dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Saturday, 17 October 2009

Rindu Tulis, Tulis Rindu

Oke, kemarinkemarin saya seperti menghilang dari dunia blog, tempat saya seharusnya bisa dengan nikmat mencurahkan isi kepala saya lewat tulisan. Saya heran, kenapa ga ada yang nanya kenapa ya? Hihi. Ya udah deh, bakalan kelamaan kalo nungguin seseorang mengajukan pertanyaan: “Dini, kenapa sekarang blognya kok sepi ga ada tulisan khasnya dini lagi?” sebagaimana biasanya saya nanyain ke beberapa orang yang blognya sampe hari ini juga masih sepisepi aja kayaknya. So, let’s start it over!

Yeah, mari kita anggap ada seseorang yang bertanya kemana aja saya selama ini ga munculmuncul dengan tulisan khas dan terlihat lebih sering meng-update blog saya dengan tulisan copy-paste. Jawaban dari pertanyaan yang tidak ditanyakan itu adalah: saya rupanya sejak sekitar awal agustus sampe dengan akhir bulan lalu, mengalami apa yang saya sebut sebagai temporary-tromatik-writing-disorder. Kalau temanteman kepengen tau apa itu temporary-tromati-writing-disorder dan apa penyebabnya, saya persilahkan untuk mengajukan pertanyaan :D

Well, well. Kali ini saya hanya ingin menumpahkan rasa rindu saya akan menulis, expressing my very own mind into a subset of paragraphs.



U know what, people? Idul fitri tahun ini, 1430 H, sebetulnya ada lumayan banyak hal yang ingin saya publish di sini. Malah, setengahnya udah saya tulis, tapi berhubung terkena temporary-tromatik-writing-disorder itu, akhirnya setengah tulisan saya hanya berakhir pada draft tanpa published. Saya saat itu ingin menceritakan bagaimana fenomena bahasa di tanah air Ayah dan Ibu saya terjadi dengan begitu menakjubkannya. Kemudian saya juga ingin menjelaskan dengan bahasa saya sendiri betapa teori Gordon Pask yang digambar melalui diagram yang agakagak mirip dengan segitiga pyramid jejaring MLM itu benarbenar terimplementasi nyaris sempurna dalam percakapan di setiap kunjungan silaturahmi Idul Fitri. Yah, itulah sebagian yang tadinya pengen saya bagikan ceritanya, tapi ga jadi karena temporary-tromatik-writing-disorder.

Hei yah, sounds annoying yah kalau disorder semacam itu dibunyikan. Tenang, kalau ada yang bertanya apa yang dimaksud dengan temporary-tromatik-writing-disorder, saya udah siap kok dengan jawabannya ;)

Saya benarbenar merindukan tulisan. Terutama tulisan-tulisan saya sendiri. Selain juga ketika saya menyimpan rindu, saya pun menuliskannya di sebagian noktah transparan yang hanya bisa diraba dengan cara rahasia. Ada yang berlalu begitu saja, ada juga yang kembali pada saya dengan tanggapan penuh senyuman. Rasarasanya, sebagian rindu yang saya simpan sama sekali tidak akan memberi pengaruh signifikan untuk tulisan saya. Yah, bolehlah itu saya bocorkan bahwa itu adalah salah satu penyebab temporary-tromatik-writing-disorder. Ya, rindu yang tak signifikan.

Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaargh. Benarbenar sudah lama betul rasanya saya tidak membuat tulisan yang semembingungkan ini hihi.

6 comments:

  1. tukang baca,.....
    hahaha dini tukang tulis bangfad jadi tukang baca saja yah yah yah....

    :)

    ReplyDelete
  2. boleh boleh.. kan baca gratis hehe

    selamat membaca :)

    ReplyDelete
  3. Selamat menulis lagi. Biarkan tulisan kita positif, kontributif, dan solutif. :-)

    ReplyDelete
  4. wah, saran yang sangat inspiratif, akhi ^^ jazakallah ya..

    ReplyDelete
  5. temporry-tromatik-writing-disorder...adalah sindrom yang menghinggapi mayoritas mereka yang udah ketemu facebook...tade kate telambat untok nules...haa,jadi yokla nules agik...^_^

    ReplyDelete
  6. ihihi kurang tepat, kak nana.. anyway, ayuklah kita menulis lagiii :)

    ReplyDelete

Because sharing is caring