dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Wednesday, 29 August 2012

Kepada Siapa Harus Mengadu


Tidak semua perempuan seberuntung saya. Subuh hari yang sejuk di Kalimantan Barat, bersama seorang lelaki yang adorable dan lovable, melewati jalan provinsi serta sebagian jalan lintas negara dengan sepeda motor. Berdua saja.

Di beberapa bagian jalan, saya berinisiatif untuk mengendarai motor, sementara suami saya duduk di boncengan. Nice. Tidak semua perempuan seberuntung saya kan?

Ada yang tak beruntung, karena gengsi jika harus melintasi Pontianak - Sekadau dengan sepeda motor. Ada juga yang fisiknya tak mampu. Ada juga yang tak bisa kendarai sepeda motor. Dan ada juga yang tak berani. So, how lucky I was, having the chance to pass the long road!

Sati-satunya hal yang membuat saya agak kurang beruntung hari itu adalah kondisi jalan yang sangat WOW. Ya, jalan yang di foto itu. Jalanan di atas, iti adalah jalan Pontianak - Tayan yang baru saja rampung. Mulus. Wusss. Vice versa dengan jalanan di bawahnya. Jalan menuju Sekadau, tepatnya di area Kabupaten Sanggau menuju Sekadau. Awww. You can see it with your very own eyes, huh? Hancur leburrr.

Sepanjang saya melewati jalan rusak itu saya berfikir, mengapa orang-orang yang berwenang mengurusi jalanan ini sedemikian tega membiarkannya serusak itu? Apakah saya hidup di negara tanpa pemerintahan? Apa saya punya Gubernur? Apa bapak Presiden pernah, atau minimal, sekedar tau tentang kondisi jalan tersebut?

Oh. Kepada siapa saya harus mengadu tentang jalanan rusak itu. Kepada Gubernur, atau pada Presiden?

51 comments:

  1. kalo pada pak Lurah gimane tuh mbak??? Memungkinkan gk sih??? heheheh

    *pertamax

    ReplyDelete
  2. Jalan apa tuh mbak. Kalo jalan kabupaten lapor ke Bupati. Kalo jalan provinsi lapor ke gubernur. Kan sekarang ada tuh bupati/walikota atau gubernur yang langsung bisa disapa/dilapori pengaduan online (lewat twitter, misalnya). Ada misalnya gubernur jawa barat, dll :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. gubernur kalbar kayaknya gak punya twitter u,u

      Delete
  3. semoga dana untuk perbaikan jalan tidak dikorupsi disana mbak @@

    ReplyDelete
  4. kepada Tuhan mbak, semoga para petinggi sadar akan jalan yang WOW itu.
    tetep semangat di pulau borneo mbak, kalo boleh tau, mbaknya di kalimantan kerja apa? :)

    salam,
    Akhy, Malang

    ReplyDelete
    Replies
    1. itulah susahnya, bikin nyadarnya susah benerr..

      Delete
  5. Mengadu kepada pihak yang berwenang dan kepada Tuhan mbak ,
    emang miris kalo jalanan yg kita lewati separah dan se "wow" gitu...

    ReplyDelete
  6. selama negara disetir sama organisasi politik, selalu yang bicara kepentingan. coba aja kalo masyarakat sekitar situ kemudian mau mencoblos partai tertentu, maka perbaikan jalan pun segera dikerjakan. sorry saya mungkin apriori terhadap keadaan. tapi saya punya referensi banyak bahwa pembangunan sering ada itung-itungan politisnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget pak.. kemaren2 juga dikasih tau sama suami urusan jalanan pun sangaaat politis.. haiihh..

      Delete
  7. salam kenal mbak, di samarinda lebih parah lagi mbak,

    ReplyDelete
  8. Aku gak bisa nyetir motor fufufu...
    Jalannya belum di aspal gitu ya...

    ReplyDelete
  9. Coba postingkan gambar gambar kondisi jalan yang rusak itu lengkap dengan pengalaman suka dukanya melewati jalan itu. Siapa tau artikel dan postingan blognya dibaca pejabat Sekadau atau Pusat di Jakarta bisa membuat malu pemda Sekadau nantinya. Berdasarkan pengalaman banyak hal yang diposting blogger bisa menarik perhatian dunia seperti halnya "berkicau" di facebook dan twitter.

    ReplyDelete
  10. Boro-boro di daerah. Lawong di Jakarta saja masih ada jalan yang rusak mbak :(

    ReplyDelete
  11. waadduuhh ,, kayanya bukan didaerah pontianak aja tuh mba , di daerah ane juga banyak jalan yang rusak .. mestinnya sih pemerintah setempat dulu yng intisiatif,,, lalu naek ke atasanya camat,gubernur, dst.. hhhmmm :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. keputusan tetep di tangan gubernur dan pemerintah pusat mbak

      Delete
  12. jangan mengadu padaku diinn, akupun tak mampu laahh :D

    tp emang nyebelin loh kl lewat jalan seperti itu, perasaan kaya di off road, diguncang2, bikin sakit badan -_-"

    ReplyDelete
  13. ugh jalanan (-_-)/
    tak tahu mengadu pada siapaaaa mbak!
    Oh ya, mbak pas aku buka blognya katanya ada malware.
    Coba dicek mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih, makasih ya mbak may..

      Delete
  14. waha, suaminya kecapean bawa motor ya mbak, makanya gantian dibonceng .. ehehee
    ngadu sama siapa ? pihak yang berwenang gak ada yang beres kayaknya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. nehi, sayanya yang pengen bawa. dibonceng malah capek :D

      iya, susah deh

      Delete
  15. wah keren amat tu suaminya di bonceng, pemandangan yang jarang. heheh. kalau sudah urusan jalan, lempar tangung jawab kecuali akan ada pelilihan yang baru, buru buru dah di kerjain sambil cari muka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kemaren barusan ada pemilihan kepala daerah di sini, dan jalanannya masih jelek, dan incumbent kepilih lagi *speechless*

      Delete
  16. sunggu ironi ya mba, jalan di sana tidak terurus. pemerintahnya tutup mata atau memang ingin di tutup matanya?

    ReplyDelete
  17. nggak cuma di sana tengoklah di sini juga hai bapak bapak yang terpilih #ikutan mengadu

    ReplyDelete
    Replies
    1. *bentangkan spanduk*

      turunkan presiden SBY

      *EHH

      Delete
  18. mira kalo ngelewatin jalan itu selalu dalam kondisi terpejam kaDin, soalnya tidur terus di perjalanan :D
    jadinya ndak merhatikan benar jalanan tu kek gimana :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. aiih, kk ndak bisa tidur mir kalo lewat jalanan jelek tu hehe

      Delete
  19. Berbagi kata kata motivasi mas broo,
    h dari mereka di atasmu. Nikmati hidup bersama mereka di sampingmu. Jangan remehkan mereka di bawahmu.
    semoga bermanfaat salam kenal dan sukses selalu ya :D

    ReplyDelete
  20. jangan mengadu pada saya mbk bukan bidang nya...hikh..hikh..oh ya mabk ...mumpung masih di bulan syawal mohon maaff lahir batin yaaa

    ReplyDelete
  21. satu hal mbak..

    saya juga yang tinggal di pelosok pun, dengan kondisi geografis yang terpisah laut dengan pulau jawa pun merasakan ketimpangan yang hampir serupa..

    ReplyDelete
  22. merasakkannya juga din, iya tak seberuntung dirimu. karna tak pernah pulang ke putussibau pake sepeda motor, hehe

    kalo jalan menuju putussibau biasanya lebih parah dari itu, beberapakali pun diperbaiki, 3-4 bulan kemudian tak mulus lagi. katanya, kualitas aspalnya semakin jelek. kadang jg bertanya pd diri sendiri memangnya dana proyek tak cukup? wallahu a'lam..

    ReplyDelete
    Replies
    1. itulah kak, proyek dan proyek.. entah sampai kapann

      Delete
  23. Mudah-mudahan ada pejabat yang berkewajiban terhadap pembetulan jalan yang juga hobi ngeblog dan membaca postingan ini, serta tergerak untuk menindaklanjuti. Amin.

    ReplyDelete
  24. assalamu'alaikum wrwb.
    halo Mbak Dini, lagi di mana? sehat selalu saja kan? semoga demikian dan kalaupun lagi sibuk, hati-hati jangan sampe kecapekan. sukses selalu ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa'alaikumsalam, hadir pak :D

      Delete
  25. huft.. tanya saja pada arumput yang bergoyang..

    ReplyDelete

Because sharing is caring