dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Friday, 15 October 2010

Kontroversi Facebook

Saya copy paste dari notes facebook temen. Feel free to read, and decide :)

oleh abu salma

Kemarin, Saya memutuskan untuk hengkang dari situs jejaring sosial Facebook. Diantara hal yang memicu keputusan Saya adalah adanya event “Everybody Draw Muhammed’s Day” di FB yang jelas-jelas merupakan penistaan agama dan pelecehan terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Hari ini, Saya membaca di detik.com bahwa Fan Page Everybody Draw Muhammed’s Day sudah dinonaktifkan oleh FB. Berita tersebut berbunyi :

Jakarta – Facebook akhirnya menjawab serbuan protes umat muslim dunia terhadap kehadiran akun yang mengandung konten sketsa Nabi Muhammad SAW di situs jejaringnya. Saat ini, fans page dari akun terlarang itu sudah dienyahkan.

Dalam penelusuran detikINET, Jumat (21/5/2010) pagi, kehadiran fans page akun yang bernama Everybody Draw Mohammed Day itu kini sudah tak terdeteksi lagi di Facebook.

Hanya saja, event page yang isinya mengajak para pengguna Facebook untuk meramaikan gambar sketsa yang sedianya dilakukan pada 20 Mei lalu, masih ada.

Sementara ketika coba digali lebih lanjut di fitur pencarian, akun-akun yang muncul hanyalah beberapa akun perlawanan yang menolak kehadiran akun tersebut. Seperti AGAINST “Everybody Draw Mohammed Day!, Everybody who is against the “Draw Mohammed Day”, serta Close group ” Everybody Draw Mohammed Day”.

Tidak diketahui dengan jelas sejak kapan Facebook menutup fans page kontroversial tersebut. Namun yang pasti, respon positif dari situs milik Mark Zuckerberg ini patut diapresiasi dan diharapkan menyeluruh.

Pemerintah Indonesia sendiri, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika sebelumnya telah menyatakan 4 sikap tegasnya menanggapi kejadian ini. Salah satu sikapnya adalah memerintahkan penyelenggara internet (ISP) untuk memblokir akun bernama ‘Everybody Draw Mohammed Day’ tersebut.

*) Sebelumnya tidak dijelaskan akun yang ditutup itu adalah fans page.

Sumber : detik.com

Alloh Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآَنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS al-Mâidah : 8)

Makna ayat di atas sebagaimana di dalam Zâdul Masîr adalah :

كونوا قوامين لله بالحق ولا يحملنَّكم بغض قوم على ترك العدل { اعدلوا } في الولي والعدو { هو أقرب للتقوى } ، أي إِلى التقوى . والمعنى : أقرب إِلى أن تكونوا متقين وقيل : هو أقرب إِلى اتقاء النار .

“Hendaklah kalian menjadi orang yang menegakkan kebenaran karena Alloh, dan janganlah kebencian terhadap suatu kaum benar-benar menjadikanmu meninggalkan keadilan. Berbuat adillah baik terhadap orang yang dikasihi maupun terhadap musuh. Karena perbuatan ini lebih dekat kepada ketakwaan. Yaitu menjadikanmu dekat sebagai sebutan muttaqîn (orang-orang yang bertakwa). Pendapat lain menyatakan bahwa perbuatan ini lebih dekat kepada perlindungan dari api neraka.”

Berbuat adil, tidak hanya terhadap muslim saja. Kepada orang kafir pun kita tetap harus berbuat adil. Oleh karena itu, kita wajib bersikap adil dan obyektif dengan peristiwa penistaan di Fan Book yang akhirnya berakhir dengan ditutupnya akun tersebut.

Kita patut mengapresiasi sikap Facebook yang akhirnya menutup Fan Page tersebut, walaupun bisa dikatakan sudah terlambat karena protes jutaan ummat Islam yang disertai dengan berbagai “ancaman” telah menghujam bertubi-tubi. Sehingga –diyakini maupun tidak diyakini-, protes ummat Islam ini turut memberikan efek dan pengaruh bagi kebijakan Facebook, dan semoga bisa menjadi pelajaran bagi mereka untuk ke depannya.

Flash Back, Mencermati kembali hukum asal FB

FB sendiri, sebagaimana situs jejaring sosial dan media internet lainnya, adalah seperti pedang bermata dua. Sebagaimana dikatakan oleh mantan Ketua Lajnah Fatwa al-Azhar asy-Syarîf, Syaikh ‘Abdul Hamîd al-Athrasy :

لم أحرم الفيس بوك، وإنما كل الذي قلت به إن الإنترنت والتلفاز هما سلاح ذو حدين، شأنه شأن سكين المطبخ الذي يمكن استخدامه في منفعة أو استخدامه في إيذاء النفس والغير

“Saya tidak mengharamkan Facebook. Namun semua yang pernah kuucapkan adalah, sesungguhnya internet dan televisi, keduanya itu bagai pedang bermata dua. Sama seperti pisau dapur yang bisa dipergunakan sesuai dengan kegunaannya atau malah digunakan untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.” (islamonline.net)

Facebook adalah situs jejaring sosial, yang di dalamnya berhimpun antara muslim dan kafir, antara orang yang shalih dan thalih, orang yang baik dan jahat. Maka apabila digunakan oleh orang-orang baik maka dapat bermaslahat fungsinya, dan apabila digunakan oleh orang jahat, akan bermadharat jadinya.

Situs al-Islâm Su`âl wa Jawâb (islam-qa.com), ketika ditanya bagaimana hukum berpartisipasi dan menjadi anggota Facebook, memberikan detail jawaban yang bagus. Berikut ini inti jawabannya :

Pertama, situs Facebook ini didirikan oleh Mark Zuckenburg, salah seorang mahasiswa Universitas Harvard di Amerika Serikat, pada awal tahun 2004. Pada saat itu penggunaannya hanya terbatas hanya bagi mahasiswa Universitas Harvard saja. Kemudian jaringannya diperluas mencakup universitas-universitas lainnya di kota Boston. Pada akhirnya meluas sampai dunia internasional pada akhir tahun 2006. Tujuan didirikannya situs ini adalah bertujuan untuk saling mengenal dan membangun hubungan sosial, dan situs ini bisa dianggap sebagai situs jejaring sosial paling penting di internet. Penggunanya pun mencapai puluhan juta dan terus meningkat secara drastis. Situs ini juga diterima secara luas di dunia Arab dan Islam dan menyediakan lebih dari 40 bahasa, pengelolanya pun senantiasa terus berupaya menambah bahasa lain.

Kedua, dunia Facebook ini adalah dunia tempat tulis menulis dan tempat berbincang-bincang (chatting), yang di dalamnya terdapat perbuatan dosa yang besar namun juga terkandung manfaat bagi orang lain, hanya saja situs ini memiliki ciri khas yang berbeda dengan situs lainnya dalam beberapa hal, diantaranya :

  1. Menyediakan informasi pribadi seseorang secara terperinci. Hal ini dapat berdampak negatif, seperti :
  2. Dapat menyebabkan bangkitnya kembali hubungan masa lalu diantara pasangan, yang menyebabkan hubungan tersebut terjalin kembali sehingga berdampak terhadap perselingkuhan dan perceraian. Sebuah tim dari “Pusat Penelitian Sosial dan Kriminolog Nasional” di Mesir telah melakukan sebuah studi seputar situs Facebook selama beberapa pekan, dan menyimpulkan dari hasil studi ini berupa dampak negatif, diantaranya adanya pengguna situs ini yang hubungan cinta lama mereka bersemi kembali, sehingga menyebabkan keretakan pada rumah tangga dan merusak tatanan rumah tangga Islami.
  3. Perekrutan sebagian pengguna situs sebagai anggota intelijen asing dengan memperhatikan biodata mereka, keadaan ekonomi dan pekerjaan mereka, yang direkrut untuk menjadi mata-mata. Beberapa media asing telah mengungkapkan eksistensi jaringan mata-mata Yahudi yang merekrut para pemuda Arab dan Muslim untuk menjadi mata-mata kepentingan mereka. Dalam situs al-Muhîth (25 Jumâdil Ûlâ 1431) mengutip sebuah surat kabar Perancis tentang berita eksplotasi Yahudi terhadap situs Facebook untuk merekrut agen-agen mata-mata mereka.

Gerald Noire, seorang proffesor di Fakultas Psikologi Universitas “Provence” Perancis, dan penulis buku “Bahaya Internet” mengatakan : “Sesungguhnya jaringan ini telah terdeteksi secara spesifik pada bulan-bulan Mei 2001, yang merupakan kelompok jaringan yang dipimpin oleh ahli-ahli spesialis psikolog Israil yang merekrut dan menarik para pemuda negara ketiga, terutama penduduk negara konflik Arab-Israil, disamping Amerika Selatan.” Memang upaya rekrutmen ini terjadi sebelum dibentuknya facebook, namun aktivitas rekrutmen ini semakin meningkat semenjak munculnya situs ini dan situs yang serupa terhadap para pemuda untuk dijadikan agen dengan memperhatikan biodata mereka dan melalui kontak chatting dengan mereka.

4. Pencurian akun/rekening bank dan penipuan dengan menggunakan pemalsuan identitas.

Penyebaran situs yang meluas, menjadikannya sebagai situs chatting global, yang menghimpun semua jenis orang dari berbagai belahan dunia. Perbincangan (chatting) langsung seperti ini menyimpan beberapa kerusakan, diantaranya :

  1. Membuang-buang waktu yang berharga dengan hal-hal yang tidak berguna, seperti hanya berbincang-bincang dan berkenalan belaka. Hendaknya seorang muslim yang berakal mau memperhatikan usianya yang terbatas, dan dirinya tidak kekal di dunia ini. Ia akan menjumpai Rabb-nya Ta’ala dan akan ditanyai tentang usia mudanya dihabiskan untuk apa? Dan umurnya digunakan untuk apa? Hendaknya muslim yang berakal mau memperhatikan bagaimana pendahulu (salaf) umat ini memperhatikan waktu dan umurnya.

Inilah Ibnu Aqil al-Hanbalî yang menceritakan tentang diri beliau :

إنِّي لا يحل لي أن أضيع ساعة من عمري ، حتى إذا تعطل لساني عن مذاكرة ومناظرة ، وبصري عن مطالعة : أعملت فكري في حال راحتي وأنا مستطرح ، فلا أنهض إلا وقد خطر لي ما أسطره ، وإني لأجد من حرصي على العلم وأنا في عشر الثمانين أشد مما كنت أجده وأنا ابن عشرين

“Sesungguhnya aku tidak menghalalkan diriku menyia-nyiakan sedetikpun dari umurku, bahkan sekalipun lisanku terganggu dari berdisuksi dan berdialog (dalam hal ilmu), serta mataku terganggu dari membaca, aku akan tetap menggunakan fikiranku dikala istirahatku dengan tubuh terbaring. Aku tidak mampu bangun kecuali terpikir padaku. Sungguh, aku benar-benar mendapatiku dalam usia 80-an ini lebih bersemangat menuntut ilmu daripada diriku ketika masih pemuda berusia 20-an” (Dinukil oleh Ibnul Jauzî dalam kitabnya al-Muntazham IX/214)

2. Membangun hubungan yang buruk diantara pria dan wanita, yang dapat menyebabkan rusaknya tatanan keluarga/rumah tangga. Sebagaimana di dalam studi “Pusat Nasional” tadi bahwa penyebab setiap lima kejadian perceraian di Mesir yang disebabkan oleh adanya hubungan perselingkungan dengan fihak ketiga melalui jalur internet, yaitu melalui Facebook.

  1. Tidaklah dipungkiri bahwa ada manfaat dari situs ini oleh sebagian orang-orang intelek yang antusias di dalam menyebarkan kebaikan. Alangkah lebih baik lagi apabila mereka menggunakan media informasi dan komunikasi modern seperti internet, ponsel dan channel satelit, masuk ke dalamnya untuk berkhidmah bagi agamanya, berdakwah menyeru kepada Rabb-nya, terutama aktivitas kolektif, inilah setidak-tidaknya upaya untuk dapat mencegah dari jatuh kepada fitnah dunia internet. Diantara manfaat situs ini adalah :

a. Adanya page khusus bagi para ulama dan du’at, yang memberikan nasehat bagi manusia dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, terutama bagi anggota grup tersebut. Anggota grup tersebut dapat mengambil manfaat ketika mayoritas anggotanya berkumpul di dalam grup ini untuk berkirim pesan grup, membuka topik untuk didiskusikan dan menambahkan klip-klip video yang bermanfaat.

b. Mengkonter dan memperingatkan pengguna situs atas manipulasi informasi dan berita peristiwa dunia Islam, memberikan bantuan terhadap negeri yang tertindas, atau menutup situs atau halaman pribadi.

c. Menyebarkan buku-buku dan artikel serta fatwa-fatwa yang bermanfaat di antara anggota situs tersebut.

d. Saling berkomunikasi antar sahabat dan karib kerabat terutama yang terpisah jauh negaranya. Saling berhubungan memberikan dampak yang baik untuk menjaga tatanan syar’iyah dan akhlak yang mulia.

2. Adapun bagaimana hukum syar’i mendaftar di situs Facebook, maka tergantung maksud dan tujuan orang tersebut. Apabila yang masuk adalah dari kalangan ahli ilmu dan penuntut ilmu, atau komunitas dakwah maka hukumnya boleh dan bahkan baik, terlebih apabila ada kesempatan bagi mereka untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Adapun jika yang masuk ke dalamnya adalah orang-orang yang rusak, atau yang tidak aman dari fitnah atau yang mudah terpengaruh, terutama dari para remaja pria dan gadis remaja, maka tidak boleh masuk ke dalamnya.

Kesimpulannya : barangsiapa yang tidak mampu mengendalikan dirinya di dunia Facebook atau semisalnya, maka hendaknya ia menahan diri darinya. Dan boleh bagi orang yang berjalan menurut kaidah syariah di dalam menjaga dirinya, tidak mudah terpengaruh oleh terpaan hawa nafsu dan syahwat, dan ia masuk kedalamnya dalam rangka untuk memberikan faidah dan mengambil manfaat.

Demikianlah inti sari jawaban situs al-Islâm Su`âl wa Jawâb. Jawaban ini juga selaras dengan jawaban lugas DR. Muhammad Syak’ah, anggota Perhimpunan Riset Islam (Majma’ al-Buhûts al-Islâmî) yang menyatakan bahwa Facebook hukumnya kembali kepada sisi kebenaran dan faidahnya, serta sisi kerusakan dan bahayanya. Beliau mengatakan :

“الموقع إذا كان به نفع فلا بأس به، وإذا كان به ضرر فيبنغي القضاء عليه”

“Sebuah situs itu, jika (lebih banyak) bermanfaat maka boleh hukumnya, namun jika (lebih banyak) bahayanya, maka selayaknya situs itu dihapuskan” (islamonline.net).

Menetapkan Sikap Terhadap Facebook Pasca Event Penistaan Terhadap Rasulullah

Pelecehan terhadap Rasulullah adalah bentuk penistaan Islam. Kita memang tidak mengherankan bahwa orang kafir memang akan senantiasa memusuhi umat Islam, membuat makar buruk dan akan senantiasa mencela agama yang mulia ini. Semenjak zaman dahulu Rasulullah sudah dicela dengan sebutan penyair yang gila oleh kafir Quraisy. Bahkan semenjak zaman Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam, kaum kafir Yahudi sudah mulai menghembuskan celaan-celaan dan hujatan-hujatan kepada Nabi. Diriwayatkan oleh ’Umar Maula (mantan budak) Ghufroh [dia berkata] :

قالت اليهود لما رأت الرسول يتزوج النساء: أنظروا إلى هذا الذي لا يشبع من الطعام، ولا والله ماله همة إلا النساء

”Orang Yahudi berkata ketika melihat Rasulullah menikahi wanita : Lihatlah orang yang tidak pernah kenyang dari makan ini, dan demi Alloh, ia tidaklah punya hasrat melainkan kepada para wanita.” [Thobaqôt al-Kubrâ karya Ibnu Sa’ad, juz VIII/233].

Seorang orientalis klasik yang bernama Ricoldo De Monte Croce (w. 1320 M) yang menulis buku “Contra Sectam Mahumeticam Libellius” (Menentang Gaya Hidup Sekte Muhammadanism), ia menyebut agama Islam sebagai Muhammadisme yaitu agama yang diciptakan oleh Muhammad Shallallahu ’alaihi wa Salam, selain itu dengan keji orang laknat ini menyebut Rasulullah sebagai setan antikristus yang amoral dan gila seks. Dia menuduh Rasulullah dengan tuduhan-tuduhan keji –semoga Alloh mengutuknya-. Kemudian, apa yang dipaparkan oleh De Monte Croce ini, diikuti oleh seorang reformis agama kristiani, pencipta aliran Protestanisme, Martin Luther yang menterjemah karya Ricoldo ke dalam bahasa Jerman. Ia memiliki pandangan yang sama dengan Ricoldo, menghina Islam dan Rasulullah dan menuduh beliau Shallallahu ‘alaihi wa Salam dengan tuduhan keji dan dusta. Celaan-celaan ini terus berlangsung estafet sampai hari ini, termasuk munculnya Fanpage “Everybody Draw Muhammed’s Day” di FB.

Sebagai seorang muslim, kita wajib mengingkari pelecehan ini semampu kita. Dengan perbuatan dan perkataan, protes dan boikot, atau apapun itu selama masih dalam koridor syariah. Diantara bentuk protes terhadap FB yang –diyakini maupun tidak diyakini- membiarkan pelecehan terhadap Rasulullah ini –walau pada akhirnya mereka bertindak menutup akun sang penggagas- dapat bermacam-macam. Diantaranya :

  • Membuat page tandingan, seperti “against everybody draw Muhammad’s day”, dls.
  • Melaporkan akun dan fanpage tersebut, sebagai bentuk abusement. Dan hal ini telah dilakukan oleh banyak saudara kita jauh-jauh hari sebelum tanggal 20 Mei.
  • Mengirimkan surat protes kepada manajemen FB, baik secara individu maupun institusi.
  • Menutup jalur akses ke FB seperti yang dilakukan pemerintah Pakistan, dan yang mampu melakukan ini adalah pemerintah.
  • Menutup jalur akses ke Fanpage tersebut, seperti yang hendak dilakukan oleh Menkominfo Indonesia.
  • Melakukan boikot sehari, hanya pada tanggal 20 Mei saja, terlepas pro kontra.
  • Melakukan boikot untuk selamanya, terlepas pro kontra.
  • Menonaktifkan akun facebook, baik sementara maupun untuk selamanya.
  • Dll

Saya pribadi lebih memilih untuk menonaktifkan akun dan mundur dari dunia per-facebook-an. Saya mengambil sikap begini dengan alasan :

  • Bentuk protes terhadap Event penistaan tersebut yang sampai kemarin, masih dibiarkan oleh FB.
  • Selama beberapa tahun menggunakan FB, saya belum mendapatkan manfaat yang sebanding dengan madharatnya, atau setidak-tidaknya kesia-siaannya.
  • Lebih banyak menghabiskan waktu sia-sia hanya untuk mengapprove/unprove friends, meng-accept/ignore undangan group, event, dls. Jika dalam seminggu Saya tidak melakukan hal ini, maka list akan semakin panjang dan akan lebih menghabiskan waktu.
  • Adanya ajakan untuk berdebat dengan forum-forum Syiah, atau ahli bid’ah lainnya yang jelas-jelas membuang waktu untuk berdebat dengan mereka. Walau terkadang ada manfaatnya, namun menurut Saya, menghabiskan waktu berdebat dengan mereka adalah kesia-siaan.
  • Dan beberapa alasan lainnya

Namun di sini, Saya bukannya meniadakan adanya manfaat dari situs ini. Saya juga tidak mengilzamkan saudara-saudara saya seislam untuk turut bersikap seperti saya. Silakan semua mengambil sikap menurut yang terbaik bagi dirinya dan agamanya.

Saya mengambil pelajaran dari adanya event penistaan ini, yang semakin membulatkan keinginan untuk meninggalkan FB. Karena masih terbetik di keyakinan Saya, bahwa Mark Zuckenberg dan kawan-kawannya, yang notabene beragama dan berideologi Yahudi, bukannya tidak mungkin mereka memiliki agenda terselubung untuk mendiskriminasikan Islam dan ummat Islam. Apa yang dipaparkan oleh islam-qa.com di atas, berupa madharat patut dijadikan pelajaran. Kita memang tidak menerima setiap informasi begitu saja, namun kita juga tidak mengabaikan informasi tersebut apabila bisa membuat kita semakin waspada.

‘Ala kulli hal, meninggalkan Fb adalah pilihan terbaik buat Saya. Namun, bagi Anda, silakan Anda cermati dan renungkan sendiri.

Wallohu Ta’ala a’lam.

No comments:

Post a Comment

Because sharing is caring