dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Sunday, 19 February 2012

Golongan Darah AB

Kapan teman-teman pertama kalinya mengetahui golongan darah yang mengalir dalam tubuh masing-masing? Saya pertama kali tau ketika akan mendonorkan darah untuk Ibunya teman saya. Waktu itu pukul 9 malam, saya ditelpon sama Elisa, dikabari bahwa mama temannya *yang juga teman saya* sedang kritis, perlu beberapa kantong darah bergolongan AB. Meluncurlah malam itu saya ke PMI Kalimantan Barat. Padahal, waktu itu saya belum yakin, benarkah golongan darah saya AB?

Patokan saya hanyalah dari fakta bahwa Bapak saya bergolongan darah A, dan Ibu saya B. Kata mereka sih golongan darah saya AB. Saya percaya aja karena mikirnya darah orangtua saya nyampur jadi satu gitu kan. Kayak orang ga belajar biologi ajaa dah ah wakakak. Padahal waktu di MAN 2, saya adalah salah satu siswa IPA loooh hihihi. 

Berbekal keyakinan bahwasanya saya adalah anak kandung mereka *waktu SMP saya sering mikir kalo saya ini sebetulnya anak angkat karena sering betul dimarahi, sungguh abege labil's mind* maka dengan pedenya saya menuju sebuah ruangan di PMI. Sebelum donor, mbak petugas PMI terlebih dahulu ngecek whether or not Hemoglobin saya memenuhi syarat untuk dilakukan pendonoran. Daaan, eng ing eeeng, "Hb-nya rendah mbak, ndak bisa donor." Oh, kecewanya rasa hati tak bisa ikut serta mendonorkan darah yang hanya ada 4% dari seluruh penduduk dunia ini :(

Setelah mbak petugas tersebut ngasi tau kalo Hb saya rendah, langsung terlintas dalam pikiran saya buat sekalian nanya adakah benar golongan darah saya AB. "Mbak, tapi betul kan golongan darah saya AB?", betapa terdengar aneh barangkali pertanyaan itu diajukan oleh seorang yang akan mendonorkan darah. "Iya betul mbak." Cihuy, riang gembiralah saya, ternyata saya memang anak kandung ahahaha.

Tapi ternyata teman-teman, logika tentang Ayah bergolongan darah A dan Ibu dengan golongan darah B kemudian anaknya sudah pasti AB adalah belum tentu tepat 100%. Bahkan kalau golongan darah saya O pun, saya tetap bisa menjadi anak kandung mereka *kemudian skeptis lagi apakah saya anak kandung atau bukan .__.*. Pengetahuan ini saya dapatkan akibat suka membaca Manga Detective Conan. Di volume 62 file 10, Shinichi Kudo mengatakan: "Sesuai dengan teori genetika mendel, orang yang bergolongan darah AB dan orang yang bergolongan darah O, tidak mungkin bisa menghasilkan anak yang bergolongan darah O." Ooooh plisdeh ngapain aja saya waktu pelajaran biologi, ilmu seperti ini malah didapat dari komik. 

Naah, berhubung saya sudah sah bergolongan darah AB dan suami saya bergolongan darah O, maka tentulah teori ini berlaku untuk kami berdua. Saya pun iseng gugling untuk mencari tau kirakira kalau suatu hari nanti kami dititipi anak-anak, golongan darah apa saja yang mungkin mereka miliki. Didapatlah tabel seperti di bawah ini:

Pewarisan golongan darah

Hanya ada 2 kemungkinan jika pasangan bergolongan darah O dan AB bersatupadu, yaitu anak dengan golongan darah A, atau bergolongan darah B. Wow! Kenapa bisa begitu? Karena, didalam O ada AB, A dan B kecil. Didalam AB, ada O, B, dan A  kecil, jadi tdk 100% murni AB isinya hanya AB saja. Ini kalau dalam hematologinya, dalam perkawinan, tidak ada pencampuran darah yang terjadi, yang ada adalah pencampuran genetika, dimana sperma O carrier (artinya O nya besar, dan lainnya kecil) bersekutu dengan sel telur AB carrier. Dalam pencampuran tadi akan sangat tergantung pada carrier siapa yang lebih kuat, bila sang Ibu AB, maka anak-anaknya akan jadi Carrier AB. Bila janin O dan ibu AB, tidak ada saling meracuni selama Rh keduanya tidak bertolak belakang. Oh, sounds so clever dan ilmiah sekali ya jawaban saya. Padahal copas dari milis dokter umum :p

Dan, one more thing, walopun kedua orangtua saya berpotensi menghasilkan anak dengan semua golongan darah: O, A, B, dan AB, setelah beranjak dewasa dan akhirnya menikah, saya haqqul yaqeeen kalo saya ini anak kandung hehehe. 

Baiklaah. Semoga postingan saya kali ini bermanfaat untuk teman-teman. 

14 comments:

  1. informasi yang benar benar mencerahkan, Baru tau saya kalaw ada informasi ginian, jadi bertambah saja ketidaktauan ku tentang hal ini.

    Inilah yang saya suka dari blog The Kupu Miss Syahdini ini. Memberikan inspirasi, dan mencerahkan.

    Happy Blogging

    ReplyDelete
  2. darah Golongan AB itu agak susah dicari ye? apalagi yang AB Negatif..

    Untung kamek golongan darah nye O.. bise utk semue golongan :D

    ReplyDelete
  3. @Kang Asep, hihihi masih tersyahdini ya kang :p

    @eel, betul, golongan darah AB hanya ada 4% dari total seluruh penduduk dunia. Teori golongan darah O yg katanya bisa menjadi pendonor universal, di ilmu kedokteran modern sepertinya udah tidak berlaku lagi. Jadi, donor harus ke golongan darah yang sama, O sama O, B sama B, A sama A, dan AB sama AB, begitu :)

    ReplyDelete
  4. aku aku aku O loh kakak... tapi belom pernah sekalipun mendonor, pertama takut, kedua takut ketiga juga takut... hihihihi yaaa pengen sii mendonor, biar lebih bermanfaat lah darah biru O ku ini... huehuehuehue *kemudian dipentung*

    ReplyDelete
  5. dini (untuk dua orang yg bernama dini di atas :D) kkgolongan darahnya A...tidak pernah sukses mau donorkan darah karena pertama berat badan tdk proporsional ma tinggi badan, kedua karena hb nya rendah, ketiga karena tekanan darah juga rendah hehehehehe lengkap sudah.

    ReplyDelete
  6. @kak dini, ooooh untunglah orang penakut sepertimu ndak bergolongan darah AB. Kalo AB, beeuuuh..

    @kak retno, nah pe er tu kak. Tugas pertama: naikkan berat badan. Kedua: banyak2 minum madu, kurma, jambu biji, dan makanan lain utk naikkan Hb. Ketiga: sering2 makan daun ubi.

    *cam yeye, udah kayak ahli gizi*

    ReplyDelete
  7. Lukman BoneMarch 22, 2012

    IZIN
    BERTANYA nama saya lukman dr bogor, waktu saya kecil saya di periksa
    darah golongan darah saya "A" sedangkan td pagi tgl 22-03-2012 saya di
    periksa darah karena hendak di operasi, tp ko aneh DARAH saya berubah jd
    "AB" apakah darah saya waktu kecil dan saat saya dewasa bisa berubah
    gituh........? mohon pendapatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mb Syahdini, ijin menjawab ya.....
      Golongan darah sebenarnya bisa berubah, namun sangat jarang kasusnya.
      Sedangkan perubahan yang umum terjadi, merupakan akibat akurasi tes golongan darah dengan metode serologi rendah. Tes golongan darah yang biasa dilakukan menggunakan metode golongan darah hanya mampu mengetahui fenotip golongan darah (ABO), sedangkan untuk genotipnya (gen yang mengkode golongan darah) tidak bisa. Untuk mengetahui genotip harus dilakukan genotyping melalui metode molekuler.
      Perubahan hasil identifikasi golongan salah satunya dapat disebabkan akibat perbedaan jumlah antigen A dan B di eritrosit, sehingga kadang kala dapat diidentifikasi sebagai A atau B atau AB atau O.
      Untuk mengetahui golongan darah yang lebih akurat dapat dilakukan melalui metode genotyping. Metode ini dilakukan untuk mengetahui gen yang mengkode golongan darah anda, sehingga golongan darah A, B, AB, dan O dapat secara pasti diketahui. Manfaat genotytping adalah mengetahui secara akurat golongan darah seseorang. Hal ini sangat bermanfaat karena, kesalahan identifikasi darah saat proses transfusi dapat berakibat kematian.
      Bila ada yang berkenan untuk diteliti gen golongan darahnya dapat menghubungi saya di nomor ini hasnafbear@gmail.com. Saya dari Fakultas Biologi UGm sedang melakukan penelitian tersebut. Untuk tes,tidak dikenakan biaya apapun, namun syarat dan ketentuan berlaku (misalnya lokasi subje terlalu jauh dari Jogja). Untuk diteliti hanya membutuhkan darah (seperti pada tes golongan darah biasa).
      Terimakasih

      Delete
    2. Terima kasih jawabannya kak Hasna :D

      Delete
  8. Bismillahirrahmanirrahiim..

    Ini saya jawab berdasarkan sedikit ilmu yg saya dapat yah Lukman, dapatnya dari manga Detective Conan juga hehe..

    Jadi, sependek pengetahuan saya, golongan darah itu BISA berubah, kalau pernah 'diganti'. Apakah dulu pernah 'mengganti' golongan darah karena alasan medis? Jika pernah, maka wajar saja kalau golongan darahnya berubah :)

    Wallahualam Bishowwab.

    ReplyDelete
  9. golongan darah saya AB- (negatif).

    ReplyDelete
  10. Golongan darah sebenarnya bisa berubah, namun sangat jarang kasusnya.
    Sedangkan perubahan yang umum terjadi, merupakan akibat akurasi tes golongan darah dengan metode serologi rendah. Tes golongan darah yang biasa dilakukan menggunakan metode golongan darah hanya mampu mengetahui fenotip golongan darah (ABO), sedangkan untuk genotipnya (gen yang mengkode golongan darah) tidak bisa. Untuk mengetahui genotip harus dilakukan genotyping melalui metode molekuler.
    Perubahan hasil identifikasi golongan salah satunya dapat disebabkan akibat perbedaan jumlah antigen A dan B di eritrosit, sehingga kadang kala dapat diidentifikasi sebagai A atau B atau AB atau O.
    Untuk mengetahui golongan darah yang lebih akurat dapat dilakukan melalui metode genotyping. Metode ini dilakukan untuk mengetahui gen yang mengkode golongan darah anda, sehingga golongan darah A, B, AB, dan O dapat secara pasti diketahui. Manfaat genotytping adalah mengetahui secara akurat golongan darah seseorang. Hal ini sangat bermanfaat karena, kesalahan identifikasi darah saat proses transfusi dapat berakibat kematian.
    Bila ada yang berkenan untuk diteliti gen golongan darahnya dapat menghubungi saya di nomor ini hasnafbear@gmail.com. Saya dari Fakultas Biologi UGm sedang melakukan penelitian tersebut. Untuk tes,tidak dikenakan biaya apapun, namun syarat dan ketentuan berlaku (misalnya lokasi subje terlalu jauh dari Jogja). Untuk diteliti hanya membutuhkan darah (seperti pada tes golongan darah biasa).
    Terimakasih

    ReplyDelete
  11. maaf izin nanya spy ga penasaran, jadi kl suami saya gol darah O saya AB, anak kami O,berarti mungkin2 saja ya? krn saya kaget sekali melihat tabel bahwa ibu dg gol darah ab anaknya kemungkinan gol darahnya A atau B saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kita sama hehe. Saya AB, suami O. Dan berdasarkan tabel, golongan darah anak dari pasangan O dan AB tidak bisa O mbak. Kalo nggak A, ya B.

      Delete

Because sharing is caring