dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Monday, 27 February 2012

#IndonesiaTanpaJIL

#IndonesiaTanpaJIL


Saya, Dini Haiti Zulfany, ikut mendukung gerakan #IndonesiaTanpaJIL yang digaungkan di twitter dan dunia maya. Bukan karena saya anggota FPI. Sama sekali bukan. Bukan juga karena saya ngefans sama Fauzi Baadilla. Apalagi itu, bukan *walaupun iya sama ngefans dia*. Bukan pula sematamata karena saya adalah kader PKS. Lalu mengapa harus #IndonesiaTanpaJIL ?

JIL, yang adalah singkatan dari Jaringan Islam Liberal, memiliki beberapa keanehan dan keganjilan. Kalau teman-teman rajin warawiri di twitland kemudian follow para antek JIL, akan ditemukan beberapa hal menyimpang yang kadangkala bikin saya ternganga. Aneh, muslim kok meragukan finalitas kenabian Baginda Rasulullah. 

Berikut sebagian keganjilan JIL saya copy-kan dari halaman blog seorang saudara, Panjarwala-417:

Beberapa contoh keanehan JIL yaitu;
1. Mendukung gerakan pornografi dan pornoaksi dengan dalih kebebasan berekpresi.
2. Mendukung pernikahan sesama jenis.
3. Mengatakan meragukan kandungan AlQuran.
4. Meragukan Kerosulan Muhammad SAW.
5. Mengatakan Allah adalah Tuhan segala agama.

Berikut sekilas pandangan tentang kesesatan JIL (bukan Jaringan Islam Liberal, tapi Jaringan Iblis Laknatullah). Sesuai dengan sifatnya ‘yang berbeda’, maka Fikih Lintas Agama itu pun berbeda dengan fikih hasil ijtihad para ulama. Di antara perbedaannya bisa disimplifikasikan/ disederhanakan sebagai berikut:
1.Dibiayai oleh lembaga orang kafir dan duit lembaga pendana itu dari orang kafir.
2.Ditulis oleh orang-orang yang latar belakang keilmuannya bukan ilmu fikih, namun rata-rata menggeluti filsafat atau perbandingan agama, atau tasawuf, atau ilmu kalam (bukan ilmu Tauhid). Kalau toh tadinya belajar ilmu fikih di Fakultas Syari’ah seperti Masdar F Mas’udi (salah satu dari 9 orang tim Penulis FLA Paramadina) pada perjalanan terkininya bukan lagi menekuni studi jurusan Fikih tetapi filsafat.
3.Cara ber-istidlal (mengambil dalil untuk menyimpulkan hukum) tidak ada konsistensi, sehingga antagonistis, bertabrakan satu sama lain.
4.Tidak jujur.
5.Memperlakukan ayat-ayat Al-Qur’an semau mereka.
6.Pendapat yang sangat lemah pun dijadikan hujjah, lalu disimpulkan satu ketentuan, dan ketentuan yang berdasarkan pendapat sangat lemah itu kemudian untuk menghukumi secara keseluruhan. Akibatnya, hukum dibalik-balik, yang haram jadi halal.
7.Pembolak-balikan itu untuk mempropagandakan “aqidah dan Fikih yang berbeda”


Nah, jelas sekali alasan saya untuk mendukung gerakan #IndonesiaTanpaJIL. Walaupun tak lagi aktif berkicau di twitter dan jarang muncul di facebook selain untuk share isi blog dan reply beberapa mention dari teman-teman, toh dukungan ini bisa saya gaungkan di blog saya. Apakah mendukung #IndonesiaTanpaJil percuma saja dengan kondisi Indonesia yang tampaknya sudah hopeless ini? Tidak. Harapan itu masih ada. Percayalah.

Beberapa referensi tentang bahaya JIL, bisa dibaca di blog berikut:
1. Masedi

Wallahualam bisshowwab. 

20 comments:

  1. Kalau sudah menyangkut urusan keyakinan, memang repot juga urusannya, karena "very sensitive matter", salah sedikit bisa menimbulkan penafsiran yang berbeda.

    Tapi its okey, karena yang namanya radikalisme sudah kemana mana bahkan kepada anak belia, remaja dan harapan bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

    Saya masih perlu membaca lagi buku buku tentang radikalisme yang masih ada beberapa judul di perpustakaan pribadi saya. Namun satu hal yang pasti, saya menginginkan Indonesia, negara kita tercinta, ini segera terbebas dari kendala apa pun agar masyarakat sejahtera *wah ada unsur S* nya hehehehee xixixixie

    ReplyDelete
  2. Wah, kalau JIL ini lebih merbahaya daripada radikalisme manapun kang, karna menggerogotinya dari dalem..

    Errr, nanti mau siapin 'sesuatu' aah buat kang asep :D

    *baik deh saya, mau ngasih sesuatu bilang di blog :p

    ReplyDelete
  3. hehehhee "sesuatu" yang tentunya diharapkan. Apakah "sesuatu" itu, ya mesti "sesuatu" ala Miss Syahdini.

    I am looking forward to it.
    Terima Kasih after and be4

    ReplyDelete
  4. It's maybe on its way to your office kang :)

    ReplyDelete
  5. Bagaimana dengan cak nun apakah ia termasuk JIL?? Sebab saya ada baca di sini
    http://www.facebook.com/note.php?note_id=163519687048040

    ReplyDelete
  6. Sependek pengetahuan saya, Cak Nun (Emha Ainun Najib kan ya?) Bukan JIL.

    وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب

    ReplyDelete
  7. Yakin? Sudah baca belum link yang saya sertakan? Kalo belum jelas bisa lihat link youtube nya, http://www.youtube.com/watch?v=kfwOqBPFPqo&
    http://www.youtube.com/watch?v=N0zHKFPG4jQ

    Mungkin anda bisa pelajari pemikiran dan pemahaman beliau dari apa2 yang pernah beliau lakukan dan ucapkan, bagaimana (yg katanya) sholawat versi beliau, seperti apa jika beliau mengucapkan salam, dll. Event-event seperti apa yang beliau selenggarakan. Termasuk partai yang anda sekarang berada di sana, pernah mengundangnya pada salah satu event partai tersebut tahun 2011 di Yogyakarta.

    ReplyDelete
  8. Oke, thank you tambahan infonya :)

    *ehem*

    Kalau pun beliau tersebut saat ini anggota JIL atau bukan, tetap tidak mengurangi dukungan saya utk #IndonesiaTanpaJIL. Demikian juga PKS *partai tersebut PKS kan yaaa maksudnyaaa ^.^v*, ketika mengundang beliau di jogjakarta, adalah semata 'mengundang' beliau selaku budayawan yg berasal dari kota tersebut..

    Sorry, me FOCUS on supporting #IndonesiaTanpaJIL, with or without certain party inside ;)

    ReplyDelete
  9. ok deh. last comment. berarti gpp dong ya mengundang siti musdah mulia untuk jadi pembicara mewakili dari akademisi universitas Islam walaupun nanti pada saat jadi pembicara memasukkan paham-paham liberalis.

    Baiklah saya tidak mau berpanjang lebar padamu ukhti, semoga saja anti bisa lebih membuka mata dan hati untuk melihat keadaan tanpa adanya rasa taqlid buta dan ta'assub pada pergerakan. Semoga anti selalu dalam bimbingan Allah ta'ala.

    -sekian-

    ReplyDelete
  10. Musdah Mulia? Klo dia mah udah jelas keJILannya, jadi rasa-rasanya msh banyak deh akademisi universitas Islam lain yg bisa diundang sbg perwakilan :D (yaaah, jadi kepancing utk lostfocus deh saya ehehehe)

    Eniwei syukron wa jazakallah (eh jazakallah apa jazakillah nih :D) khoiran katsir ya akh (eh, akhi apa ukhti nih :D) utk masukan dan doanya..

    Thank youuu udah luangkan waktu utk mampir dan komen ke blog saya ^.^v

    ReplyDelete
  11. Aku ga ikutan beginian ah xD
    Masalah kepercayaan sih, hihihi~

    ReplyDelete
  12. Turut mendukung Indonesia Tanpa Liberal dan Tanpa yg nyeleneh lainnya :)

    ReplyDelete
  13. knp harus saling mencurigai...??
    kenapa tdk datang dan bertanya langsung...??
    apakah anda mencari bukti atau hanya mendengarnya saja...
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mencurigaivsiapa nih? JIL?

      Bujti mah udah banyak. Sebagiannya bisa dibaca di link yg saya attach di atas, atau mampir ke www.indonesiatanpajil.com supaya tidak berprasangka kalo saya mencurigai tanpa bukti ;)

      Delete

Because sharing is caring