dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Saturday, 23 May 2009

Alert: Intelligence Decreasing


Temanteman, all people in the world, duduk yang rapi ya. Nah, simak baikbaik kisah ini...

This is a story about 4 people named: EVERYBODY, SOMEBODY, ANYBODY, and NOODY. There was an important job to be done and EVERYBODY was sure that SOMEBODY would do it. ANYBODY could have done it, but NOBODY did it. SOMEBODY got angry about it because it was EVERYBODY's job. EVERYBODY thought ANYBODY could do it. But NOBODY realized that EVERYBODY wouldn't do it. It ended up that EVERYBODY blamed SOMEBODY when NOBODY did what ANYBODY could do.

Sekarang cobalah untuk jujur. Jawab pertanyaan ini:

Apakah dalam kehidupan nyata kita, dua sampai tiga hari ini, terjadi situasi yang terdapat dalam cerita tadi?



Seharusnya saya, seharusnya bukan saya, seharusnya tugas dia, seharusnya tadi dia yang selesaikan, seharusnya tidak begitu, seharusnya ini, kenapa kok bukan saya aja, kenapa kok bukan dia aja, kenapa kok diamanahkan ke saya, kok jadi saya sih yang ditanya, seharusnya bukan saya yang kecerdasannya menurun, ini pasti garagara banyak pertanyaan sederhana yang ga dijawab, seharusnya kan dijawab. Waduh, cape euy ngetiknya heheh...

Blaming, blaming, blaming... Guilty, guilty, guilty... Bingung, bingung, bingung...

Apakah ini pertanda kecerdasan yang mulai menurun? Yeah, soalnya kayaknya makin nambah hari, makin banyak saja pemeran EVERYBODY. Sekarang malah pada makin pede muncul di tivi. Ga ada sama sekali sepertinya, pahlawan berjiwa ksatria yang mau mengakui bahwa yang terjadi, ya sudah terjadi sajalah. Ga perlu ribet nyalahnyalahin orang lain, kan? Kalo yang disalahin kemudian mengaku salah dan berjiwa ksatria, ya baguslah. Tapi kalo ngotot aja escaping from being guilty, what will happen to the world, then?!

Makanya kemudian saya tulis, bingung. Karena saya memang bingung dengan beragam dinamika yang belakangan terjadi. Membingungkan. Mau ditanyakeun, tapi ntar pasti dianggap cuman basabasi, dan berakhir pada ketiadaan jawaban atas sebuah pertanyaan simple. Baiklah. Ya sudah jika begitu. Kita anggap saja telah terjadi penurunan kecerdasan. Toh 140 Juta Rakyat Indonesia memang sudah menurun kok kecerdasannya garagara kurang gizi. Makanya, mengajarlah di jurusan gizi *gawat, ini indikator kecerdasan menurun, buat postingan mulai ga nyambung!*

Yeah, baiklah. Siapapun yang nanti ke depannya memimpin negara tercinta Indonesia, tiada akan ada terlalu banyak tokoh EVERYBODY segera setelah pemilihan presiden usai. Bukannya apa, kawan. Pasca pilpres akan ada koalisi lain yang takkan pernah terduga sebelumnya. Jadi, bersiap siagalah menuju kejutan semerah saga!!

5 comments:

  1. hahaha...great story!everybody, somebody, nobody, anybody..
    kita mang lagi butuh banget sosok pemimpin yang kuat, yang siap jadi tameng, jadi Ingat riwayat Ali RA, bahwa pernah disuatu perang, ketika musuh datang menyerang, dan kaum muslimin merasa sedikit bergetar karenanya, para sahabat berlindung dibalik punggung Rasulullah. menunjukkan bahwa dalam perang, Rasulullah berdiri digaris paling depan, paling berani, paling merasa bertanggung jawab atas pasukan yang ada dibelakangnya.. GREAT!! T_T ..jadi rindu ma Rasulullah..haaaaa...

    ReplyDelete
  2. yuk mari, belajar meneladani Nabi...

    siapa tau Allah sediakan tempat bagi kita untuk menjadi sosok yang selalu siap berada di depan, berani, dan bertanggung jawab? jikapun tidak, mari menjadi jundi yang taat seperti Khalid bin Walid dan para sahabat yang lain :)

    ReplyDelete
  3. aku mengagumi fotonya itu lho...

    ReplyDelete
  4. @ kak elsa, saya jugah kak ^_^

    @ memey, ga dibaca yah jadinya bingung? hehe

    ReplyDelete

Because sharing is caring