dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Friday, 3 April 2009

Tak berhenti berharap


"Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yg teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Akhwat Sholihah bak mutiara di dasar laut, tak selalu putih terkadang terbungkus lumut. Di dalam cangkangnya dia senang berada, menjaga diri dan tak mudah digoda. Kau mungkin harus menyelam untuk menemukannya. Tapi kau akan tahu seberharga apa dia ketika kau mendapatkannya."

Saya nyimpen kalimat yang juga hasil copy-an itu, pada tanggal 20 Maret 2009. Saya waktu itu hanya menggarisbawahi kata: terkadang terbungkus lumut...

Susunan kalimat yang dalam sekali maknanya...



Anyway, walopun maknanya begitu dalam, saya rupanya masih belum berani mengajukan analisa makna terhadap kalimat itu. Klise, sebenarnya.

Nah, walopun saya ga berani melakukan penganalisaan *apaan sih? analisis, din! ga pake pe-an!* terhadap kalimat itu, paling tidak ada 3 kata yang saya garis bawahi: terkadang terbungkus lumut. Saya memaknainya sebagai: kesalahan manusia, yang disengaja dan tak disengaja.

Yeah sure. Lumut. Mengotori cangkang. Dosa. Mengotori jiwa manusia. Tapi saya sangat meyakini, bahwa kesalahan (baca: dosa) itulah yang merupakan pertanda bahwa manusia, disebut manusia. Soalnya, kalo ga ada dosa, namanya malaikat kalo ga salah...

Okey, kawan. Bukan berarti trusannya saya melakukan pembelaan klasik dengan mengatakan bahwa manusia tak luput dari kesalahan loh ya. Kalimat itu terlalu truistic untuk diajukan sebagai argumentasi. Undeniable. Inti dari semua ini adalah SEBUAH HARAPAN. Mengapa? Well, rupanya mata saya masih ingin membuat garis bawah pada kalimat: menyelam untuk menemukannya.

Ya, menyelam. Menyelam yang dalam, sangat dalam. Menyelam hingga rasanya oksigen dalam tabung pun takkan cukup lagi untuk bekal naik ke permukaan, sampai rongga dada terasa sesak, membuat mereka yang tak punya bekal cukup gairah semakin merasa mendapatkan alasan untuk berhenti menyelam, segera naik ke atas, agar nafas bisa dihela kembali.

Saya sedang mengalami posisi itu, kayaknya. Kadangkadang muncul rasa, tidak ada motivasi lagi untuk mencari 'klik' agar bisa total di dalamnya. Seperti yang pernah saya paparkan, Saya sangat mencintai Tarbiyah dan berkeinginan kuat untuk benar-benar bisa aplikasikan rasa cinta saya lewat refleksi sikap yang sedang saya cari penguatan kaitnya dalam diri saya. Iya, kawan. Penguatan kait. Karena 'kakak' pernah berkata, sebuah kalimat yang saya maknai seperti ini: "Jangan tunggu ikhlas itu muncul, karena kau akan sulit bergerak. Carilah motivasinya, agar bisa sampai pada Motivasi yang sesungguhnya, yang sejati"

Maka dari itu, kakak... dan kawan... Saya tidak berhenti berharap, sampai harapan itu melenyapkan dirinya dari hadapan saya. Karena rupanya cermin itu pun tak sanggup menghindari fakta, saya adalah perempuan lemah yang SELALU butuh motivasi, untuk benarbenar mencapai MOTIVASI yang sesungguhnya.

Untuk kakak, smsnya tidak salah kak. Itu dari hati. Semoga digetarkan.

Terima kasih, kawan... Terima kasih untuk menjadi motivasi bagi saya, meskipun *entahlah* kau menyadarinya atau tidak...

5 comments:

  1. .
    Yaaaah...
    Cuman kebungkus lumut....

    Ketutup karta karun, gitu kek...

    Jadi, disamping dapet mbak-mbaknya, juga dapet warisannya...

    Kan asik tuh, makan enak tidur nyenyak....

    ReplyDelete
  2. aih aiiiih.. yang hobi ngencanin mbakmbak berharta :p

    nti dah mbel, tak buat postingan ttg wanita terbungkus hartakarun..

    ReplyDelete
  3. Selamat Siang…. Terima kasih udah mampir….
    Foto+Link Udah di ADD nih…
    Silahkan tengok, dan jangan lupa di link balik yaaa… :)

    ReplyDelete
  4. Terima kasih untuk tipsnya, saya mau coba semoga juga.

    ReplyDelete
  5. Saya cari dibeberapa website dan dapat tipsnya di website ini, terima kasih, mau dicoba oleh saya.

    ReplyDelete

Because sharing is caring