dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Wednesday, 3 October 2012

Mengapa Kau Bertanya

Bukan, ini bukan bagian dari lirik lagunya Yuni Shara. Ini judul tulisan tentang tanya-tanyaan.

Pernahkah teman-teman bertanyatanya, kenapa sih orang bertanya? 


Menurut saya, motivasi bertanya itu paling tidak ada 3 macam:

1. Mau tau banget.
2. Mau tau aja.
3. Cuman ngetes.

Contoh nomor 1 misalnya saat lagi di dalam kelas, lagi pelajaran fisika. Eh ga usah fisika deh. Kalau pelajaran fisika biasanya saya malah bingung mau nanya apa saking susahnya :p

Pelajaran Bahasa Inggris aja. Misalnya, guru lagi menyampaikan materi tentang Conditional Sentence. Ada 1 hal yang mengganjal di pikiran seorang siswa dengan contoh kalimat yang diberikan guru:

If I had had the book, you would have borrowed it.

Kenapa kata 'had' nya sampai 2 kali? Muncullah pertanyaan tersebut. 

Bagi siswa yang memang ingin benar-benar menguasai materi Conditional Sentence, pertanyaan semacam ini muncul karena dia penasaran dan mau tau banget jawabannya. Karena, bisa jadi nanti di ujian akan muncul soal seperti itu. Atau, mungkin saja ketika nanti akan menggunakannya untuk percakapan sehari-hari, dianya udah ga bingung lagi kenapa 'had' bisa bersanding dengan 'had'.

Begitu.

Contoh nomor 2 misalnya situasi di sebuah kolom komentar blog *halah*. Contoh terfreshnya adalah pertanyaan yang diajukan sama Kak Diar di postingan saya yang kemarin. Atau contoh lain, saat kita bertemu dengan kenalan di tempat umum, trus muncul pertanyaan: "Abis dari mana? Mau kemana?", itu adalah jenis pertanyaan mautauaja, yang kalo ga dijawab juga ya udah sih, cuman pengen tau aja. 

*Ps. Kak Diar, btw postingan ini ditulis bukan karena pertanyaan Kak Diar kemaren loh kakak cantiik, topik ini udah berbulan lamanya tersimpan dalam rencana list postingan hehehehe ^^v <-- yang ini contoh: ngasihtauaja :p*

Contoh nomor 3 misalnya ketika kita barusan dibohongin. Kita tau nih ceritanya perihal yang sebenarnya. Dalam rangka 'ngetes' kejujuran orang tersebut *siapa tau setelah ditanya lagi dianya jadi jujur, gitu*, maka kita mengajukan sebuah pertanyaan. 

Atau contoh lain, saat sedang mengikuti mata kuliah Agama Islam, misalnya. Ketika dosen selesai menjelaskan dan ngasi kesempatan untuk bertanya, berhubung tak ada seorang pun yang menggunakan kesempatan itu, maka seorang mahasiswa iseng pengen ngetes dosennya dengan pertanyaan: "Pak, apakah berjilbab itu wajib?", padahal dia sudah tau jawabannya jelas dan ada dalam kitab suci AlQur'an.

Jadi intinya, bertanya dengan motivasi cuman ngetes adalah situasi saat kita sudah punya jawabannya. Begitu.

Tentang tanya-tanyaan, 3 poin itu sih versi saya. Kalo versi AlQur'an dan Sunnah, langsung meluncur ke halaman wordpress saya aja :D *kemudian promo :p*

Baeklah. So far, any question? *winkwink*

27 comments:

  1. makasih untuk artikelnya sobat

    ReplyDelete
  2. kalau menurut saya...kita bertanya karena memang ada pertanyaan yang muncul begitu saja di kepala dan harus dikeluarkan dengan kata-kata, karena kalau disimpan maka kan membuat pikiran menjadi tidak tenang....entah di jawab atau tidak, yang penting sudah bertanya... :-)

    ReplyDelete
  3. Haha, artikelnya uni bnget ... sya gk prnah berpikiran untuk mencari tau apa alasannya orang bertanya

    ReplyDelete
  4. Hehehe... oke deh, Din :) Btw, ada juga kan pertanyaan yang sifatnya retoris alias gak perlu jawaban. Dan kayaknya banyak juga orang-orang yang suka pakai pertanyaan retoris, baik dalam obrolan sehari-hari maupun dalam situasi formal. Buat contohnya, I give you the chance to share, hehehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Misal, nanya sama suami: do you love me? *aiiih sungguh jawak :p

      Delete
    2. Kalo pertanyaan yang satu itu I always want to know the latest answer *supaya yakin* :)

      Delete
    3. Dini udah lama tidak menanyakannya kak *ceritenye kepedean :p

      Delete
    4. hahahahaha seru seru eeee

      Delete
  5. satu lagi: iseng. daripada nggak nanya, jadi membisu, cengo, malam minggu jadi kelam dan nggak indah, kan mending nanya-nanya, meski nggak denger jawabannya. liat bibirnya lagi bergerak ngejawab pertanyaan nggak penting tadi aja, dada udah ser-seran banget (ini jawaban saya dengan setting 1990-an.. hehe)

    ReplyDelete
    Replies
    1. 90' always mas zach.. :)

      Delete
    2. Ah pak zach bikin saya jadi memvisualisasikan komen hehe

      Delete
  6. Point yg ke tiga..seperti nya memang alasan terakhir ya sis.. :)

    Sayang nya malah sering di salah posisikan ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Disalah posisikan gimana misalnya mas?

      *mautauaja* ^^v

      Delete
  7. terkadang aku juga melakukan tiga tiganya, tinggal siapa yang kita tanyai

    ReplyDelete
  8. bertanya itu KEPO , KEPO is care .. kalo ga nanya tersesat, kalo ga nanya kamu ga tau apa apa, nanya itu penting kan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. kepo beda lagi kalo menurut saya.. kalo kepo itu mau tau urusan orang yg bukan urusannya dia.. agak mengarah ke pengen tau aja yang miring ke kiri gitu *apaaa ini xixixi

      Delete
    2. hehehhee saya sendiri jarang pake kata "kepo" itu

      Delete
  9. kadang orang ragu mau bertanya, takutnya disangka 'oon'. Padahal kan beneran ga tau dan ga ngerti ama apa yg dibahas! Jadi serba salah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo yang minderan biasanya mang sering gitu mbak..

      Delete
  10. Wah wah jangan sampai beralih ke Yuni Shara nih. Udah keren jadi Miss Syahdini hiehiheiehieiheiee

    ReplyDelete
  11. wah ini ada pelajaran bahasa inggrisnya. ngeri juga nie. hahahaha. tapi bener juga, apalagi tu yang terakhir, ngapain di tanya kalu si penanya uda tau ya? heheh. ternyata ngetes toh dia.

    ReplyDelete

Because sharing is caring