dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Wednesday, 29 February 2012

Tampang Itu Perlu

Soure: Ditto Mister


Eittssaah, jangan salah paham gitu donk ah liat judul postingan saya kali ini. Hari ini mau intermezzo sedikit dengan sebuah kisah yang saya dapat dari hasil iseng utak-atik file Bunga Rampai di laptop. Judulnya: Tampang itu Perlu, agak menggelitik mata saya untuk lanjutkan membaca isinya. Dan setelah dibaca, hehehe, lumayan lucu rupanya. Berikut kisahnya:

Nasrudin hampir selalu miskin. Ia tidak mengeluh, tapi suatu hari istrinyalah yang mengeluh.
"Tapi aku mengabdi kepada Allah saja," kata Nasrudin.
"Kalau begitu, mintalah upah kepada Allah," kata istrinya.
Nasrudin langsung ke pekarangan, bersujud, dan berteriak keras-keras, "Ya
Allah, berilah hamba upah seratus keping perak!" berulang-ulang. Tetangganya ingin mempermainkan Nasrudin. Ia melemparkan seratus keping perak ke kepala Nasrudin. Tapi ia terkejut waktu Nasrudin membawa lari uang itu ke dalam rumah dengan gembira, sambil berteriak "Hai, aku ternyata memang wali Allah. Ini upahku dari Allah."
Sang tetangga menyerbu rumah Nasrudin, meminta kembali uang yang baru dilemparkannya. Nasrudin menjawab "Aku memohon kepada Allah, dan uang yang jatuh itu pasti jawaban dari Allah."
Tetangganya marah. Ia mengajak Nasrudin menghadap hakim. Nasrudin berkelit, "Aku tidak pantas ke pengadilan dalam keadaan begini. Aku tidak punya kuda dan pakaian bagus. Pasti hakim berprasangka buruk pada orang miskin."
Sang tetangga meminjamkan jubah dan kuda.
Tidak lama kemudian, mereka menghadap hakim. Tetangga Nasrudin segera mengadukan halnya pada hakim.
"Bagaimana pembelaanmu?" tanya hakim pada Nasrudin.
"Tetangga saya ini gila, Tuan," kata Nasrudin.
"Apa buktinya?" tanya hakim.
"Tuan Hakim bisa memeriksanya langsung. Ia pikir segala yang ada di dunia ini miliknya. Coba tanyakan misalnya tentang jubah saya dan kuda saya, tentu semua diakui sebagai miliknya. Apalagi pula uang saya."
Dengan kaget, sang tetangga berteriak, "Tetapi itu semua memang milikku!"
Bagi sang hakim, bukti-bukti sudah cukup. Perkara putus. 

Ahahahaha. Ada-ada aja Nasruddin :p

Jadi, yang dimaksud dengan 'tampang itu perlu' sebagaimana judul humor sufi ini adalah 'tampang' untuk datang ke pengadilan, sekaligus 'tampang' untuk memperdayai tetangganya yang sengaja ngerjain Nasruddin ihihihi.

6 comments:

  1. It always be pleased to be no 1 for this comment. Senang rasanya jika bisa menjadi nomor satu dalam memberikan komentar. Saya suka nomor satu karena itu yang pertama.

    Nasrudin memang jenaka, bahkan tokoh ini sering menjadi salah satu sekmen di majalah Islam yang terbit setiap Jumat di Masjid Al Muhtadin Untan besutannya Rizko atau Kurnia Ramadhan.

    Saya suka Nasruddin. Jenaka, lucu, dan Unik.

    ReplyDelete
  2. I am glad to for having a loyal commentator of my blog, that's also one of the reason why I sent you that 'sesuatu' hehehe..

    Iya kang, nasrudin ini klo nda salah nama tenarnya Abu Nawas kan ya? Ataukah beda ya.. Errr nanti dicari deh..

    Both Abu Nawas n Nasrudin *kalo orgnya beda*, dua2nya memang jenaka dan penuh tipu daya hahaha..

    ReplyDelete
  3. wah lucu tapi mempunyai makna yang dalam, ada pembelajarannya juga :)

    ReplyDelete
  4. Waaah finally dimampirin eel lagi, senangnyaaa hihihi..

    ReplyDelete
  5. Nasrudin kan yaaa.. bukan Nazarudin... hihihihihi... yang tampangnyah kata nya Syahdini itu super cakep -__-

    ReplyDelete
  6. Nazaruddin siiiiih, cuakepppp (´⌣`ʃƪ)

    ReplyDelete

Because sharing is caring