dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Tuesday, 8 December 2009

Walimah masa kini

Temanteman saya persilahkan untuk beranggapan bahwa saya *sepertinya* akan menikah dalam waktu dekat ini. Tapi sebelum anggapan itu muncul, saya hanya ingin menyampaikan bahwa tidak ada statement setendensius itu yaa di halaman ini hehe. Tapi lagi, jika anggapan seperti itu sudah terlanjur muncul saat temanteman membaca judul tulisan ini, tak ada yang bisa saya lakukan selain mengatakan 'amiin'. Jadi, kalo ternyata dalam waktu dekat saya menikah, barangkali saja itu adalah ijabah Allah untuk doa *anggapan* temanteman baik dari dalam hati maupun dari ucapan kan yaaa...

Saya selama ini mikirnya nikah tuh yang gampang-gampang aja. Ada wali, 2 orang saksi yang adil, ada mempelai pria dan wanita yang berniat menikah karena Allah, mahar yang tidak memberatkan suami, ijab kabul, sah, resmi, beres. Not that simple, tentu saja. Rasulullah SAW menganjurkan pasangan yang sudah menikah untuk mengadakan walimah. Walimah, sebagai ungkapan rasa syukur pada Allah, sekaligus pengumuman kepada kerabat bahwa ini loh, kami sudah resmi menjadi suami istri, jadi kami ingin berbagi kebahagiaan dengan temanteman sekalian. Begitu, kan? Tapi kenapa bisa jadi begitu complicated di era milenium ini? *btw, apakah sekarang masih milenium?*



Well, tak ada keharusan untuk memotong pemikiran semacam itu dari kepala saya, juga kepala temanteman yang punya pemikiran serupa. Tapi, My GOODNESS!!! Hadapilah fakta betapa repot dan mahalnya pernikahan masa kini. Dari googling internet serta interview ringan sanasini pada mereka yang sudah melangsungkan walimah tentang nominal biaya yang harus dipersiapkan, saya mendapatkan jawaban hampir serupa. Butuh dana paling tidak Rp. 15-50 juta untuk sebuah pernikahan amat sangat sederhana sampai semi-mewah *untuk ukuran saya*. Uh yeah.. Barangkali hal beginilah yang menyebabkan banyak ikhwan, karkun, pria, lakilaki, serta sejenis kaum adam lain yang memilih untuk lebih memperbanyak puasa sekaligus memperbanyak tabungan. Demi sebuah walimah masakini.

Sebuah hal yang kedengarannya jadi klasik betul ya kalo jaman sekarang kita mengajukan sebuah kalimat: "Pernikahan ngga perlu mewah, belum tentu juga kalo nikahnya mewah trus hubungannya awet sampe kakek nenek", atau kalimat lain yang bersifat lebih spirituil dan berdasarkan data serta fakta. Biasanya, kalimat begitu malah akan kalah oleh kalimat yang tak kalah klasiknya, "Pernikahan kan ngga setiap hari, cuman sekali seumur hidup. Apa salahnya keluar uang banyak sekalisekali", atau kalimat lain yang bersifat lebih tradisionil dan berdasarkan gengsi sosial, biasanya.

Baiklah, kawan. Saya tidak sedang membahas perkara persiapan mental maupun spiritual yang tentu saja jauh lebih penting daripada persiapan finansial menuju pernikahan. Tapi paling tidak, urusan persiapan finansial untuk menikah ini adalah salah satu faktor yang paling sering muncul dari pihak ikhwan, karkun, pria, lakilaki, serta sejenis kaum adam lain yang tadi saya katakan memilih untuk lebih memperbanyak puasa sekaligus memperbanyak tabungan. Jelas saja ini harus dipikirkan. Karena alasan "pernikahan merupakan *dan mudahmudahan* moment sekali seumur hidup" tidaklah salah. Pun tak bijak juga menjadikan alasan itu sebagai dalih untuk membuat sebuah walimah menjadi kelewat mewah. Maka, mari melihat beberapa hal yang harus kita persiapkan untuk sebuah walimah masa kini.

1. Bagi yang tak mau repot memberesi rumah sebelum, selama, apalagi sesudah pesta pernikahan, sewa gedung adalah sebuah pilihan yang pada akhirnya mungkin saja menjadi satu-satunya opsi. Gedung manakah yang bisa digunakan untuk sebuah pesta pernikahan tanpa mengeluarkan biaya sewa? Persiapkanlah ini, teman. Jika merasa lebih nyaman walimah di rumah, tetap saja butuh biaya minimal untuk dekorasi dan tenda.

2. Kalau saja manusia masa kini bisa merasa cukup mendapat pengumuman akan dilangsungkan pesta walimah via speaker masjid, via sms, atau mouth to mouth, maka undangan bukanlah hal penting. Sayang sekali, jaman sekarang sepertinya sudah tercetak dalam kepala masing-masing manusia bahwa undangan walimah adalah salah satu tolak ukur 'nilai' dari sebuah pesta pernikahan. Menyedihkan sih sebetulnya. Lebih banyak pohon harus ditebang untuk dibuatkan beratusratus surat undangan yang pada akhirnya dibuang ke tong sampah sesudah walimah usai. Adakah seorang manusia penguasa yang bisa mempengaruhi semua orang tak keberatan kalau diundang tanpa surat undangan? Oh, budaya...

3. Pos pengeluaran paling besar ada di catering. Belakangan malah bisa menjadi jauh lebih banyak lagi dana yang harus dikeluarkan karena rasarasanya cukup banyak manusia yang kurang puas dengan hanya menyediakan 1 macam menu saja saat walimah. Minimal nasi lengkap dan bakso. Kalau perlu, tambah roti cane, pempek, siomay, mie ayam, mie kocok, sop kikil, duh laper.

4. Begitu baiknya orang Indonesia sehingga jika melangsungkan walimah, maka para undangan akan pulang membawa oleh-oleh. Saya kurang tau apakah di luar negeri juga ada istilah souvenir walimahan. Yang jelas, Indonesia sepertinya puts on demand mengenai urusan ini. Banyak banget situs online penyedia suvenir pernikahan bertebaran, mungkin sama banyaknya dengan penyedia suvenir pernikahan yang ga bikin web buat jualan. Siapin ini juga loooh kalo walimahnya nanti mau dikasi nilai sebagai walimah masa kini.

5. Pernikahan, mulai dari ijab kabul hingga proses walimahnya memang moment sekali seumur hidup. Tentu saja pasangan pengantin sebaiknya tidak tampil biasabiasa saja. Perlu kostum khusus, plus make up, terutama untuk pengantian akhwat, wanita, perempuan, atau woman yang menurut banyak kaum adam adalah jenis manusia yang sulit dimengerti. Untuk urusan kostum dan make up, saya sepakat bahwa memang sebaiknya pengantin wanita tampil istimewa, meskipun tak harus mahal. Walaupun pada akhirnya, tetep aja perkara kostum dan make up untuk pengantin wanita lebih banyak dan mahal daripada pengantin pria.

6. Sekali lagi, bahwa pernikahan beserta perangkatnya adalah moment sakral yang terjadi sekali seumur hidup. Adalah penting mengabadikan moment semacam ini ke dalam bentuk .jpeg dan/atau .mpeg. Berarti, dana berikutnya yang harus dipikirkan adalah dokumentasi. Semua orang menginginkan sebuah dokumen gambar dan video yang berkualitas. Tapi tidak semua orang punya dana lebih untuk menyewa jasa pengambil gambar atau video yang berkualitas.

7. Cukuplah 6 saja ya. Biarlah urusan transportasi, administrasi, entertainment dan halhal lain yang belum disinggung di atas dipikirkan bersama keluarga jelang hari H. Lagipula, yang terpenting adalah berkah sebuah pernikahan tak terletak pada meriahnya sebuah walimah.

Maka, untuk temanteman yang sudah berniat menikah kemudian jadi urung hanya garagara tulisan rincian finansial ini, maka simaklah sebuah hadits berikut:

“Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

Well, well. See? Jika temanteman berniat menikah karena Allah, ingin menyegerakan pernikahan demi menjaga diri, maka saya ucapkan selamat!! Karena temanteman tergolong manusia yang Insya Allah berhak mendapatkan pertolongan dari Allah. Jadi, kenapa harus ragu dengan janji Allah?


8 comments:

  1. hmm...emangan tabungannya dah nyampe berapa?

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah saya sudah melalui masa itu dan tidak seribet sekarang yang harus pake walimah prasmanan dan sebagainya :-)

    ReplyDelete
  3. Nunggu kapan nih baru bise nikah.,.. doh doh doh.... pusing dah...

    ReplyDelete
  4. Kk' mahal-mahal nyewa tukang rias, bersedia berkorban untuk 'didempul' tebal-tebal, ujung-ujungnya... sehari setelah nikah langsung jerawatan sampai sekarang. See, cantik (sebenarnya) tidak harus mahal (dan juga tidak harus dengan make up tebal). Semoga bisa menjadi pelajaran berharga buat Dinie nikah nanti :)

    ReplyDelete
  5. oiya, hape saya akhirnya benar2 tidak bisa baca sms sekarang...

    ReplyDelete
  6. @ ichsan, kalo buat nikah mewah, ga bakalan cukup.. cepet sembuh ya hapenya..

    @ mas muchlis, alhamdulillah.. smoga berkah sampe akhir hayat amiin..

    @ bangfad, nunggu dilamar yang jelas :D

    @ kak diar, itulah dia kak yang bikin kesal.. nyewa tukang rias jutaan cuman buat beberapa jam, abis itu dilunturkan dalam waktu kurang dari 1 jam pyuwh... lagilagi, tradisi...

    ReplyDelete
  7. info yg sgt bemanfaat kawan...

    ReplyDelete

Because sharing is caring