dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Friday, 22 January 2010

in the mood of butterfly


it represents me :)

it's what I call as my official library logo




and this what I call as a humble butterfly.

The using of small letters of dini haiti zulfany shows a big willingness of me to be a real humble girl, oh... woman already..

Thursday, 21 January 2010

Fakta Hidup

Ada 15 items. Silahkan dibaca satu per satu.

1. Sekurang-kurangnya ada 5 orang dalam dunia yang menyayangi Anda dan sanggup mati karena Anda.

2. Sekurang-kurangnya ada 15 orang dalam dunia ini yang menyayangi Anda dalam beberapa cara.

3. Sebab utama seseorang membenci Anda adalah karena dia ingin menjadi seperti Anda.

4. Senyuman dari Anda boleh membawa kebahagiaan kepada seseorang, walaupun dia tidak menyukai Anda.



5. Setiap malam ada seseorang mengingat Anda sebelum dia tidur.

6. Anda amat bermakna dalam hidup seseorang.

7. Kalau bukan karena Anda,seseorang itu tidak akan hidup bahagia.

8. Anda seorang yang istimewa dan unik.

9. Seseorang yang Anda tidak ketahui menyayangi Anda.

10. Apabila Anda membuat kesalahan yang sangat besar, ada hikmah dibaliknya.

11. Sekiranya Anda merasa dipinggirkan, pikirkan dahulu; mungkin Anda yang meminggirkan mereka.

12. Apabila Anda berpikir tidak mempunyai peluang untuk mendapatkan sesuatu yang Anda ingini, mungkin Anda tidak akan memperolehnya, tetapi jika Anda percaya pada diri sendiri lambat laun Anda akan memperolehnya.

13. Kenanglah segala pujian yang Anda terima. Lupakan segala caci maki.

14. Jangan takut untuk meluapkan perasaan Anda; Anda akan merasa senang bila seseorang mengetahuinya.

15. Sekiranya Anda punya sahabat baik, ambillah waktu untuk memberitahunya bahwa dia adalah yang terbaik. Hanya semenit diperlukan untuk mendapat sahabat baik, sejam untuk menghargainya, sehari untuk teman tetap paling setia. Walaupun punya harta yang banyak, teman tetap paling berharga.

NB:
Emang bener, kalo opini-opini diatas tidak akan 100% sama dgn situasi dan kondisi kita, tapi ambillah hikmahnya, dan improvisasikanlah kedalam kehidupanmu... suatu saat pasti ada gunanya... percayalah...

Tuesday, 19 January 2010

Formulir Menikah Tarbiyah

Apakah antum sudah 'ditodong' oleh murobbi antum untuk menikah? Atau, antum ingin menikah tapi bingung mau ngomong gimana ke murobbi? Atau, antum kepengen tau seperti apa bentuk formulir pernikahan, tapi malu mau nanya ke murobbi? Atau, aiiih terlalu banyak berspekulasi, bisa panjang urusannya.

Setelah kemarin saya memberikan daftar harga untuk ikutan tes toefl di UPT Bahasa Untan, hari ini giliran saya menyajikan contoh biodata diri yang kemudian sering disebut sebagai PROPOSAL MENIKAH bagi akhwat dan ikhwan tarbiyah. Apakah boleh seorang akhwat yang belum menikah ini memberikan contoh biodata atau proposal menikah ya? Apa saya ga kena 'kaburo maqtan 'indallah'? Mudah-mudahan nggak. Niat saya baik, Insya Allah. Siapa tau bermanfaat untuk antum yang saat ini sedang bingung *dan tentu saja sedang jomblo* kemudian ingin tau seperti apa sih biodata atau proposal nikah :)

Ini dia contohnya, kosong ga pake isi: *supaya enak tinggal dicopas, gitu*



BIODATA

1. Nama :
2. Tempat/tanggal lahir :
3. Agama : Islam
4. Jenis kelamin :
5. Suku :
6. Status Perkawinan :
7. Pekerjaan :
8. Jabatan pekerjaan : (Diisi jika ada)
9. Penghasilan per bulan : (Penting untuk ditulis dan diketahui)
10. Riwayat pendidikan : (Mulai sekolah dasar hingga pendidikan terakhir)
11. Riwayat organisasi :
12. Nama orang tua kandung : (Cukup jelas)
13. Nama orang tua angkat : (Diisi jika ada)
14. Alamat orang tua :
15. Pekerjaan orang tua :
16. Anak ke/dari :
17. Nama-nama saudara :
18. Hobi/kesenangan :
19. Perilaku baik:
20. Perilaku buruk:
21. Penyakit:
22. Tujuan menikah:
23. Keinginan setelah menikah:
24. Kriteria pasangan:

Okeh. Kalau merasa masih ada hal lain yang perlu diketahui calon pasangan, silahkan ditambahkan sendiri. Dan kalau merasa yang di atas sudah komplit, besok boleh cetak foto, trus serahkan ke murobbi lengkap dengan form biodata yang sudah diisi. Nah, kalau ta'arufnya sukses hingga ke jenjang walimah, ngabarin saya kemari ya hehe.

Semoga diberkahi oleh Allah SWT. Amiin.

Bisa juga dowload langsung templatenya di sini.
Postingan ini, sumbernya dari: rantingcemara


Sunday, 17 January 2010

Jasa TOEFL, TOEIC, dan Terjemahan

Posting kali ini khusus untuk teman-teman yang ingin menggunakan jasa UPT Bahasa Universitas Tanjungpura Pontianak. Baik mahasiswa Untan, UMP Pontianak, atau masyarakat Pontianak pada umumnya. Di UPT Bahasa Untan, tersedia jasa TOEFL, TOEIC, ESP, EAP, Business Presentation, IELTS, TOEFL Training, serta jasa terjemahan. Harga dan kualitas tentu saja pas ;)

Nah, bagi teman-teman yang berminat menggunakan jasa UPT Bahasa Untan, dipersilahkan untuk datang langsung ke UPT Bahasa Untan, di Komplek Universitas Tanjungpura Pontianak, di seberang Fakultas Ekonomi. Boleh juga bertanya untuk informasi lebih lanjut via telepon ke 0561-7053194 atau 081522550950. Here is the list.



DAFTAR HARGA PELAYANAN UPT BAHASA UNTAN

TES TOEFL
1. Mahasiswa Untan s1 + Sertifikat Rp. 40.000
2. Mahasiswa Untan (tanpa sertifikat) Rp. 20.000
3. Pembuatan Sertifikat Rp. 25.000
4. Mahasiswa UMP + Sertifikat Rp. 50.000
5. Mahasiswa S2 dan Umum + Sertifikat Rp. 90.000
6. Dosen/Karyawan Untan Rp. 80.000
7. ITP TOEFL $ 27,5

PELATIHAN
A. TOEFL, TOEIC, ESP, EAP, BUSINESS PRESENTATION, IELTS (24 Pertemuan)
Biaya 1 paket (umum) Rp. 6.500.000
Biaya individu (umum) Rp. 450.000
Biaya 1 paket (mahasiswa 24 meetings) Rp. 3.500.000
Biaya individu mahasiswa Untan Rp. 250.000
Biaya individu UMP Rp. 300.000

B. TOEFL KHUSUS MAHASISWA (12 Pertemuan)
Mahasiswa Untan Rp. 125.000
Mahasiswa UMP Rp. 150.000

C. PRIVATE
1. Paket 5 meeting @ Rp. 200.000 (Senin-Jumat) Rp. 1.000.000
2. Paket 5 meeting @ Rp. 250.000 (Sabtu-Minggu) Rp. 1.250.000
3. Paket 12 meeting @ Rp. 200.000 (Senin-Jumat) Rp. 2.400.000

Jika Pelatihan diadakan pada malam hari atau weekend sabtu dan minggu, maka tiap peserta dikenai penambahan Rp. 50.000 per paket

TERJEMAHAN

INDONESIA-INGGRIS
Jenis Dokumen:
Ijazah, transkrip, akta lahir, dan sejenisnya Biasa Rp.50.000, Kilat Rp. 100.000
Perjanjian, SK Pengadilan, Buku Teks, Proposal, Biasa Rp. 65.000, Kilat Rp. 130.000
dan sejenisnya

INGGRIS-INDONESIA
Jenis Dokumen:
Ijazah, transkrip, akta lahir, dan sejenisnya Biasa Rp.40.000, Kilat Rp. 80.000
Perjanjian, SK Pengadilan, Buku Teks, Proposal, Biasa Rp. 55.000, Kilat Rp. 110.000
dan sejenisnya

Keterangan tambahan untuk terjemahan:
1. Terjemahan dihitung berdasarkan halaman jadi
2. Ukurannya 2 spasi kertas kuarto, times new roman font 12
3. Kilat: 1 hari, Biasa: 4 s/d 7 hari


Thursday, 7 January 2010

Mencari Pahlawan Indonesia


Risau, mungkin itu yang melatarbelakangi lahirnya tulisan-tulisan dengan judul di atas. Risau karena bangsa ini mengalami yang disebut kelangkaan jumlah pahlawan, apakah karena rahim-rahim wanita kini telah menjadi pelit untuk melahirkan pahlawan-pahlawan di negeri ini?

Bagi kita yang senantiasa mengikuti jalannya serial kepahlawanan yang ditulis oleh Anis Matta untuk Tarbawi, kita akan dapat menemukan sebuah panduan atau manual book untuk mencari pahlawan di negeri ini. Pikiran kita akan digiring hingga akhirnya kita dapat berkata, ”aha!”. Kita menemukan apa yang menjadi pertanyaan kita di awal ketika membaca buku ini.



Buku ini di awali dari sebuah pertanyaan, Siapa Pahlawan? *Pahlawan bukanlah orang suci yang diturunkan dari langit ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis. Mereka tidak harus tercatat dalam buku sejarah atau dimakamkan di taman makam pahlawan. Mereka juga melakukan kesalahan dan dosa. Mereka adalah manusia biasa yang berusaha memaksimalkan seluruh kemampuan untuk memberikan yang terbaik bagi orang-orang disekelilingnya. Mereka merakit kerja-kerja kecil menjadi sebuah gunung, karya kepahlawanan adalah tabung jiwa dalam masa yang lama…* (Pengantar Anis Matta)

Dari tesis ini kita akan dapat mengatakan bahwa siapa saja akan dapat menjadi pahlawan termasuk kita yang membawa buku ini. Lalu, dari mana mereka datang? Anis Matta melanjutkan, *Mereka muncul di saat-saat sulit. Mereka datang untuk memikul beban yang tidak dipikul manusia di zamannya. Mereka merespon tantangan-tantangan kehidupan yang berat.* (Naluri Kepahlawanan, Hal 4).

Para pahlawan menyadari betul bahwa *Tantangan adalah stimulan kehidupan yang disediakan Allah untuk memancing “naluri kepahlawan”- nya muncul. Bagi mereka yang tidak memiliki naluri ini, tantangan ini dianggap beban berat, mereka akan menghindari dan menerima dengan sukarela posisi kehidupan yang tidak terhormat.* (Naluri Kepahlawanan, Hal 4).

Dalam buku ini, Anis Matta juga memberikan semua perangkat yang diperlukan untuk menjadi pahlawan, apa saja akhirnya yang mendukung naluri kepahlawanan, karena naluri saja tidak cukup untuk menjadikan kita pahlawan. Anis Matta mengatakan, *Jika Naluri Kepahlawanan adalah akar pohon kepahlawanan, maka Keberanian adalah batang yang menegakkannya. Tidak ada Keberanian yang sempurna tanpa Kesabaran, karena kesabaran adalah nafas yang menentukan lama tidaknya keberanian itu akan bertahan dalam diri seseorang. Dan Pengorbanan adalah bahan bakar dari ketiga hal di atas, Naluri Kepahlawanan, Keberanian dan Kesabaran…

Lalu, apa lagi stimulus yang diperlukan untuk menjadikan diri kita pahlawan, jawabannya adalah *kebaikan*. Mengapa? *Kebaikan adalah medan kompetisi bagi para pahlawan yang akan mengeksploitasi potensi potensi mereka. Dengarkan apa yang ada dalam pikiran para pahlawan, Setiap kali mereka menyelesaikan satu unit amal, dalam tempo yang ringkas dan cepat, dengan kualitas maksimum, dan dengan manfaat sosial sebesar-besarnya, barulah mereka dapat menikmati rentang waktu itu. Kebahagian mereka terletak pada selesainya unit-unit amal shalih yang mereka kerjakan dengan cara yang sempurna.*

*Langkah-langkah untuk menjadi pahlawan*

Pertama adalah *optimisme*, optimisme adalah titik tengah realismen dan idealisme. Optimisme mengajarkan bahwa kita harus idealis dalam menjalani kehidupan ini, namun kita juga harus sadar bahwa kita hidup di dalam dunia yang real (nyata) yang terkadang jauh dari nilai-nilai ideal.

Kedua, *Mengambil Momentum*, Seseorang tidak menjadi pahlawan karena melakukan pekerjaan kepahlawanan sepanjang hidupnya, kepahlawanan memiliki momentumnya. Yang perlu kita lakukan adalah mempercepat saat-saat kematangan. Yaitu dengan mengumpulkan sebanyak mungkin potensi dalam diri kita, mengolahnya dan kemudian mengkristalisasikannya. Dengan ini kita memperluas peluang sejarah atau mengantar kita ke pintu sejarah.

Ketiga, *Menjaga Kegembiraan Jiwa*, untuk terus mampu berjalan jiwa ini perlu dijaga agar tetap dalam kondisi gembira. Kegembiraan adalah sumber energi bagi jiwa.

Keempat, *Terus Menggali Keunikan Diri*, Sejarah hanya mencatat karya-karya yang berbeda dengan yang pernah ada sebelumnya. *Sejarah tidak mencatat pengulangan-pengulangan. Kecuali untuk karya di bidang sama dan memiliki kualitas yang tidak berbeda. Menjadi unik adalah beban psikologis yang tidak semua orang mampu menanggungnya. Ancamannya adalah isolasi, keterasingan dan akhirnya adalah kesepian. Jika engkau bersedia menerima takdir kesepian sebagai pajak bagi keunikan, maka niscaya masyarakat juga akan membayar harga yang sama : kelak mereka akan merasa kehilangan*.

Kelima, *terus bergerak Menuju Kesempurnaan*, kesempurnaan adalah obsesi seorang pahlawan. Bergerak menuju sempurna adalah bergerak menuju batas maksimum, “Bagaimana mengetahui batas maksimum itu…?” *Batasan itu bersifat psikologis, yaitu semacam kondisi psikologis tertentu yang dirasakan seseorang dari suatu proses maksimalisasi penggunaan potensi diri, dimana seseorang memasuki keadaan yang oleh Al Qur’an disebut sebagai “menjelang putus asa”.

Keenam, *Siap Dengan Kegagalan*, pertanyaannya Bagaimana mereka mampu melampaui kegagalan-kegagalannya dan merengkuh takdirnya sebagai pahlawan…? Jawabnya adalah, *Mereka memiliki mimpi yang tidak pernah selesai, mereka memiliki semangat pembelajaran yang konstan, dan kepercayaan terhadap waktu, mereka menyadari bahwa segala sesuatu memiliki waktunya.

Ketujuh, *Kekuatan Imajinasi*
Di akhir buku ini Anis Matta mengatakan bahwa *jangan pernah menanti kedatangan mereka atau menggodanya untuk datang ke sini. Mereka tidak akan pernah datang. Mereka bahkan sudah ada di sini. Mereka lahir dan besar di sini, di negeri ini. Mereka adalah aku, kau, dan kita semua. Mereka bukan orang lain. Mereka hanya belum memulai. Mereka hanya perlu berjanji untuk merebut takdir kepahlawanan mereka; dan dunia akan menyaksikan gugusan pulau-pulau negeri ini menjelma menjadi untaian kalung zamrud kembali yang menghiasi leher sejarah*. (hal. 228)

copy total dari milis: keadilan4all.

Tuesday, 5 January 2010

Bangsa ini Maju

Ini adalah postingan pertama di 2010. Kedewasaan menjadi kata kunci yang harus betulbetul terjadi tahun ini. Banyak aspek: kehidupan pribadi, cara saya memanfaatkan potensi, juga kedewasaan bangsa ini.

Saya tidak sedang berpendapat bahwa bangsa ini tidak dewasa. Karena saya tak terlalu paham seperti apa indikator kedewasaan sebuah bangsa. Hanya saja, saya sedikit kecewa jika harus mendengar pendapat sebagian petinggi bangsa ini, yang seakan-akan senang sekali berkata bahwa: BANGSA INI SULIT MAJU karena ini, itu, karena ini dan itu.



Saya kecewa karena sepertinya, banyak betul orang di tanah air Indonesia tercinta ini yang lebih senang menyalahkan orang lain daripada berusaha mengurangi ucapan beraroma: BANGSA INI SULIT MAJU. Hampir seribu orang pintar yang pernah bicara seperti itu. Ya, bahwa BANGSA INI SULIT MAJU, dengan alasan yang kurang lebih sama.

Kadang-kadang, saya bertanyatanya mengapa kita tidak samasama berusaha keras untuk memikirkan hal yang jauh lebih penting untuk bangsa ini, daripada berdoa melalui ucapan yang serupa itu tadi ya... Sebagaimana koin peduli prita, bahwa sebuah koin dengan nominal Rp. 500 tidaklah cukup kuat ketika berdiri sendiri demi keadilan yang diagung-agungkan bangsa ini. Jika kemudian kumpulan koin dengan berbagai nominal bisa mencapai angka Rp. 600 juta, maka itulah implementasi dari usaha keras sekumpulan bangsa ini.

2010: kedewasaan. Sekali lagi, saya tidak sedang berkata bahwa bangsa ini kurang dewasa. Saran saya, bagaimana kalau di tahun 2010, kita BERHENTI mengatakan kalimat skeptis seputar susahnya menciptakan kemajuan bangsa ini? Setujukah temanteman jika mulai 2010, kita lebih sering mengatakan bahwa "Indonesia Bisa!!"? Siapa tau, dari puluhan ribu ucapan semacam itu yang muncul setiap hari, sepuluh persennya dikabulkan oleh Allah.