dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Monday, 10 December 2012

Di Dunia Maya Juga Perlu Etika

Kemarin, Ahad, 9 Desember 2012, saya menjadi panitia di acara Seminar Cyber Parenting bertema "Internet Sehat Untuk Buah Hati Anda" yang diadakan oleh Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kabupaten Sekadau.

Venue Seminar
Pembicaranya, Bapak Rifki Sya'bani, yang adalah Head of Radio Access Network PT. Telkomsel, seorang biker, adventurer, blogger, dan pemerhati cyber di Kalimantan Barat.

Banyak sekali ilmu bermanfaat yang saya dapatkan di seminar kemarin. Di antaranya: tentang beretika di dunia maya.

Kata Pak Rifki, saat berselancar di dunia maya, manners atau etika pun tetap kita perlukan. Karena, once posted, it’s forever on internet. Etika-etika saat berselancar, baik itu fb-an, twitteran, blogging misalnya dengan ikut menerapkan norma-norma yang kita pakai di dunia nyata ke dunia maya. Jadi, jika di dunia nyata kita tidak menipu, pun demikian di dunia maya. Jika di dunia nyata tidak berbohong, di dunia maya juga tidak.


Sebelum posting, pahamilah bahwa yg kita posting, akan dibaca oleh semua orang di dunia maya. Nyaris seluruh dunia. Dampak postingan kita bisa terjadi dalam jangka panjang, bisa lebih dahsyat dari yang kita duga. Memposting curhatan pribadi di blog, status facebook atau twitter? Siap-siap saja dengan risiko yang akan dihadapi ke depan. Jangan sampai nanti terheran-heran jika di dunia nyata ada yang membahas curhatan teman-teman tersebut, tapi lantas teman-teman malah bertanya-tanya: "Loh, kok tau? Tau darimana?". Aiiih capekdeh banget kan ya hihihi.

Etika lain misalnya: hindari posting foto yang tidak pantas. Sudah banyak terjadi rekayasa & penyalahgunaan foto-foto oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, kalo menulis alamat e-mail di ranah umum dunia maya, tulislah dengan format, misal: dini[at]volarefm[dot]com untuk menghindari spammer. Gitu.

Anyway, bukan berarti beretika di dunia maya, lantas membuat kita jadi over jaim loh ya. Still be yourself, without neglecting the norms and politeness ;)

Sekali lagi, ingat-ingatlah kembali, bahwasanya: "We can't control other people's mind, mouth and fingers from thinking, talking, and updating something bad. But we can control ours."

Kita tidak bisa kendalikan pikiran, ucapan, dan jari orang lain agar tidak memproduksi hal-hal buruk, tapi kita bisa kontrol diri kita sendiri. Have a safe and fun surfing!

36 comments:

  1. nice thought & i can't agree more. media sosial bukan buku harian tempat kita bisa menulis hal2 (yg seharusnya) pribadi. orang yg baca pun lama-lama jadi bete :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yep yep :D

      kalo udah jadi artis, baru deh yg pribadi2 mungkin bisa bernilai duit hehehe

      Delete
    2. saya setuju sekali dengan komentar mba ruri. Kalau tidak suka atas seseorang ya selesaikan antar yang bersangkutan saja melalui jalur email masing masing atau istilahnya jalur pribadi. tidak mempublish konflik dijejaring sosial atau umum karena bisa dianggap menebar kebencian.

      ibarat cinta atau naksir itu biasanya diam diam. jadi jika sedang ribut atau konflik ya diam diam sajalah

      Delete
    3. ciyeeeh kang asep, pengalaman naksir orang di dunia maya, ciyeee

      *nuduh*

      *kemudian kabur*

      Delete
    4. iya ada. sekarang sudah jadi istri tercinta. artikelnhya ntar malam tayang tepat pukul 00.00 wib tanggal 11 desember 2012 tepat hari ulang tahun pernikahan kami yang ke 7. panjaaaaaaaaaaaang postingannya, dan saya yakin miss syahdini sudah pernah membacanya

      internet memegang peranan dalam proses ta aruf kami, long distance relationship, hingga kini sudah dikaruniai 2 anak.

      Delete
    5. okesip.. siap ngomen buat artikel besok ^^

      Delete
  2. betul banget tuh, dan kadang orang yg gak beretika di dunia maya cenderung di dunia nyata juga demikian.
    terkecuali memang teman akrab, candaannya juga ada batasan agar pertemanan tsb lebih langgeng..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya banget her.. apalagi yg psedonym gak jelas di twitter hehe..

      seeetuuujuuuu sama kalimat terakhirnya d^.^b

      Delete
  3. saya harus berhati hati menanggapi isu yang sudah disebut oleh miss syahdini mengenai memajang foto yang tidak pantas memang sering saya liat dari postingan blogger. Yang unik adalah gambar wanita dengan busana tidak pantas diposting oleh blogger yang juga wanita. ini menarik menurut saya.

    kalau dibalik foto laki laki dengan busana tidak pantas, tentu tidak akan saya lakukan. karena jika saya yang laki laki memosting gambar laki laki dengan busana yang tidak pantas bukankah itu merendahkan diri saya sendiri dan melecehkan sesama pria. kalau itu sampai saya lakukan berarti saya childish alias kekanak kanakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya banget kang.. salah 1 yg bikin kesal adalah kalo ada teman muslimah yg sudah memutuskan berjilbab, trus pajang foto saat tak pake jilbab.. padahal tutup aurat itu wajib dimana-mana, tak hanya di dunia nyata saja, dunia maya juga..

      Delete
    2. kalau alasannya agar artikel atau cerita lebih mengena jika digambarkan utuh dari fotonya. ah masa sih. kan bisa pake blur atau mozaik. sebagai contoh misalnya postingan berjudul pentingnya asi atau air susu ibu bagi balita, jadi tidak perlu digambarkan foto sang bayi sedang menyusui di dada ibunya dengan gambaran utuh, nanti bisa bikin marah kaum wanita se indonesia. menhyebut kata 'asi' saja orang sudah paham tanpa perlu ada gambar.

      Delete
    3. betulll.. jaman udah canggih gini ya kang.. pake gambar kartun juga gpp deh kayaknya.. atau gambar bayinya aja napaa..

      deuh, napa jadi ngomongin asi xixixi

      Delete
    4. oh ya mangap eh maaf. hiehiehieie ya udah di delet juga nda apa. Saat saya nulis komentar ini bunda, dan anak anak sedang pulas bobo. saya baru saja nulis artikel tema 'musium, cintai negerimu kenali bangsamu' untuk tayang minggu depan hiehiehiehiee. oaaaaaahememm mate dan lima wat ne, pengen nak tidok lok e

      Delete
    5. ndak usah, kan ndak ada unsur pornografinya hihihi..

      wowww, mantap! scheduling post is good way to keep the blog updated :) oke deeh, see you kang asep :)

      Delete
  4. di dunia maya ataupun di dunia nyata..semua memang harus menggunakan etika..karena disitulah kita sebagai manusia memiliki nilai yang lebih baik dari hewan :)

    ReplyDelete
  5. bner lah setuju banget, etika di dunia maya memang harus dijaga juga, tapi semoga bisa dijaga di dunia nyata juga tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. tentunya bang.. beretika dimana2 :)

      Delete
  6. terkadang saya juga ngerasa gak enak pake nama ini, mungkin secara gamblang kesannya kasar, padahal ??? au ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu ciri khas bang.. kita2 pada tau kok kalo bang stumon adalah anak yg manis :p

      Delete
  7. seminarnya PKS memang selalu berbobot koq Mbak.
    idenya kreatif dan segar. termasuk yang ini.
    apalagi program2 sosialnya, nggak hanya dilakukan menjelang pemilu kayak partai2 di negeri Astina. Astina yang rajanya Duryudana,dan parlemennya para Kurawa. saya ada di mana ya? ahh, saya sebagai Gatotkaca aja deh, hehe..

    pertanyaannya: komen saya ini beretika nggak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah ya pak..

      *ikutan mengawang2 ke negeri kahyangan xixixi*

      Insya Allah beretika pak, belom bisa dituntut ke ranah hukum itu sih *lohhh kok ;p

      Delete
  8. dicatet *biar nggak sembarangan posting di blog atau twitter*

    ReplyDelete
  9. Kesimpulannya dimanapun tempat kita berada, harus pandai memposisikan diri, menjaga diri, menghargai orang lain dan bertanggung jawab dengan apa yang sudah dikerjakan. Termasuk menulis postingan hoho... balik lagi kalau nggak mau ambil resiko (yang entah itu besar atau kecil, jangka pendek maupun panjang) jangan macem-macem deh. <---catatan untuk diri sendiri ;) Mantaaap dapet pemahaman baru Mbak Din. makasih berbagi pengalaman seminarnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yakkk! kesimpulan paling mantap!

      Delete
  10. Wah senangnya bisa jadi bagian dari acara :) menyanangkan dong :D

    ReplyDelete
  11. sebagai seseorang yang senantiasa berkelana di dunia maya, artikel ini mengingatkan saya. terima kasih ya :]

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 mbak.. sekaligus buat self-reminder juga ini, note to myself :)

      Delete
  12. Suka dengan kata-kata ini...
    "jika di dunia nyata kita tidak menipu, pun demikian di dunia maya. Jika di dunia nyata tidak berbohong, di dunia maya juga tidak."

    Kalau ditelusuri, sekarang memang banyak orang yg menggunakan Internet sebagai media untuk "BERBOHONG", terutama dibidang BISNIS.
    he he he

    www.ZaenuriAchmad.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener mas, kemaren dibahas juga tuh sama pembicara.. hacking yg tidak bertanggung jawab, penipuan di online shop hihi..

      Delete
  13. acara seminar kok,ada logo salah satu Partai ya ? #bingung
    nikmati aja yang ada,karena memang semua sudah ada aturan main'a :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena memang yang mengadakan, Partai Keadilan Sejahtera mas :)

      Delete
  14. tentu saja.. etika harus di junjung tinggi..

    tanpa etika, berarti apa yang kita bicarakan hanyalah sebatas sampah...

    ReplyDelete

Because sharing is caring