomongin perempuan laen di blog perempuan, gak sopan tauk :p

      setuju kang.. saya lebih memilih indifference daripada harus membenci orang. bikin pegel hati. kalo semisal sayanya yg dibenci orang, urusan dia itu sih xixixi. as long as tidak mengganggu tata kehidupan pribadi dan keperluan umat, diemin sajaaa.. tapi kalo mulai mengganggu, baru deh dia harus siap2 mendapatkan tindak lanjut dari saya *uhuk*

      Delete
  3. heheh kalo menurute enyong ya orapapa bablas angine :P

    hhihii.. gitu aj akok repot ya mb :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah angine siapa ya? Jangan jangen kentoet

      Delete
    2. @Annur, ra mudeng aku mas :p

      Delete
  4. saya sepakaaat pokoknya. tapi saya juga pernah nggak kuat Mbak. lama orang itu memusuhi saya, dan selama itu juga saya mengimbangi dengan penuh respek, tapi nggak luluh juga. hingga akhirnya saya putuskan untuk menjaga jarak dengannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
    2. @zachflazz : Wah sampai jaga jarak ya hiehiheiehie. Saya apresiasi itu. Hiehiheiheiee. Jaga jarak niyee. Hiehiheiheiheiee

      Kalaw saya tetap menjalin silaturahmi kepada mereka yang saya duga membenci saya, dan membuka diri blog saya dikunjungi oleh mereka dan mereka bisa kasih komentar di blog saya kapan saja. Mari kita bentangkan tali silaturahmi terus terusan kepada mereka. Semakin di ubun ubun mereka membenci kita, kita tetap menjalin silaturahmi kepada mereka. Ini yang membuat mereka mati langkah

      Delete
    3. @Pak zach, good choice pak! Daripada ntar hati kita jadi terkontaminasi dgn ulah2nya, jaga jarak is the beeeest choice :D

      Delete
    4. Kang Asep curcoooool =p

      Delete
    5. eh btw, komen kang asep yg 1 nya saya hapus atas permintaan kang asepnya ya ^^v

      Delete
    6. huaaaaaaaaaayaowwwwwwwwwwwww sip sip markosip. Wah ini kotak komen diborong sendiri Hmmmm ini berpotensi menjadi anggota KPK keliatannya hiheiheiheiheiheiehiee

      Delete
    7. hahahaha.. jangan lupa bayar pajak ya *ehh :p

      Delete
  5. betul sekali mbak. :)
    cinta dan benci sama sama harus dikenang... :)

    untungnya saya tidak punya yang saya harus benci..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali. Kalaw perlu dibalik Mari kita lawan rasa benci dengan rasa cinta. Sebab kita sengsara bila tak punya cinta kata Kang Doel Sumbang. Sama seperti a.i.r , Saya juga tidak punya yang harus saya benci.

      Delete
    2. mas a.i.r, mantap :D

      Delete
    3. Kang asep, yeayyy kang asep kereeen.. *suap bubur*

      Delete
    4. Horeeeeeeeeeeeee akhirnya BUBUR nyampai juga di sini. Mari kita sambut Bubur tang tang teng tonggggggggggggg.. Jeguerrrrrrrrrrrrrrrrrr

      Delete
  6. kasarnya kalau sudah tidak peduli berarti game over hoho..

    ReplyDelete
  7. antara benci dan cinta itu sebenarnya beda tipis ya mbak?
    Kalo orang udah ga peduli sama kita, sedihnya melebihi saat orang itu benci ama kita!

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget mbak popi.. pedihhh bener kalo dianggap gak ada sama seseorang, apalagi seseorang yg sangat kita anggap ada hehehe.

      Delete
    2. Itu malang nasibnya lebih malang dari kota Malang sekalipun. Adanya kita aja dianggap tidak ada. Bagaimana tidak adanya kita, wah jingkrak sembari salto dia nya.

      Kalaw orang yang BAIK, adanya disyukuri, tidak adanya dirindukan.

      Delete
    3. tergantung juga kang, kalo orangnya nyebelin dan ngeyel, keberadaannya mending dicuekkin aja biar gak bikin empet xixixi

      Delete
    4. Ya ada memang yang seperti itu, dan sampai sekarang saya cuexin. EGP = Emang Gue Pikiran eh pikirin

      Delete
  8. hahahha... kalau aku benci dia ngejar ngejar aku gimana (cerita asli) :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. dikejar penagih utang? *ehh :p

      Delete
  9. bener banget lawannya cinta bukan benci.. nice post ^_^

    ReplyDelete
  10. Pengertian cinta yang mendalam, mantap gan.....

    ReplyDelete
  11. Antara cinta benci peduli atau tidak peduli adalah sesuatu yg kerap di alami setiap insan, kalau inyong tergantung bagaimana kita menyikapinya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. akakakak ikut2an inyonying-self nih :p

      Delete
  12. lawannya cinta bukan benci
    lawannya benci bukan juga cinta.
    cinta itu memang indah yah.. :)

    ReplyDelete
  13. yaa saya setuju dengan mbak dhiniez, cuekin saja orang yg membenci itu, waaaa...

    ReplyDelete
  14. Wah, dapat ilmu baru nih. Lawannya cinta - cuek. Tapi bener juga sih sob :)

    ReplyDelete
  15. iya juga yaa mbak ...

    kadang aku pribadi kurang mikir sampai kesitu. haha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. keren ya berarti pikiran saya? :p

      Delete
  16. Trus, berarti lawannya indifference itu cinta? *mumet*

    ReplyDelete
    Replies
    1. lawannya indifference, peduli. Peduli memang belom tentu cinta, tapi kalo cinta sih biasanya peduli ;)

      Delete

Because sharing is caring