dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Thursday, 2 July 2009

Purapura kenal

Belakangan ini, cerita saya memang lebih banyak saya curahkan melalui tulisan. Baik tulisan yang saya tampilkan secara implisit di blog saya tercinta ini, maupun sekedar iseng menulis di lappy HP yang kini sedang rawat inap di tempat yang Insya Allah aman, sejahtera, bersih, peduli, dan profesional. Jikalaupun sekarang ini saya ungkapkan kisah saya melalui lisan yang Allah ciptakan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya, maka percayalah kawan, apa yang terungkap itu belum tentu betulbetul muncul dari relung hati sedalam sekian kilometer dari seorang Dinie.

Pernah diungkapkan oleh mbah mbelgedez melalui facebook *dan itu adalah hasil rikwesan saya* bahwasanya blog saya ini stagnan, ceritanya fokus ke saya melulu aja. Hehe :p. Sama sekali tak saya buat penyangkalan statement tersebut. Soalnya, memang awal mula blogging ya untuk aktualisasi diri, kawan. Saya, barangkali, menambah daftar responden yang tak tersurvey oleh Mas Enda Nasution sebagai seorang blogger yang menulis untuk aktualisasi diri, untuk mengutarakan rasa lewat tulisan. Makanya, di blog saya, ada label bertuliskan: muara.hatikupu. Artinya, itulah isi hati saya, kawan. Itulah yang sedang saya rasakan, dan itulah waktunya saya 'mengeluarkan' diri saya. Paham?

Kalau tidak paham, silahkan sisihkan waktu sekian menit, sekian jam, dan sekian hari barangkali, untuk membaca sejenak tulisan saya. Tapi emangnya, apa pentingnya sih mengenal saya? Emangnya saya siapa? Yeah, saya emang bukan siapasiapa bagi yang tidak terlalu ingin kenal betul dengan saya. Tapi paling tidak, saya hanya ingin menekankan dan menyarankan, daripada berpurapura sudah kenal betul saya siapa berdasarkan sejarah yang Allah hadiahi dalam hidup temanteman, lebih baik 'explore' betulbetul tentang saya lewat fasilitas yang makin hari semakin canggih ini. Emangnya, sebuah blog berwarna pink yang dihiasi kupukupu ini cukup gitu menjelaskan seorang dhz?

Barusan saja saya 'flirting' ke blog Kak Anti. Di kolom komentar, saya membaca kalimat cantik lagi dahsyat: Menulis adalah sebuah kehidupan, ungkapan emosi tanpa suara tapi lebih tajam dari seribu soundrenalin manusia. Saya sangat sepakat dengan kalimat itu. Meskipun ketika bicara saya lebih spontan dan TERKESAN menunjukkan saya siapa, tapi saya tidak ingin menyanggah bahwa tulisan *dan juga ketikan, berarti* memiliki kekuatan luar biasa bahkan untuk menjelaskan sebuah kehidupan. Jika saya tanya pada temanteman, pernahkah jatuh cinta karena membaca sebuah karya tulis, atau bahkan sekedar tulisan?

Saya pernah. Sebuah buku elektronik yang tak dicetak dan tak dijual di pasar, berjudul "Biarkan Dakwah Bermetamorfosa" telah membuat saya jatuh cinta pada penulisnya. Bukan sekedar karena judulnya mengandung unsur kekupuan, melainkan karena bahasa yang digunakan terbaca sangat saya. Barisan kalimat dahsyat yang ditulis oleh Imam Syahid Hasan Al Banna *jujur saja, bahkan rekaman suara beliau sampai hari ini belum pernah saya dengarkan. Kasian sekali ya saya* dalam Majmu'atur Rosailnya membuat saya terlena hingga berbungabunga. Dan tentu saja, uteransi Maha Dahsyat dari Sang Pembolakbalik Hati yang hari ini bisa kita dapatkan dalam bentuk mushaf, membuat saya semakin bertekuk lutut mencintai Dien ini.

Tulisan, sangat kuat efeknya, menurut saya. Makanya berkalikali saya sampaikan, kawan: Jangan purapura kenalbetul siapa saya, sebelum baca tulisan kejujuran saya di blog thekupu. Jujur saja, ini bukan sekedar promosi blog, melainkan sekaligus sebuah ajakan agar kita sanggup mengelola diri untuk tidak buruburu berkata: "Ah ya, saya maklum dan faham kok kenapa bisa sampai begitu karena itulah Dini yang saya kenal."

Baiklah kalau begitu. Pendapat kita berbedabeda, tentu saja. Dan tak semua orang punya waktu untuk sekedar baca blog saya, bahkan barangkali untuk akses internet. Tapi rupanya, itu sama sekali tak mempengaruhi penilaian Allah terhadap diri saya yang sebenarbenarnya, karena baik melalui lisan ataupun tulisan, justru yang tak terungkap dan yang tak tertulislah yang paling jujur. Benar sekali jika jawaban temanteman adalah HATI. Dan izinkan sekali lagi saya membuat sebuah penekanan: I need One, and of course one, who can listen to what I don't say... Can you listen it? :)

6 comments:

  1. postingan ini rupanya lebih enak dikomentari lewat sms :D

    apakah tulisan kali ini, 'bernada' tendensius? :f

    ReplyDelete
  2. "I need One, and of course one, who can listen to what I don't say... "
    the one will be comiiiing..*mendengar kata amin yang panjang di hati dini..wkwkwk*
    however, 'one' nya tar bukan blog ini lagi deh yah...haghaghag...

    ReplyDelete
  3. blog ini kan bahan untuk bikin novel :))

    'one'nya tentu saja bukan blog, melainkan seorang ikhwan tampan lagi baik hatinya :x

    **menyesuaikan dengan minat 'pasar' yang satu ini** :s

    ReplyDelete
  4. wkwkwkwk...emangnye pasaran yang satu ini selalu itu ye permintaannye..??

    ReplyDelete
  5. menurut pasarnya sendiri? :))

    ReplyDelete
  6. assalamu'alaykum..
    salam kenal
    awalnya saya tak sengaja meng-klik link ke blog ini. alhamdulillah, ternyata risalah kecil "biarkan dakwah bermetamorfosa" ada jg yg berkenan membaca, dan telah pula menyebar hingga malaysia. insyaAllah, dengan sedikit pembenahan (dan desakan kawan2 :)), buku kecil itu akan terbit bulan ini... (diterbitkan mudacendikia, bandung). mohon do'anya....
    andree(andzahmed.blogspot.com)

    ReplyDelete

Because sharing is caring