dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Thursday, 29 January 2009

Mencari Rasa Lega


Bulan Januari, ya sebuah bulan yang sempat saya klaim bahwa saya akan mengalami perasaan serupa. Semoga saya segera temukan keikhlasan yang sesungguhnya. Amien...

Saya sudah ga kuat lagi mau cerita. Sepanjang bulan ini, rasanya sudah hampir semua orang saya ceritakan perihal kebodohan jilid 2 saya. Mulai dari sahabat saya, tepatnya para sahabat saya, seorang teman yang tak pernah saya sangka akan saya ceritakan, sampai akhirnya mama saya. Yang paling lega adalah ketika saya curhat sama mamanya, hari ini. Sangat lega. Memang tak saya bicarakan semua, tapi sungguh saya lega sudah menyampaikan sebuah fakta. Jadi, ke depannya nanti paling tidak saya bisa persiapkan diri.



Well, yea. Walaupun tak ada seorang pun yang tau apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, paling tidak persiapan adalah sebuah hal yang tak salah untuk dilakukan. Keinginan saya untuk menjadi lebih baik, rasanya terazam setiap bulan Januari. Sejak tahun 2006. Ini yang ketiga kalinya. Keinginan yang muncul karena frustasi, tak mendapatkan yang saya ingini karena kesalahan saya sendiri. Namun barangkali, kesalah sendiri itu justru sebuah aksi atas rekayasa Allah yang masih mencintai saya. Memberikan jalan pada saya agar bisa SUNGGUH-SUNGGUH menjadi lebih baik.

Tak mengerti apa yang sedang saya paparkan di sini? Yah, seandainya tidak, tak usaha bingung mencari tau. Mari, teman. Kita sama-sama saling ingatkan dan kuatkan untuk bisa menemukan rasa lega, mendapatkan rasa ikhlas, berubah menjadi lebih baik bukan karena frustasi, melainkan perlu menjadi lebih baik lagi.

Saya sedang dalam perjalanan mencari rasa lega lagi. Saat ini, pukul 4.32 pm ketika saya ketikkan kalimat di halaman blog ini, saya merasa sedikit lebih baik daripada siang tadi. Ya Allah, semoga ini adalah awal yang baik. Semoga apa yang telah tertampakkan oleh mata saya, bisa menjadi sumber keikhlasan saya untuk berhadapan dengan fakta yang akan mengantarkan saya pada kebaikan. Amien...

Sunday, 11 January 2009

Belum Tercurah

Saya masih belum begitu berminat mencurahkan ide-ide saya di halaman blog saya. Belum.

Idenya ada. Beberapa saya jadikan tret di plurk, di catatan harian saya sendiri, dan sebagian besar terbiar melayang di dalam otak, bahkan di luar kepala!

Yang pasti, kalau kemarin-kemarin kayaknya saya sempet agak sedikit mellow *kayaknya*, maka setelah ini, saya akan berusaha dan berjuang keras untuk gak mellow lagi. Malu donk! Orang-orang di Palestine sana menangis darah berjuang sepenuh tenaga, saya di sini mellow untuk urusan yang sama sekali ga penting!



Jadi, postingan hari ini hanya sekedar memberi tau, memberi kabar, dan menyampaikan, bahwa saya masih aktif di dunia blog. Saya hanya ingin mendeklarasikan: thekupu will always exist as long as I am alive! Insya Allah.

Saya, mau berproses lagi. Nantikan perubahannya ya. Pelan-pelan, tapi pasti. Insya Allah.

Friday, 2 January 2009

Saya bisa, pasti!


Ini postingan pertama saya di 2009. Beberapa resolusi yang telah saya paparkan di postingan sebelumnya, sebetulnya mengiaskan pada saya sendiri, bahwa berpikir positif sajalah untuk apa yang sedang saya alami. Makanya, saya ingin berbagi, kepada diri saya sendiri, dan kepada teman-teman, beberapa langkah agar bisa berpikir positif, dan berteriak dengan lantang:

I CAN!

Well, artinya postingan pertama saya di 2009: copy paste, hehe. Saya unduh dari sini ni artikelnya.



Mau tahu kunci kesuksesan hidup? Berpikirlah positif. Ya, berpikir positif membuat Anda maju dan sukses. Dengan pikiran yang positif Anda dapat menjalani segala sesuatu tanpa terbebani oleh seribu pikiran buruk. Anda juga terhindar dari perasaan takut gagal. Jalan di depan Anda pun selalu terasa lapang.Berpikir positif juga menyehatkan. Donald C. Cole, MD, peneliti senior pada Institute for Work and Health di Toronto, menyatakan berpikir positif membantu kesembuhan seseorang, bahkan yang terkena penyakit kronis. Ini bukan omong kosong klise belaka. Salah satu alasannya, karena itu memberi perasaan memiliki kendali atas kesehatan tubuh dan masa depan Anda, jelas psikolog klinis Elizabeth Carl, PhD.Anda ingin tahu bagaimana langkah berpikir positif itu? Ikuti jurus-jurus berikut ini.

Bangkitkan motivasi.
Membangkitkan motivasi diri yang kuat dan menambah wawasan yang memperkuat berpikir positif merupakan langkah penting. Pengukuran kualitatif motivasi dapat dilakukan dengan memberikan pemisalan negative case jika suatu tujuan tak tercapai. Misalnya, renungkanlah kemungkinan jika Anda tak diterima kerja? Dari jawaban Anda, Anda dapat memprediksi dan merasakan seberapa kuat motivasi Anda untuk diterima kerja.

Yakinlah bisa.
Kelemahan motivasi acap disebabkan oleh pikiran negatif tentang kemampuan diri sendiri, atau tentang mekanisme gerak kehidupan. Cobalah untuk membangkitkan konsep diri positif pada diri Anda. “Jika saya berpikir bahwa saya bisa, maka saya bisa.” Katakan setiap ingin melakukan apapun. Yakinkan bahwa Anda bisa. Jika saat ini gagal, berusahalah terus-menerus tanpa kenal lelah. Percayalah, sugesti dari dalam diri dapat membantu Anda mempercepat mencapai proses yang Anda harapkan.

Jangan fatalistis.
Jauhkan paham fatalisme yang menyerah pada nasib. Ini punya pengaruh kuat dalam diri Anda untuk membenarkan kegagalan. Menyandarkan kesalahan atau kelemahan pada takdir, yang pengejawantahannya seperti dalam pernyataan bahwa “Saya pada dasarnya bodoh”, misalnya, merupakan sumber negative thinking yang signifikan. Anda harus memeranginya, jika ide tersebut ada pada diri Anda.

Lihat sisi baik.
Pandanglah sesuatu dari sisi baiknya. Karena berpikir positif adalah memandang segala sesuatu dari sisi pandang kebaikannya. Orang yang berpikir positif akan memandang keterbatasan kemampuannya pada suatu saat. Bukan sebagai suatu “kebodohan yang menimbulkan berbagai kesialan”, tapi memandangnya sebagai suatu tantangan yang amat nikmat untuk diatasi. Orang yang berpikir positif akan memandang perjuangan dan harapan. Orang yang berpikir positif akan memandang keterbatasan ekonominya sebagai suatu sarana untuk hidup sederhana. Dan dengan kesederhanaan ini ia akan mencapai kebahagiaan.

Mandiri selalu.
Pertahankan kebebasan Anda. Kebebasan adalah sesuatu yang paling bernilai yang dimiliki setiap orang. Kekebasan untuk berpikir, mencipta, akan tumbuh seperti yang Anda harapkan, tentunya dengan cara yang positif. Ketika Anda menjadi amat tergantung pada orang lain, Anda akan berpikir destruktif dan menjadi malas.

Tumbuhkan sikap ketaktergantungan segera mungkin.
Bertanggungjawablah pada hidup dan tindakan yang Anda lakukan. Sekali Anda merasa mampu mengontrol hidup, Anda memulai perjalanan pikiran positif Anda. Selalu ingat ketika Anda sedang memiliki masalah dengan berpikiran positif. “Anda adalah apa yang Anda pikirkan, dan Anda merasa apa yang Anda inginkan.” Dengan melakukan ini, Anda akan selalu menjadi seorang pemenang dan seorang survivor ketika masa-masa sulit.