dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Tuesday, 3 November 2009

Kisah Cicak dan Buaya


Temanteman, hari ini saya akan bercerita tentang cicak dan buaya. Soalnya, sepertinya cicak sama buaya lagi ngetop ya belakangan ini. Jadi, dari berbagai sumber yang berhasil saya kumpulkan, saya pengen bagi cerita juga sama temanteman perihal cicak dan buaya. Duduk yang manis ya. Jangan shu'udzon begitu. Tenang aja, kali ini saya akan berusaha sekuat tenaga untuk meniadakan obok-obok politik didalamnya heheh. Bisa ga ya? :P

Jadi, ada apakah antara cicak dan buaya? Well, well. Sebelum saya kisahkan hubungan mereka berdua, ada baiknya kalo kita cari tau dulu sebetulnya siapakah cicak, dan siapa pula buaya.



CICAK

Cicak adalah nama salah satu hewan yang sehariharinya seneng nempel di dinding, mengintai nyamuk untuk dimakan, dan bergerak gesit. Salah satu kelebihan cicak yang saya ketahui sejak jaman saya masih duduk di bangku SD: cicak bisa mutusin ekornya untuk mengelabui musuhnya. Ada sebuah mitos *dan Alhamdulillah saya mah ga percaya sama mitos hoho* bahwa konon katanya kalo kejatuhan cicak adalah sebuah pertanda buruk.

Hey, selama ini saya pikir hanya manusia aja yang hidupnya bersukusuku. Ternyata cicak juga punya suku. Cicak termasuk ke dalam suku Gekkonidae. Jenisnya juga macemmacem loh. Mulai dari cicak kayu, cicak tembok, sampai cicak gula.

Menariknya, dalam syariat Islam, cicak adalah jenis hewan yang harus diberantas. Bukan karena mendukung polri yang lagi berantem sama 'cicak' loh. Riwayat anjuran untuk memberantas cicak ini berawal dari ketika Nabi Ibrahim as akan dibakar. Pasti udah pada tau kan kisah perlawanan Nabi Ibrahim as terhadap Raja Namrud. Yang kemudian beliau dihukum, dilemparin ke api, dan diriwayatkan bahwa semua hewan berusaha memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim as. Nah, tapinya, si cicak malah meniupniup api agar semakin berkobar membakar Ibrahim. Wallahualam bishawab. Saya dapet kisahnya dari tante wiki, yang di footnotenya dikatakan bahwa riwayat ini merupakan Hadits Riwayat Imam Bukhari.

Selain itu juga, ketika Baginda Rasulullah SAW bersembunyi di gua hira saat dikejar oleh kaum musyrikin, tautau ada cicak berbunyi yang memberitaukan bahwa ada orang di dalam gua. Maka, Nabi Muhammad memerintahkan untuk membunuh hewan ini dimanapun kita jumpai (Tafsir Imam ibn Katsir juz 3 hal.185, Tafsir Imam Attabari Juz 17 hal 45). Muhammad SAW bersabda "Barangsiapa yg membunuh cecak dg satu pukulan maka baginya 100 pahala, dan bila dg dua pukulan maka terus berkurang dan berkurang" (Hadits shahih muslim no.2240). Ummu Syarik berkata: 'Nabi telah menyuruh membunuh cecak' (Hadits riwayat Imam Bukhari-Imam Muslim no.1443 hal.792).

Apakah tuan-tuan terhormat yang ingin membumihanguskan 'cicak' melakukan salah tafsir terhadap hadits-hadits tadi? Saya juga gak tau. Yang saya tau, cicak belum punya sejarah berantem dengan buaya. Lantas, siapakah buaya? Tenang, ini saya baru mau masuk ke bahasan buaya.

BUAYA

Buaya, setau saya, tidak *atau belum? atau sedang? hehe* bermusuhan sama cicak. Pertama, karena belum pernah saya denger dongeng buaya dan cicak saling bermusuhan. Kedua, buat buaya, cicak terlalu kecil untuk diajakin berantem.

Buaya, meskipun reptil juga sama dengan cicak, berasal dari suku berbeda. Ya iyalah, badan gede dan keras begitu. Buaya berasal dari suku Crocodylidae. Anak sukunya ada banyak banget. Kalo emang temanteman sangat tertarik dengan buaya, mendingan langsung konsultasi sama tante wiki aja. Buaya, di pandangan sebagian besar wanita, sudah mendapatkan tempat yang agak kurang sedikit terhormat mengingat tagline BUAYA DARAT ditujukan lebih kepada para lelaki, meskipun tentu saja tidak semua lelaki adalah 'buaya darat'.

Namun demikian, lidah buaya adalah minuman khas kota saya tercinta, Pontianak. Bahkan, di kota Pontianak tercinta ini, ada Pusat Pengkajian dan Pengembangan Lidah Buaya Nasional loh. Terkenal dengan nama Aloe Vera Center. Udah pernah ke sana? Saya belum hehe. Manfaat lidah buaya banyak betul. Komplitnya liat di sini aja. Yeah yeah, jadi kalo ntar temanteman berkesempatan mampir ke Pontianak, harus nyobain minuman lidah buaya yah. Dijadiin oleholeh juga boleh.

Tapi, lidah buaya mah tanaman, sama sekali ga ada urusannya dengan buaya ato crocodile. Apalagi sama 'buaya' yang belakangan dipake untuk memberitahukan keberadaan Polri sebagai institusi negara yang memiliki kekuatan dan kekuasaan, khususnya dalam penegakan hukum. Bagi saya, buaya tetep aja buaya. Lamban di darat tapi cepat bergerak di dalam air.

Cicak versus buaya, emangnya mau berantem di mana? Di tanah atau di air? Cicak kalo dimasukin ke dalam air ya mati, dan buaya kalo diletakkan di darat, belum tentu menang lawan cicak. Yah, mungkin para penulis dongeng bolehlah mulai serius untuk membuat dongeng cicak versus buaya, tapi tak diserupakan dengan kisah Polri vs KPK. Jujur saja, sampai hari ini saya belum tau siapa yang mulai pakai istilah buaya dan cicak begini. Merusak citra kedua hewan itu aja ah. Jangan sampe seperti kisah kupukupu yang sempat terkonotasi negatif!!

11 comments:

  1. ade2 jak, dari buaya lari ke lidah buaya

    ReplyDelete
  2. kan dalam rangka promosi kota kita hehe ^_^v

    ReplyDelete
  3. begitu ya rupanya cerita cicak ama buaya.,.!!!

    ReplyDelete
  4. wah kalok mengenai MITOS "kalok ada cecak jatuh pertanda gak baik" aku pikir bener lho.... coba aja bayangin kalok cicak jatuh terus masuk dalam makanan kita, tuh kan pertanda gak baik hahaha..... dan pertanda gak baik buat cicaknya... sakit atuh kalok jatuh...

    Cicak ma buaya... ibarat abang ama adek :P

    ReplyDelete
  5. bagaimana kalo kita ganti kisahnya kupu kupu dengan kelinci?

    ReplyDelete
  6. Kapolri sudah minta maaf mengenai penggunaan istilah itu. Juga minta agar tidak digunakan lagi.

    ReplyDelete
  7. @ anonymous, ya versi saya begitu..

    @ bangfad, heheh analogi yg masuk akal juga..

    @ ichsan, asal bukan kelinci berdasi, gpp..

    @ b'muchlis, alhamdulillah kalo begitu. horee..

    ReplyDelete
  8. hmmm...tapi emang polisi pantas dicap buaya, polisi yg gila suap, mau dikasih makan uang segepok juga rela hilangin kepercayaan publik pada mereka

    ReplyDelete
  9. 1-0 untuk cicak di kasus ini.. hoho B-)

    ReplyDelete
  10. yang hadis itu, setau saya tokek. tapi cicak dan tokek mungkin dianggap sejenis, jadi hukumnya sama

    ReplyDelete
  11. cicak dapet 2 suara kali ini hehe v^_^

    syukron yah mbak yati dah mampir ke blog saya..

    ReplyDelete

Because sharing is caring