dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Thursday, 26 March 2009

Tibatiba Nangis


Aih, judul yang ambigu...

Crying suddenly, or coming home crying? hehe, saya aja euy yang membuatnya ambigu... Yang tepat adalah, tibatiba saja, just really suddenly, saya menangis. Kenapakah saya menangis?

Well, well. Saya nangis siy sebenernya dah biasa. Kan di sini, saya dah pernah bilank kalo saya adalah tipikal perempuan yang gampang menangis *alias cengeng hoho*. Bahkan dengerin lagu aja bisa mpe nangis kikikik ini siy, lebay bin exaggeration.



Sepanjang hari ini, actually, everything has run very well. Mulai dari pagi yang sangat menyenangkan bersama seorang yang saya sayangi dengan cara yang tepat ^_^, kemudian pagi jelang siang saya bersama Para Ksatriawati maniS dari rumah ke rumah, bahkan the most amazing thing happen is: reunian sama kakakkakak yang membuat saya cintaaaaa ajah sama ukhuwah dengan mereka, dan mereka juga tentu saja. Benarbenar senang. Di luar bagian balapan setelah acara usai saja, saya sudah sangat senang. Balapannya, melengkapi rasa senang saya.

Semakin senang lagi *janganjangan saya nangis garagara kebanyakan seneng ya hari ini*, sorenya saya ngumpulngumpul dengan Perempuan aKtif dan Solehah yang rasa cintanya makin hari kayaknya makin nambah aja, tentu saja menambah kesenangan saya. Wuih, dah sempurna aja kayaknya hari ini dengan rangkaian rasa senang yang muncul dari beragam manusia.

Eeeeeeeh, malemnya, after coming home, weleh jantung saya kok malah berdebardebar gak keruan gitu ya... Yeah, barangkali karena seharian kebanyakan seneng, dan sesuatu yang berlebihan itu ga baik, maka dari itu malam ini Allah imbangi dengan rasa berdebar, perasaan akan kehilangan orang yang saya cintai, perasaan rindu sama diri saya yang dulu, aaaaargh ga tau dah pokoknya beragam macam perkakasperkakas penyebab tibatiba nangisnya saya malem ini.

Well, yeah. Willy nilly, tangisan malam ini membuat saya kembali mengingat lirik lagu letto, yang maknanya dalem *menurut saya*. There's a truth behind a cry, there's a cry behind a lie... O yeah, sure. Seperti kata gambar juga, tears are actually words that can't be spoken. As well my tears this nite. I have no power on how to communicate it to be such kind of wonderful words, to be written in sentences. That's why the tears came up, and make me feel very much better.

Thanks, Allah. Alhamdulillah. I do love you much more. Terima kasih untuk keseimbangan rasa hari ini, kepada seorang perempuan berPerasaan fluKtuatif dan gampang menangiS ^_^.

2 comments:

  1. .
    Masoolloo, Dinieeee.....

    Lama-lama situh kok jadi P erempuan K ebanyakan S ingkatan....???


    .
    ***kaboouuurrr...***

    ReplyDelete
  2. hehe lamalama asik juga ternyata mbel :p

    *berusaha nangkep mbah mbel*

    ReplyDelete

Because sharing is caring