dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Thursday, 4 October 2012

Tak Cukup Apa Adanya


Kriteria calon suami:
1. Muslim, beriman dan bertaqwa
2. Rajin bekerja
3. Sehat
4. Tidak gaptek
5. Menerima saya apa adanya

Kriteria calon istri:
1. Muslimah, berjilbab
2. Bersedia untuk bekerja di rumah
3. Sholehah
4. Sehat
5. Menerima saya apa adanya

Yang di atas itu hanya contoh kriteria yang pada umumnya diajukan oleh seorang lajang yang mendambakan pasangan untuk diajak menghabiskan sisa usia. Kalimat nomor 5: Menerima saya apa adanya, adalah kalimat yang paling sering saya dengar di antara kriteria lainnya. Apalagi kalo yang ditanya anak remaja. Bisa muncul duluan tuh kalimat tersebut.
Saya sih yang penting dia mau nerima saya apa adanya.
Begitu.

Sama sekali tak salah kalau kita ingin dapatkan pasangan yang dengan ikhlas dan ridho menerima kita apa adanya. Kalau kita cantik, ya diterima aja apa yang ada. Apalagi kalau kita cantek banget, terima saja lah.

Tapi bagi saya, menerima apa adanya saja tidak cukup. 

Bagaimana kalau kita adalah seorang yang pemarah? Rela-kah kita jika kelak pasangan kita hari-harinya habis bersama seorang manusia yang sering marah-marah? Aih, kasian kan.

Maka dari itu, bilamana mendambakan pasangan yang membahagiakan di dunia dan juga akhirat, pilihlah yang bersedia bersama-sama bergerak menjadi lebih baik, bukan yang sekedar menerima kita apa adanya :)

Mengerti kan maksud saya?

55 comments:

  1. mbak, poto blogger profile ku minta ya

    ReplyDelete
  2. walah, kalo saya udah gugur tuh di point "tidak gaptek". litotes ke teknologi komputer kan? tapi beneraan deh saya nggak gaptek di teknologi musik. saya ngerti flanger, sound, effect, dan sebagainya deh (istri saya manggut-manggut mengiyakan kalo baca komen saya ini, huahaha)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Litotes bukannya nama orang ya pak? *ternyata saya juga gaptek*

      Delete
    2. @zachcflazz : Hahahah ini kriteria tahun 2012 kayaknya soalnya ada IPTEK hiehiehiee bener nda sih bang Roni?. Soalnya saya juga waktu menikah dulu juga tidak secanggih canggih amat. Tapi ini kan kriteria personal, dan sudah memasuki ranah selera. Kalaw sudah selera kan tidak bisa diperdebatkan


      Delete
    3. penulisnya sendiri ternayta gaptek.. heheheh, bisa aja nie.. pis ah.

      Delete
    4. hmmm hmmm hmmm..

      kan cuman contoh xixixi gak teliti ah bacanya

      Delete
  3. saya sepakat dan sependapat, carilah yang membawa dan mengajak pada kebaikan dan perbaikan. Dan untuk yang seperti itu, saya merasa masih harus banyak berbenah diri, dalam banyak hal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget. Perbaikan diri tak pernah behenti.

      Delete
  4. Semoga pasangan kita Allah karuniakan kesabaran lahir-batin dalam menghadapi kekurangan kita, dan begitu pun kita terhadap pasangan :)

    ReplyDelete
  5. Dhoni mah belum nikah, dan masih mencari yang terima kekurangan dan kelebihan dhoni-nya :)

    ReplyDelete
  6. kok kamek nd pernah bilang gitu ye, banyak ke yang bilang minta terima apa adanye? nd majulah kakak kalo kite diterima ape yang ade, cobe kalo dia nerima kite dan maok ngebuat kite jadi orang yang lebih baik, kayaknye lebih mantap.

    Dont choose a better guy, but choose a guy that make you better *maapkeun engles kamek*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti kak hani bukan remaja :p

      yoih kk. Being yourself is not enough. Improve yourself to be better, that's better :)

      Delete
    2. Kadang kriteria itu sendiri yang menjadi persoalan. Ini memang unik dan menarik soalnya kaca mata yang dipake dalam memandang kriteria seorang Calon Suami / Calon Istri tidak sama satu sama lainnya. Jadi kriteria yang manakah yang terbaik, ada baiknya kita kembalikan kepada masing masing. Soal selera memang tidak dapat diperdebatkan

      Delete
    3. kriteria paling penting untuk muslim/muslimah: seiman. dan bagi saya, itu tidak bisa diperdebatkan :D

      Delete
  7. bener sekali tuh, Menerima apa adanya saya juga sering denger :)

    ReplyDelete
  8. betul sekali sobat, mesti melihat bibit bobot dan bebetnya sobat...

    ReplyDelete
  9. Yang jelas harus saling setia saling pengertian saling terbuka dan menunaikan tanggung jawabnya sebagai masing-masing dalam kehidupan tali rumah tangga

    ReplyDelete
  10. sangat dimengerti, setuju sekali, entar ga maju maju idupnya ya gitu gitu aja kalo menerima apa adanya

    ReplyDelete
  11. waaaaah betul juga din....makasih din *brb ngubah proposal* wkwkwkwkwk

    ReplyDelete
  12. ohh, gitu yah ma'am. jadi tidak cukup apa adanya. labih baik mencari pasangan yang bisa terus membimbing kita untuk terus di jalan Allah dan bersedia bersama-sama bergerak :))menjadi lebih baik

    ReplyDelete
  13. Moga saja ntar aku dapat calon istri yang begitu..amiennnn.

    ReplyDelete
  14. bukankah dengan semakin banyaknya persyaratan di atas.. itu tandanya kita 'pamrih'?!?!?

    ReplyDelete
  15. ehm.. dalem nie pernyataannya. tapi ada benarnya juga, jadi tips dan wawasan saya ketika saya akan mencari. tapi yang paling penting si ada yang mau dulu.. percuma nerima apa adanya tapi ga ada yang mau, artinya ga punya psangan. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, ini syarat kedua paling penting setelah seiman nih wkwkwk

      Delete
  16. dambaan smua orang muslim dan muslimah,..setuju dengan kriteria itu

    ReplyDelete
  17. tidak gaptek....hahahhahah, udah pasti aku gugur duluan......

    tapi terkadang karna kriteria-kriteria itulah yang ngebuat masalah , gimana kalo ada orang yang sebenarnya nggak sesuai ama kriteria kita tapi ternyata dialah jodohnya kita.......

    ReplyDelete
    Replies
    1. tergantung, kriterianya yg mana dulu? kalo poin gaptek, misalnya.. tapi ternyata dari hasil istikharoh rupanya Allah tetapkan dia jodoh kita, keep going on..

      tapiii, kalo kriteria poin seiman dan kita merasa itu jodoh kita? beuh.. mending saya berjodoh di akhirat daripada di dunia harus "berjodoh" sama yang gak seiman..

      Delete
  18. menerima apa adaanya tergantung interpretasi masing2, kalimat ini di ucapkan kadang hanya untuk membuktikan bahwa seseorang itu cinta, nanti kalo udah nikah pasti ketauan belang masing2 hehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehm.. ada yang berbau curhat di sni. hahahaha.

      Delete
  19. wow sangat membuka mata hati pembaca great

    ReplyDelete
  20. dalam hal ini sebaiknya kita menggunakan metode reflektor atau cermin dalam menilai diri kita sendiri dan calon yang kita harapkan, kalau diri kita baik tentunya pantulan kita juga akan baik, demikian juga bila kita jahat maka pantulan kita akan jahat juga..nach hal ini tentunya berlaku bagi kita...karena yang suci kan bertemu yang suci, demikian pula sebaliknya...maka demikianlah yang dijanjikan ALLAH YANG MAHA MENEPATI JANJI :)

    ReplyDelete
  21. Baidewei baswei, saya tadi pagi ke kampus FKIP UNTAN, dan masih melihat photo Mahasiswa Berprestasi di pajang di lobby atau ruangan Dosen, dan diantara foto foto itu, pigura Miss Syahdini masih bertengger di sana dengan mantap dan aman terkendali hihiihi. Mantapsssssss

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya Kang? mantap tuh. ceritain atuh Mbak Syahdini, soal prestasi ini. kalopun udah pernah diposting dulu, kita-kita direfresh lagi dong...!

      Delete
    2. aiiih, dipajang lagi? x_x

      udah pernah diceritain pak, di http://www.dhzblog.com/2012/03/mawapres-2009.html#.UHaZ2JjMiHM hehe

      Delete
  22. aduh ,,, gw mau merit nih ,,, tp masih laaamaaa .. *kenapa?*
    blon nemu calon yang pas ,, haha ,,
    saya setujuh dengan orang yang meneroma apa adanya ke kit...a

    ReplyDelete
  23. maksudnya mungkin 'menerima segala kekurangan dan kelebihan kita'..
    Kan kalo udah sifat dan bawaan orok suka susah diubah mbak? makanya harus diterima apa adanya! hihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, makanya saya tulis: yang BUKAN SEKEDAR ;)

      Delete
  24. Menerima apa adanya merupakan hal yang sangat sulit untuk waktu sekarang, tapi kalau itu bisa terjadi akan sangat menyenangkan

    ReplyDelete

Because sharing is caring