dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Monday, 1 June 2009

Berbagi bahagia (revised)


Hai, people. Sudah bulan Juni ya rupanya. Betapa senangnya hati ini. Artinya, tinggal sebulan 22 hari lagi saya ulang tahun hehe. My June, so much wonderful to remember. Betapa fluktuatifnya saya ini. Beragam kisah di Juni tercinta, tetap fluktuatif belum tersentuh sebuah 'klik' paling indah di dunia. Yeah, tahun lalu, 16 Juni 2008, rupanya sudah menjadi bagian dalam hidup saya, tanpa saya sadari waktu itu.

Dan bulan Juni, untuk kedua tahun lalu, tersinggung juga rupanya tentang nikah ya? Nah, apa saya bilang, kawan... Rencana saya untuk menikah itu sudah ada sejak lama. Hanya saja, memang sepertinya belakangan ini ditanggapi dengan sebegitu heboh dan dramatis di facebook saya. Well yeah. Sadarkan temanteman bahwasanya beberapa status facebook saya *dan kita semua, rasanya* seperti sebuah headline di media massa ternama ibukota? Selintas saja dibaca, maka habislah otak kita degerogoti beragam pikiran dan prasangka yang barangkali seharusnya diluruskan melalui konfirmasi langsung dengan pertanyaan yang betulbetul jelas.

But don't worry... Awal juni ini, saya ga akan blakblakan langsung nyinggung tentang nikah kok. Tapi saya akan menyinggung mengenai jodoh *hehe, bukannya kalo jodoh takkan kemana, melainkan ke pelaminan, din? ihihi*. Yeah, baiklah, kawan. Hanya ingin berbagi kebahagiaan saja di awal bulan ini.



Kebahagiaan pertama adalah: bulan ini saya akan segera selesai PPL. Memang sepertinya tidak ada hubungannya dengan jodoh ya *berhubung tadi di awal saya bilang, saya akan singgung tentang jodoh hoho*. Anyway, menyelesaikan proses PPL betulbetul membuat saya sedikit lebih lega saja, kawan. Tentang hubungannya sama jodoh, coba cari sendiri aja ya.

Kebahagiaan kedua adalah: dosen pembimbing untuk skripsi saya adalah 2 orang dosen luar biasa di bidangnya masing-masing, 'sefikroh' untuk urusan linguistik, dan yang paling penting, keduanya sudah cukup 'dekat' sama saya. Betapa bahagianya. Emang siy, rilis namanya sudah sejak akhir May lalu. Anyway, rona bahagianya masih berasa mpe hari ini. Semoga teruuus mpe suatu hari saya yang ngebimbing anak orang *maupun anak temen, barangkali* untuk susun sekerispi. Amien. *kalo yang ini, bisa dihubungkan dengan mudah kan untuk perkara jodoh? ;)*

Kebahagiaan ketiga adalah: malam *ketika postingan ini di edit, sedang petang* ini saya menemukan tulisan yang bagus. Dan inilah yang sangat berkaitan erat dengan jodoh. Hmm, jadi keinget jaman kemarinsore ketika saya berkata bahwa saya akan gila ditinggal manusia berlabel pria. Berkalikali sudah kejadian kayak gitu, masa mau jadi kedelai *ato keledai siy ya?* untuk yang kesekian kalinya? Jadi seperti kede(le-da)lai aja ogah euy, apalagi jadi kedelai *keledai* kan ya? Nah, makanya dari itu, kawan, saya senang malam ini. Segala dinamika hidup yang terjadi sepanjang 3 bulan belakangan, terbayar dengan sebuah rasa lega melalui cerita di blog tersebut, dan juga kekuatan lain dari airmata yang jatuh, selengkung senyum yang manis, dan renyah tawa tiada terkira.

Kisah lengkapnya bisa temanteman baca di postingan setelah postingan ini. Akan saya copy-kan full nanti. Dan postingan ini adalah hasil editan, setelah sebelumnya saya nge-link ke blog lain yang isinya ternyata, setelah diberitau seorang akh, adalah kisah yang sebetulnya tidak patut saya copy. Jazakallah khair. Dan juga, a bunch of pink roses, eh a bunch of thanks maksutnya *heheh* untuk seorang saudara yang sangat banyak sekali memberikan inspirasi dalam labirin otak saya yang sebelumnya hanya berwarna pink saja. Syukron, you're great. Sekarang rasanya, otak saya jadi berwarnawarni dan indah sekali loh dengan tambahan ilmu setebal itu. Smoga yang terbaik dari Allah untuk kita ya, saudaraku. Untuk kita semua juga, tentunya, temanteman ^_^.

Nah, anyway, saya teteup akan copy sebuah quotation dari blog yang tadi.
Semoga mengetuk hati.


Menikah itu menjanjikan pahala yang tiada putus-putus bagi yang menjadikannya
gelanggang untuk mengukuhkan iman, mencintai Tuhan dan menjadikan surga sebagai tujuan.

Menikah itu penutup dari ketidaksempurnaan insan kepada kesempurnaan insan lainnya bagi yang mengetahui rahasia-rahasianya.


Menikahlah anda demi Tuhan dan Rasul-Nya, bukan menikah karena perasaan dan menuruti kebiasaan.

Jodoh tak perlu terlalu dirisaukan, tiba masanya ia akan datang menjemput, namun anda juga perlu membuka lorong-lorongnya agar jemputan itu mudah sampai dan tidak terhalang.

Yeah, begitulah. Jodoh takkan pernah tertukar. Sangat truistic dan undeniable. Sudah tertulis di Lauhul Mahfudz dengan cantik dan indah betul, Lauhul Mahfudz yang sudah pasti benar, dan tak bisa diintip sama sekali. Itu rahasia Allah, dan semoga saja kita tak lagi mainmain dengan yang sudah pasti. Kalau sekarang di depan mata kita ada seorang pria tampan atau gadis cantik *baik relatif maupun absolut* berjalan mengitari kebun fatamorgana, maka barangkali esok hari pada saat yang tepat, akan ada beribu pilihan lain yang jauh lebih menakjubkan dan diridhoi Allah di setiap sudut tubuh kita, jika saja kita sungguhsungguh mengimplementasikan teori aqidah ini.

Ibaratnya, kalimat orangorang: hidup ini penuh warna, sobat. Hidup ini berwarnawarni. Yak, betul sekali. Hidup ini warnawarni, kawan. Jadi, kalau ujiannya merahjambu melulu, ga produktif donk antivirus warna laen yang udah disediakan Allah dalam dirikita. Kapan naek kelasnya kalo gituh. *aduwh, nyindir diri sendiri lagih heheh*

Baiklah. Selamat berbahagia dengan keyakinan memuncak dalam dada, kawan. Tetap semangat, dan tersenyumlah setiap hari. Your smile still reflects my happiness, coz the happiness is created from the core of your own choice, in the right line and path.

Last but not least, Selamat juga saya ucapkan untuk diri saya sendiri, yang insya Allah sudah menemukan 'klik' hati untuk terus berdiri di sini. Doakan saya agar semakin kuat, kawan.

5 comments:

  1. wah subhanallah subhanallah subhanallah
    nyang ini lebih kokoh dan lebih mendalam walau dikemas ringan

    Jazakillah khair. Dan juga, a bunch of white roses, eh a bunch of thanks maksutnya *heheh* untuk seorang saudari yang sangat banyak sekali memberikan inspirasi
    ^_^

    ReplyDelete
  2. yup! sepakat dengan kanada...tulisan yang bermanfaat dan link yang berkualitas...trimakasih sudah membantu mencerahkan hatiku...^_^

    ReplyDelete
  3. @ bangkana, a bunch of thanks untuk semua saudarasaudari yang menginspirasi :)

    @ k'lisa, :x i luph yu, kku yang hijau segar ;;)

    ReplyDelete
  4. ya..ya...ya...ini baru sipp...

    Menikah itu menjanjikan pahala yang tiada putus-putus bagi yang menjadikannya
    gelanggang untuk mengukuhkan iman, mencintai Tuhan dan menjadikan surga sebagai tujuan.

    Menikah itu penutup dari ketidaksempurnaan insan kepada kesempurnaan insan lainnya bagi yang mengetahui rahasia-rahasianya.

    Menikahlah anda demi Tuhan dan Rasul-Nya, bukan menikah karena perasaan dan menuruti kebiasaan.

    Jodoh tak perlu terlalu dirisaukan, tiba masanya ia akan datang menjemput, namun anda juga perlu membuka lorong-lorongnya agar jemputan itu mudah sampai dan tidak terhalang.

    ReplyDelete
  5. yeah, that's why I quoted this..

    ReplyDelete

Because sharing is caring