dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Sunday, 2 January 2011

A Day to remember

Bukan meniru judul film 'A Walk To Remember' loh ya. Meskipun sekarang sepertinya tiru-tiruan masih menjamur *such as boyband SM*SH yang ternyata salah satu personilnya berasal dari Kalbar - entah harus bangga atau merasa apa ehehe*, tapi tiru-tiruan ini tak berlaku pada judul postingan saya kali ini. A Day to remember benar-benar berasal dari apa yang saat ini terlintas dalam benak saya.

"Satu-satunya hal yang membuat saya sedih adalah bahwa waktu saya bersama sahabat-sahabat saya di Kota Pontianak tercinta hanya tinggal hitungan hari dan bulan saja."

Yah, itulah asal mula judul postingan ini. Petang tadi saya teringat lagi bahwa waktu saya di kota ini benar-benar sudah tak lama lagi. Akan ada beragam hal dan kebiasaan yang harus saya tinggalkan sebelum saya melepas status lajang saya, yang juga berarti sebelum saya pergi tinggalkan kota ini.

Akan saya rindukan masa ketika saya bertandang ke rumah sahabat terbaik saya, Linda Budiarsih.

Akan saya rindukan masa ketika saya menghabiskan hari bersama sahabat-sahabat saya, meskipun masa menghabiskan hari itu amat sangat jarang terjadi.

Akan saya rindukan masa ketika saya dengan riang gembira berbicara di microphone studio Volare, sembari memutar lagu Michael Buble.

Akan saya rindukan masa ketika saya masuk kelas dan mengucapkan salam kepada para siswa dan mahasiswa saya. Mengajar barangkali masih bisa, tapi pasti akan jauh berbeda.

Akan saya rindukan masa ketika saya memberi tanda * pada KHK para mahasiswa istimewa yang membuat prestasi disiplin maupun akademis pada hari perkuliahan.

Akan saya rindukan masa ketika saya bisa dengan leluasa mengarahkan stang motor hitam saya kemana saja saya ingin pergi. Sendiri, atau dengan sahabat saya.

Akan saya rindukan masa ketika saya lapar, kemudian saya tinggal makan. Oh, so silly untuk poin ini sebetulnya.

Akan saya rindukan masa ketika saya menandatangani daftar gaji, merasakan rezeki titipan Allah atas hasil keringat sendiri, meskipun jumlahnya barangkali tidaklah seberapa.

Akan saya rindukan masa ketika saya nongkrong di warung kopi Jl. Pattimura, menikmati bubur terenak di dunia sambil twitteran dan plurking.

Begitu banyak hal yang akan saya rindukan. Tak lama lagi, kawan. Benar-benar tinggal sebentar lagi. Tapi beginilah hidup.

There will be a day when we have to say goodbye to things we love to do, place we love to live, and people we love to be with.


Ya, akan ada hari saat kita harus ucapkan selamat tinggal pada hal-hal yang senang kita lakukan. Saya suka siaran, dan tak mungkin saya akan siaran selamanya. Saya suka menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabat saya, dan tak mungkin akan saya habiskan waktu saya bersama mereka terus menerus. Saya suka makan bubur kaisar, dan tak mungkin secara berkala saya bisa menikmatinya. Saya suka mendiami kamar ini, berjamjam lamanya, berharihari, bahkan bertahuntahun, dan tak mungkin suami saya nanti akan saya ajak tinggal di kamar ini.

Kita tetap membutuhkan sebuah jeda untuk merindukan semua hal yang kita lakukan. Karena ketika hal-hal tersebut mungkin belum membuat kita bosan, atau bahkan tak kan pernah bosan sama sekali, barangkali kita sudah terlalu asik berada di dalamnya. Zona nyaman. Sesekali kita perlu keluar dari sana. Merasakan zona lainnya yang barangkali jauh lebih nyaman, yang sudah dipersiapkan dengan sedemikian rupa baiknya oleh Dia Yang Maha Baik.

No comments:

Post a Comment

Because sharing is caring