dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Wednesday, 5 October 2011

Do what you Love, or Love what you Do

Modul Bahasa Inggris I

Rezeki Allah memang takkan pernah tertukar ya temanteman. Baru saja beberapa pekan lalu saya menulis bahwa saya memilih untuk belum mengamalkan ilmu saya di Sekadau, ternyata Allah berkehendak lain. 2 hari setelah saya menulis tentang F.A.Q. itu, teman melingkar suami saya mengabari bahwasanya Universitas Terbuka kelompok belajar Sekadau sedang perlu tutor Bahasa Inggris. Rasa kangen mengajar membuat saya akhirnya bertanya lebih detail tentang tawaran itu.

Setelah cukup sepakat dengan pemaparan temannya suami, saya dan suami pun datang ke kantor akademik Universitas Terbuka pokjar Sekadau yang ternyata jaraknya dekat sekali dari rumah kami. Tak sempat membuat surat lamaran, maka saya bawa fotocopy ijazah, transkrip nilai, dan Akta IV saja. Saya percaya dengan kalimat di awal tadi, bahwa rezeki Allah takkan pernah tertukar. Kalau memang rezeki, ga pake surat lamaran pun bakalan diminta untuk mengajar nanti. Kalau ada pelamar lain yang lebih baik, ya berarti belum rezeki saya.

Alhamdulillaah, ternyata 2 pekan setelah datang ke kantor UT Sekadau, saya dihubungi pihak UT, dikabari bahwa Sabtu, 1 Oktober mulai mengajar. Awww, I was so excited. Terakhir ngajar di ruang kelas itu waktu saya rikwes sama Linda untuk gantikan dia 1 kali pertemuan dengan mahasiswa semester 4 Poltekkes Gizi Pontianak, di kelas yang sebelumnya adalah kelas saya. Sekitar bulan Mei kalo ga salah. Senang sekali rasanya mengajar ketika kita memang INGIN mengajar, bukan harus mengajar. Dan demikianlah yang hari Sabtu itu saya rasakan. Saya ingin mengajar lagi.

And there I came. Mengajar mata kuliah Bahasa Inggris I untuk jurusan Ilmu Administrasi Negara dan Bahasa Indonesia. Wow, seru sekali. Feels like teaching my young learners in progsus Poltekkes Gizi! Usia mereka lebih tua dari saya, tapi semangat belajar mereka lebih tinggi daripada semangat belajar mahasiswa yang bahkan lebih muda dari mereka. Di situlah letak bahagianya mengajar, yaitu ketika yang diajak berbagi ilmu berminat untuk bisa, bahkan dengan kemampuan dasar yang kadang menggemaskan sekali.

Namun di situ pula tantangannya. Bagaimana saya sebagai tutor 'menghabiskan' buku yang tampak tipis tapi aslinya cukup tebal itu dalam waktu singkat, 8 kali pertemuan saja. Yah, judulnya juga tutor ya. Idealnya sih, ketika masuk kelas, mahasiswa sudah pelajari isi buku. Jadi, ketika masuk kelas, tutor tinggal jelaskan bagian mana yang mahasiswa belum paham. Tapi prakteknya, ketika tutor bertanya yang mana yang belum paham, jawabannya semua belum paham. Duh. Sungguh tantangan yang membahagiakan :D

Ternyata, inilah hikmah dari 3 tawaran mengajar yang 6 bulan terakhir tak saya terima. Allah sediakan sebuah pekerjaan serupa yang saya sukai, yang ingin saya jalani, sehingga ketika dalam perjalanan ke depan nanti saat saya barangkali akan mulai jenuh dengan pilihan yang saya ambil, saya bisa membaca ulang tulisan ini, mengembalikan mood dan semangat yang menguap. Saya tak mau jalani pekerjaan yang sejak awal tak mau saya kerjakan, atau menerima sebuah pekerjaan karena tak ada pilihan lain selain kerjaan itu. Khawatir tidak enjoy bekerja, ingin keluar tapi ga enak sama orang lain. Begitulah.

Mungkin tak semua orang bisa praktekkan pilihan ini, dengan alasan cari kerjaan jaman sekarang susah. Kalau temanteman termasuk yang sudah terlanjur begitu, cobalah sekuat tenaga untuk berusaha sekuat tenaga mencintai pekerjaan. Tapi jika memang sama sekali tak bisa, jangan terlalu dipaksakan daripada bekerja tapi makan gaji buta, atau daripada kerja tapi setiap hari mengeluh, sementara jutaan orang di luar sana pontang panting mencari kerjaan. Yah, intinya: do what love, or love what you do.

Well, then. As I said few days ago: Kerja ikhlas & riang, hati senang. Kerja ringan, penghasilan lumayan, alhamdulillaah.. Semoga rezeki yang kita dapatkan halal, berkah, dan diridhoi Allah SWT :)

2 comments:

  1. Inilah yang selama ini dikampanyekan. Menikah Insya Allah rezeki dari langit akan diturunkan. Ada saja rezeki datang jika sudah menikah. Kami sudah lama mengalaminya ini. Sungguh rezeki adalah hak Allah SWT, dan Rezeki Allah SWT Maha Luas.

    Benar kan? Menikah, pasti ada saja rezekinya. Allah Maha Kaya. Terbukti sudah. Maha Benar Allah dengan segala firmannya

    ReplyDelete

Because sharing is caring