dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Thursday, 23 February 2012

Saya dan Radio Volare

Waktu masih langsing :p

Jelang 39 tahun usia Radio Volare, saya jadi pengen nostalgila dikit aaah tentang bagaimana saya bisa bergabung di Radio terdepan di Kota Pontianak ini. Di awal-awal siaran dulu, cukup sering saya 'dituduh' bisa masuk dalam daftar jajaran penyiar Radio Volare atas bantuan Bapak saya. Tuduhan macam apaaa itu. Yang benar adalah, kedua orang tua saya mendukung keberadaan saya sebagai penyiar Radio Volare. 

Sebetulnya cerita tentang bagaimana saya bisa menjadi bagian dari Radio Volare sudah pernah saya kisahkan sekilas di tulisan ini: thekupu and 10 facts about her. Tapi itu kan cuman sekilas. Sekarang saya ceritakan lebih detail, sedetail yang saya ingat.

Tahun 2002, Radio Volare punya program yang namanya Volare Hotline Service (sempat berganti nama jadi Jukebox, kemudian sekarang berubah nama menjadi Cakrawala). Bulan Juni, dibuatlah sebuah inovasi untuk program Hotline Service. Tadinya, program ini hanya melayani kirim-kirim salam dan request lagu via telpon. Nah, bulan Juni itu, Ibu Program Director Radio Volare yang tercinta, Dewi Utami (lebih dikenal dengan panggilan Mba Temi) merancang acara Hotline Service menjadi ajang kompetisi buat pendengarnya. Kompetisi bagaimana?

Jadi mulai bulan Juni 2002, di Volare Hotline Service, pendengar tidak sekedar kirim-kirim salam atau request lagu, tapi juga bersiaran layaknya seorang penyiar. Prosedurnya, pendengar menelpon ke studio ketika off air, kemudian operator menyiapkan lagu yang akan diputar. Kalau sudah siap, operator memberikan aba-aba untuk mulai, dan action! Bergayalah pendengar seperti penyiar yang sedang siaran, tapi via telepon. Tiap minggunya dipilih satu orang presenter terbaik hotline service. Yang menang dapat hadiah dari Radio Volare + on air dengan penyiar Volare di acara Canda Khatulistiwa (sempat berubah nama menjadi Afternoon Tea, sekarang nama programnya Soda Gembira).

Di minggu pertama, saya coba-coba ikutan telpon. Tapi saya tidak menang. Tidak menyerah dong. Jadinya saya coba lagi di minggu kedua. Waktu itu lagi rame-ramenya Piala Dunia. Jadi saya kasi informasi tentang sepakbola. Sungguh tiada dinyana, saya menaaaang huahaha. Pas pertama kali siaran, rasanya senangn minta ampun dah. Kemudian di minggu ketiga, keempat dan minggu kelima, saya coba lagi. Dan alhamdulillah menang lagi. 

Di minggu kelima itulah, bulan Juli 2002, saya ditawari untuk magang di Volare sama Mbak Temi. Saya terima dengan senang hati dong tawaran tersebut. Sekitar 2 bulanan saya magang, dan sempat disuruh melamar jadi penyiar. Tapi waktu itu belum dikasi izin sama orang tua. Juli 2002 itu saya baru khatam SMP,  baru selesai ujian nasional, dan masih berusia 14 tahun. Masih terlalu dini untuk siaran di Radio dewasa *ambigu banget deh ini hihihi*. Akhirnya saya ditawarkan untuk melamar sebagai scriptwriter aja. Maka, mulai bulan September 2001 saya resmi menjadi scriptwriter Volare.

Sekitar 2 tahunan kerja di Volare, membuatkan naskah siaran untuk para penyiar, mendengarkan penyiar favorit bersiaran, keinginan saya untuk menjadi penyiar semakin membuncah. Pas pula saat itu salah satu stasiun Radio swasta lain buka lawongan penyiar buat anak SMU. Saya sempat punya niat untuk melamar di sana. Konsultasi sana-sini tanya-tanya teman di kelas. Ada yang setuju, ada juga yang tidak. Akhirnya saya shalat istikharah, dan hasilnya adalah saya tidak melamar ke sana. Ketetapan Allah pasti yang terbaik untuk saya. 

Hingga di suatu sore di ruang kantor Radio Volare, saya bicarakan keinginan saya untuk jadi penyiar dengan Assistant Program Director, Mba Hesty Indriyani. Mba Hesty kemudian melanjutkan obrolan kami tadi ke Ibu Manager, Hj. Ade Pratiwi. Saya pun lantas diminta untuk bikin contoh rekaman siaran. Setelah 2 kali rekaman, akhirnya tanggal 11 Maret 2004, Untuk pertama kalinya saya resmi bersiaran dengan status: PENYIAR. Senang tak terkira.

Selama menjadi bagian dari Radio Volare, saya lebih banyak merasakan suka daripada duka. Sukanya, bisa ketemu sama orang-orang ngetop, belajar dari mereka, mengambil sisi positif yang mereka punya dan foto-foto tentunya *teteup :p*. Selain itu, menjadi scriptwriter dan penyiar juga berarti memperkaya wawasan, membacakan informasi untuk Bujang Dare, bahkan juga menerapkan sedikit ilmu yang saya miliki di beberapa program acara. 

Menjadi penyiar membuat saya dikenal cukup banyak orang, walaupun hanya lewat suara. Menjadi penyiar memperluas jaringan pertemanan, sekaligus amat sangat mempermudah saya mendapatkan rezeki di lahan lain. Sebagai contoh, ketika Poltekkes Gizi Pontianak sedang membutuhkan seorang dosen untuk mata kuliah Bahasa Inggris, seorang teman langsung merekomendasikan saya *yang waktu itu masih mahasiswa semester akhir FKIP Bahasa Inggris* untuk menempati posisi tersebut. Bukan sekedar sebagai Dini Haiti Zulfany yang anak Bahasa Inggris, tapi sebagai Dini yang penyiar Volare, yang membawakan program English Teletalk. Alhamdulillah :D

Dukanya, hampir tidak ada. Lebih tepatnya, segala duka yang terjadi selama di sana tidak saya ambil hati dan tidak saya kenang. Paling-paling kebasahan keguyur hujan waktu di jalanan saat akan berangkat siaran. Salah siapa tak bawa mantel. Sebagai penyiar yang waktu itu berseragam SMU, dan juga penyiar sembari kuliah dan mengajar, belum pernah sekalipun saya sampai bolos sekolah atau bolos kuliah. Begitu pun dengan mengajar. Rasa-rasanya tidak pernah saya sengaja tidak mengajar demi siaran. Sebisa mungkin saya rikwes jadwal siaran yang tidak bentrok dengan jadwal kuliah dan jadwal mengajar saya.

Setelah menikah, saya berdomisili di Sekadau, tak bisa lagi sering-sering siaran. Sesekali kalau pulang ke Pontianak, saya 'ngerampok' jadwal siaran Neng Riedha atau Mbak Temi. Kadangkala kangen siaran juga looh. Makanya saya tidak mau mengundurkan diri dari Radio Volare. Saya ingin tetap menjadi bagian dari Radio Volare sampai saya tak pantas lagi bersiaran. Syukurlah Mbak Temi membolehkan. Masih boleh kan yaa mbak kalau nanti jadwalnya dirampok lagi ^.^v

Mau intip profil saya di web Radio Volare? Alhamdulillaah, masih dipajang looh ahaha. Monggo diklik. Silakeun mampir sekaligus mengenal Radio Volare lewat webnya. Bisa simak siarannya via streaming juga. 

Let's have fun with music, let's get smart with information.

6 comments:

  1. Hehhee mantafs. Hal ini tidak terjadi di Kang Guru Indonesia. Sejak awal Januari 2012 , semua Kang Guru Champion se Indonesia, termasuk saya, sudah tidak boleh lagi mengatas namakan Kang Guru Indonesia dalam setiap kegiatan. "You represent nobody" said Project Manager Kang Guru Indonesia, Kevin Dalton.

    Hingga Mid June 2012, status saya sebagai perwakilan resmi KangGURU Indonesia dinonaktifkan, dan profil saya di website KangGuru Indonesia (www.kangguru.org) sudah dihilangkan ever since.

    You are lucky to see your profiles masih ada di website Volare FM. Mantaff. Dari sisi SEO (Search Engine Optimization) merupakan faktor yang bisa mendatang trafik, apalagi website Volarefm berpage rank (PR) 3. Sama tinggi dengan PR website saya

    Saya senang dengan program Soda Gembira, apalagi saat "status" saya di FaceBook dicolek, dan dipublikasikan, Ah senengnya, bisa kondang dari sisi baiknya, dan bukan dijelek jelekkan secara online beberapa bulan yang lalu.

    Banyak teman saya di FB dan komunitas yang terjerat hasutan dan info menyesatkan hingga ikut ikutan menyindir dan menjelekkan saya di online tanpa tau duduk persoalannya. Harusnya kan cross check ke saya, apakah benar demikian. Bukankah kita memakai asas praduga tidak bersalah? Check dan balance donk, jangan ikut ikutan.

    Great Posting today Miss Syahdini. Trust me, I will be your loyal visitor and reader as well. I hope so and I know so

    Happy Blogging

    ReplyDelete
  2. Maksudnya sekarang KangGuru udah ga punya perwakilan lagi gitu ya kang? Tapi masih afiliasi ke KangGuru kan ya kang..

    iya kang alhamdulillah, tapi barusan tadi dikasi tau kalo selama 3 bulan ga siaran2 nanti profilnya dihapus huhuhu..

    huwaduh, kayaknya yang suka nyindir2 tanpa cross check harus baca postingan saya yang tentang jaga jempol ya kang hihihihi :p

    Thanks a bunch for being my loyal reader n visitor kang. I'll do to your blog as well loh :D

    ReplyDelete
  3. Kang Guru still exist in Indonesia , seperti kata Kevin Dalton , Project Manager , pernah bilang "you may already know, KGI is in a sort of stop-gap/transition phase until mid June 2012" until for further notice.

    Betul, di sindir memang tidak enak, seperti dalam postingan Miss Syahdini bilang lebih cool kalaw saling mengingatkan. Absolutely right

    Happy Blogging ,

    ReplyDelete
  4. ooh.. I see, that one when the bulletin isn't published anymore itu juga ya kang..

    happy blogging too..

    ReplyDelete
  5. Perjalanan yg cukup panjang juga ya utk bergabung dg volare... Seperti kamek jugak :D

    ReplyDelete

Because sharing is caring