dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Thursday, 13 September 2007

Welcome Ramadhan

Wah, welcome Ramadhan! Senang sekali menyambut Ramadhan dengan cara ini: Beres-beres kamar, tidak berminat nonton TV, semua orang Rumah bergembira ria tarawihan, sedangkan saya di kamar saja, merayakan malam 1 Ramadhan dengan sepi dan sunyi, kecuali suara-suara bacaan serta doa yang keluar dari pengeras suara surau dekat rumah. Dua tahun sudah, Ramadhan melewati keutamaan shalat tarawih di malam pertama. Ada beberapa keutamaan shalat tarawih di setiap malam di bulan Ramadhan

Disebutkan dalam sebuah dari Ali bin Abi Thalib r.a: Nabi Muhammad SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan Tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda:

1. Malam pertama: Orang Mukmin keluar dari dosanya, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
2. Malam kedua: Ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
3. Malam ketiga: Seorang malaikat berseru di bawah “Arasy”. “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat”
4. Malam keempat: Dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al Furqan (Al-Qur’an).
5. Malam kelima: Allah Ta’ala memberikan pahala seperti pahala orang yang sholat di Masjidil Haram, Masjidil Madinah, dan Masjidil Aqsha.
6. Malam keenam: Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
7. Malam ketujuh: Seolah-olah ia mendapat derajat Nabi Musa a.s dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
8. Malam kedelapan: Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahim as.
9. Malam kesembilan: Seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi Muhammad saw.
10. Malam kesepuluh: Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
11. Malam kesebelas: Ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
12. Malam kedua belas: Ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
13. Malam ketiga belas: Ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
14. Malam keempat belas: Para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan sholat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
15. Malam kelima belas: Ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
16. Malam keenam belas: Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan untuk masuk ke dalam surga.
17. Malam ketujuh belas: Ia diberi pahala seperti para Nabi.
18. Malam kedelapan belas: Seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah rido kepadamu dan kepada ibu bapakmu”.
19. Malam kesembilan belas: Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
20. Malam kedua puluh: Allah memberi pahala para syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang shaleh).
21. Malam kedua puluh satu: Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
22. Malam kedua puluh dua: Ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
23. Malam kedua puluh tiga: Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
24. Malam kedua puluh empat: Ia memperoleh dua puluh empat doa yang dikabulkan.
25. Malam kedua puluh lima: Allah Ta’ ala menghapus darinya azab kubur.
26. Malam kedua puluh enam: Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
27. Malam kedua puluh tujuh: Ia dapat melewati shirat pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
28. Malam kedua puluh delapan: Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
29. Malam kedua puluh sembilan: Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
30. Malam ketiga puluh: Allah bergirman: “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku” (HR. Majalis)

Saya sudah melewati keutamaan yang pertama, dan akan yang kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam, semoga sampai keenam saja. Hikz, sedih.

Anyway, kesedihan ini sedikit terobati dengan rentetan SMS yang intinya berisi ucapan maaf lahir batin dan selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan 1428 H. Bervariasi sekali. Saya merasa sedang berulang tahun saja hari ini, mendapatkan beberapa SMS yang saya balas singkat: Sama-sama, maaf lahir batin. Semoga Ramadhan membuat kita menjadi hamba Allah yang lebih baik.

”Lembutkan hati dengan banyak membaca Al Qur’an, bacalah dengan tenang dan fokus, Insya Allah akan jadi obat bagi hati. Puasa kita sukses jika keluar dari Ramadhan, amal dan akhlak kita lebih baik. Selamat menyambut bulan suci Ramadhan” ---Mbak May, rekan baru di tempat nomor 5---

”Satukan langkah lakukan puasa demi harmonis dalam ibadah dunia dan akhirat menuju kalbar maju, adil, dan sejahtera. Berpuasa kita menang! Perjuangkan buka puasa gratis!” ---Aris Munandar, reporter di tempat nomor 1---

”Harta paling berharga adalah AMAL, teman paling setia adalah SABAR, Ibadah paling indah adalah IKHLAS, identitas diri paling tinggi adalah IMAN, pekerjaan paling berat adalah MEMAAFKAN. Selamat menunaikan ibadah puasa. Mohon maaf lahir batin. Semoga ibadah puasa kita diridhoi Allah SWT. Amiin....” ---noname---

”Subhanallah, waktu terus bergulir membawa jiwa dan raga menuju Ramadhan. Seraya menundukkan hati, maafkanlah saudaramu ini agar dapat menjalankan puasa penuh ridha dan rahmatNya” ---Mas Arif, rekan di tempat nomor 4---

”Kini tangan tak dapat berjabat, setidaknya Yeni masih dapat mengungkap, tulis hati mohon maaf lahir batin atas segala salah dan khilaf. Marhaban yaa Ramadhan” ---Yeni, murid di tempat nomor 2, sekarang sudah selesai---

”Jika hati sejernih air jangan biarkan ia keruh. Jika hati seputih awan, jangan biarkan ia mendung. Jika hati seindah bulan, hiasi ia dengan iman. Marhaban ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa 1428 H” ---Fety, seorang teman yang belum pernah bertemu langsung---

”Jika seluruh umur penuh dengan dosa, maka taqwa dan taubat adalah obatnya. Jika seluruh bulan penuh dengan noda, maka Ramadhan inilah pemutihnya. Keindahan hati adalah dimana dapat menjaga agar hati tetap suci. Met Ramadhan, Mohon Maaf Lahir dan Batin. ---noname---

”Andai semua harta adalah racun, maka zakatlah penawarnya. Jika seluruh umur adalah dosa, maka taqwa dan tobatlah obatnya. Jika seluruh bulan adalah noda, maka Ramadhanlah pemutihnya. Selamat Berpuasa” ---Indriani, seorang sahabat sejak saya sekolah di tempat nomor 3---

”Kata yang indah adalah Allah. Lagu yang merdu adalah adzan. Media terbaik adalah Al Qur’an. Senam yang sehat adalah diet. Diet yang sempurna adalah puasa. Met puasa” ---Nurizzatul, adik kelas di tempat nomor 3--- (SMS serupa dikirim pula oleh Itsna Isyri Ramadhani, seorang sahabat satu jiwa satu hati sejak kami sekolah di tempat nomor 3)

”Di bulan yang mulya ini, Iyo ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, mudah-mudahan amat ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Bersihkan hati, bersihkan pikiran, mari kita bersama-sama meningkatkan iman” ---Subagio, seorang teman yang sempat dekat---

”Marhaban Yaa Syahru Ramadhan. Kami menyampaikan Selamat menjalani puasa di bulan Suci Ramadhan. Mohon maaf atas segala kesalahan” ---Kang Asep Haryono, seorang teman on line yang menyenangkan---

”Pesan tuk hari Kamis: Baca hari KAMIS aja ya! Eh, ga percaya! Ya deh, mau tau ya... MAAF KALO ADA SALAH. Met tunaikan ibadah Puasa 1428 H” ---Deasy Juanti a.k.a Joanne, seorang teman menyenangkan dari perkenalan yang tak menyenangkan---

”Istighfarku takkan mencapai tujuannya tanpa keikhlasanmu untuk memaafkanku. Ibadahku takkan sempurna tanpa adanya silaturrahmi diantara kita. Marhaban Yaa Ramadhan. Mohon Maaf Lahir dan Batin” ----Risma Dewi, seorang teman sejak saya sekolah di tempat nomor 3---

”Amin... Marhaban ya Ramadhan, semoga Allah Karuniakan berkah Ramadhan. Mohon Maaf atas segala Khilaf” ---Balasan SMS Ibu Fifi, guru saya di tempat nomor 3---

”Nangkap Merpati dapat elang. Nangkap udang dapat ikan. Bulan yang dinanti akan menjelang, selamat datang bulan Ramadhan. Mari persiapkan diri. Mohon maaf lahir dan bathin. Selamat menjalankan ibadah puasa” ---noname---

”Kata yang indah adalah Allah. Lagu yang merdu adalah adzan. Media terbaik adalah Al Qur’an. Senam yang sehat adalah diet. Diet yang sempurna adalah puasa. Kebersihan yang menyegarkan adalah Wudhu. Perjalanan yang indah adalah haji. Khayalan yang baik adalah Ingat akan dosa dan taubat. Izinkan kami menghaturkan Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1428 H dan Selamat Berpuasa. Mohon Maaf Lahir dan Batin” ---Ivan, seorang pendengar untuk tempat nomor 1--- (SMS serupa juga dari: Faisal Fachruzi, seorang teman yang mulai akan menjadi murid :D)

”Marhaban yaa Ramadhan. Met menyambut bulan suci Ramadhan. Sucikan hati, sucikan pikiran, sesuci kalimah sahadat setulus hatiku berucap mohon maaf lahir dan bathin” ---noname---

”Marhaban yaa Ramadhan. Ini adalah bulan penuh dengan fitrah untuk pertama kali kita menjalankan ibadah shalat tarawih di bulan penuh ampunan ini. Semoga dengan datangnya bulan Ramadhan ini kita menjadi manusia yang baik. Amin. Selamat menunaikan ibadah di bulan Ramadhan” ---Ruly Ramandha a.k.a Onyeng, seorang sahabat sejak sekolah di tempat nomor 3---

”Istighfarku takkan mencapai tujuannya tanpa keikhlasanmu untuk memaafkanku. Ibadahku takkan sempurna tanpa adanya silaturrahmi diantara kita. Marhaban Yaa Ramadhan. Mohon Maaf Lahir dan Batin” ---Lia, (nomor tidak terekam di phonebook)---

”Jibril pernah meminta agar jangan diterima puasa kaum muslim yang sebelum ramadhan tidak meminta maaf terhadap sesamanya. Marhaban yaa Ramadhan. Maaf lahir dan batin. Selamat Berpuasa” ---Balasan SMS dari Bang Indra, senior di tempat nomor 1---

”Melati indah nan berseri, jadi hiasan di bulan suci. SMS dikirim pengganti dari pertanda ikatan tali silaturrahmi. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. Selamat menempuh bulan yang penuh Rahmat dan Berkah” ---noname---

”Gak terasa, Ramadhan telah datang. Mohon maaf atas segala khilaf yang terjadi. Terima kasih untuk selalu dan selalu mengingatkan. Doakan agar Ramadhan ini membawa benar-benar berkah”. ---Elisa, seorang sahabat satu kampus, juga satu tempat kerja di tempat nomor 2---

”Welcome to Ramadhan Great Sale. Jangan lewatkan obral pahala sebesar-besarnya + diskon dosa s/d 99% + door prize Lailatul Qadar. Hanya 30 hari loh, BURUAN. Marhaban Yaa Ramadhan” ---Ari Andiko, seorang murid yang sudah lulus dari tempat nomor 2--- (SMS serupa dikirim juga oleh: Maulidia Hasanah, seorang teman kampus)

”Ramadhan sebentar lagi tiba, tetaplah jadikan sebagai Radja bagi semua bulan, yang bersimfoni seindah lirik Dewa. Mari jadikan Element hati yang Coklat dan Ungu menjadi seputih GIGI, secantik Ratu dan seperkasa Samsons. Bertaqwalah dengan Seriouse agar kehidupan takkan pernah jadi Boomerang bagi kita. Selamat menyambut bulan suci Ramadhan 1428 H” ---Faris Luthfi, seorang adik kelas dan murid di tempat nomor 3--- (SMS serupa dikirim juga sama beberapa teman: Zulham Arpandy, rekan di tempat nomor 1; Supriyana, seorang murid yang sudah lulus dari tempat nomor 2; satu pengirim tanpa nama)

”Si putri sibuk berdandan. Pengeran mude mengail ikan. SMS dikirim pengganti badan, khilaf dan salah mohon di maafkan. Selamat menunaikan ibadah puasa 1428 H” ---Bunayya Chairunnisa, seorang teman kampus---

”Buah nangka buah kluih, gak nyangka udah tarawih. Ada ikan lagi berdansa, selamat menunaikan ibadah puasa. Pergi ke kakap beli ikan patin, mohon maaf lahir dan batin” ---Yuni, seorang pendengar untuk tempat nomor 1---

”Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Di bulan yang suci ini saya memohon maaf lahir dan bathin” ---Dita Wulandari, seorang sahabat yang sempat kuliah, dan sekarang sedang cuti karena sibuk bekerja---

”Tiada kata seindah zikir, tiada bulan seindah Ramadhan. Izinkan kedua tangan bersimpuh maaf untuk lisan yang tidak terjaga, janji yang terabaikan, hati yang berprasangka, sikap yang menyakitkan, mohon maaf lahir batin, selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga ibadah dan amalan baik kita diterima Allah SWT. Amin.” ---Yudi Darma, seorang teman yang sempat dekat, sejak kami sekolah di tempat nomor 3---

”Ramadhan, bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Mari kita sucikan diri dan hati kita yang penuh ampunan ini. Semoga amal ibadah kita diterima di sisiNya. Amin yaa Robbil Alamin. Pergi ke pasir ketemu Nanda, Met puasa ya” ---Nanda, seorang pendengar untuk tempat nomor 1---

”Morning doesn’t mean getting up and working again. It rather means Allah loves us so much to let you live and see another Ramadhan. Mohon dimaafkan atas segala khilaf dan salah. Good morning and have a wonderful day.” ---Sisi Iristya Dewi Yewinna, seorang rekan di tempat nomor 1---

“Selamat menyambut bulan puasa. Insya Allah semakin bertambah berkah dan hidayah serta keimanan kita semua. Mohon maaf lahir dan batin” ---Ms Dewi Novita, seorang dosen favorit tercinta yang perfeksionis---

Beberapa SMS tersimpan di kartu selular lain. Ucapan-ucapan indah pula, terangkai untuk sampaikan selamat berpuasa, selamat beribadah di bulan Ramadhan, serta berbagai harapan di bulan penuh berkah ini. Meskipun (lagi) saya tidak bisa menyambutnya dengan tarawih dan berpuasa, setidaknya saya masih bisa bersyukur pada Allah untuk memberikan kesempatan pada saya, memperbaiki diri menjadi lebih baik. Amiiin.

No comments:

Post a Comment

Because sharing is caring